TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
BERDAMAI


__ADS_3

ia lalu mengambil handphone yang ditaruhnya di saku..


"kak Tino" ucap Titi lirih


"yaudah angkat gih" ucap Cecil


Titi kembali ke meja nya kemudian mengangkat telepon dari Tino, disana Titi merasa aneh karena belum mengabari Tino bahwa sekarang ia sudah free namun kenapa Tino tiba-tiba meneleponnya. ia melihat ke arah Cecil yang sedang video call dengan suaminya, Titi merasa Cecil lah yang memberitahu kak Tino...


.....


"Hallo sayang" ucap Tino diseberang telepon


"iyaa kak" jawab Titi


"maaf ya kalau aku tiba-tiba telepon" ucap Tino


"iyaa kak nggak papa, aku udah free kok" jawab Titi


"iyaa aku udah tau kok" tutur Tino


"kok bisa?" tanya Titi


"hehe, aku minta bantuan Aham buat tanyain ke Cecil kamu free apa belum. aku tau kalau kamu mungkin masih enggan buat chat aku duluan, maka dari itu aku minta tolong Aham" jawab Tino


"oh iyaa kak" ucap Titi


"jadi bener kalau kamu nggak mau chat aku duluan?" tanya Tino


"bukan begitu kak maksudnya tuh tadi aku mau chat kakak tapi ngobrol dulu sama Cecil, eh ternyata keduluan kakak telepon" jawab Titi ngeles, karena sebenarnya memang ia enggan menghubungi Tino terlebih dahulu


"Oh gitu ya, kalau semisal aku nggak ada kabar jangan sungkan-sungkan chat ya sayang. Kamu jangan berpikiran yang nggak-nggak, berpikiran kalau kamu chat dulu bakal ganggu atau apapun itu. Selama aku pegang handphone pasti akan aku balas kok, ingat jangan sungkan-sungkan buat chat dulu ya" tutur Tino


"iyaa kak" jawab Titi

__ADS_1


"kak maaf ya kalau sikapku tadi kekanakan, tiba-tiba pergi gitu aja tanpa pamitan apalagi ada kak Aham disana" sambungnya


"nggak papa sayang, santai aja. Aham juga ngerti kok kalau yang salah aku bukan kamu" ucap Tino


"maaf ya kak, pasti kakak udah di ceramahin sama kak Aham" tutur Titi membuat Cecil yang duduk tak jauh darinya menengok ke arah Cecil


"haa?" tanya Tino


"Ya kan kakak tadi sama kak Aham, kak Aham kan selalu ngasih arahan kalau anggotanya ada yang salah. Pasti kakak tadi juga di kasih arahan karena kak Aham ngerasa kakak yang salah" ucap Titi


ucapan itu mampu membuat Aham yang sebenarnya duduk di sebelah Tino tertawa, sedangkan Cecil yang duduk dekat Titi hanya menggeleng-geleng kan kepala melihat kepolosan temannya itu...


"ada kak Aham disitu?" tanya Titi kepada Tino kemudian melihat ke arah Cecil yang menatapnya heran


"iyaa ini Aham lagi duduk" ucap Tino


"kenapa nggak ngomong sih kak" kata Cecil


"kan kamu nggak tanya sayang" jawab Tino sembari tertawa


"iyaa ti santai aja, lagian kalian kan ngomongin saya dari samping" ucap Aham tertawa, saat berada di lingkungan militer ia memang menggunakan bahasa yang formal


"bentar sayang, ini aku sama Aham mau balik. nanti kalau udah sampai aku telepon lagi yaa" ucap Tino


"iyaa kak" jawab Titi


"nanti pulang jam berapa? biar aku jemput" tanya Tino


"eh nggak usah kak, nanti aku sama Cecil mau keluar jalan dulu" jawab Titi


"yaudah nanti aku sama Aham jemput di tempat kalian jalan aja, jangan nolak ya karena Aham pasti nggak akan ngijinin Cecil pergi keluar tanpa dia" ucap Tino


"iya kak"

__ADS_1


"udah dulu ya, sampai ketemu nanti" kata Tino


"iya kak hati-hati" jawab Titi


......


"gimana udah baikan? udah lega?" tanya Cecil


"hmm udah cil" jawab Titi


"eh cil, gue pengen deh punya hubungan yang akhirnya kayak lo sama kak Aham" ucap Titi tiba-tiba


"kayak aku sama kak Aham?" tanya Cecil yang heran karena hubungan mereka berdua juga seperti kucing dan tikus


"iyaa, kalian kan adem-adem aja" jawab Titi


"kalau hubungan yang udah serius apalagi nikah pasti nggak adem-adem banget juga ti, dalam hubungan pasti ada masalah. bedanya ada pasangan yang sengaja mempublikasikan masalah mereka dan ada juga yang menutup rapat masalah-masalah yang mereka hadapi karena dalam hubungan yang harus menyelesaikan masalah itu hanya 2 orang bukan lebih dari itu, dengan artian tidak ada campur tangan dari orang lain" jawab Cecil


"gue baru kenal dekat sama kak Tino semenjak di Papua, jadi gue nggak tau gimana sifat kak Tino yang bener-bener asli. Gue takut apa yang gue lakukan ada yang kak Tino nggak suka tapi dia nggak ngomong jujur ke gue" ucap Titi


"ti, kalau kak Tino udah milih lo jadi dia udah siap sama segala konsekwensinya yang harus dia tanggung nantinya. dia juga harus siap dengan sifat-sifat asli yang lambat laun akan muncul dari diri lo, jadi pasti kak Tino udah mikir itu semua matang-matang" jawab Cecil


"terus cil, tadi kak Tino bilang kalau dia nggak ada kabar. gue diminta buat chat dia duluan" ucap Titi


"Kak Aham juga pernah bilang begitu, mungkin alasan lo nggak chat duluan juga sama kayak gue ti. Gue nggak mau ganggu dia saat dia kerja atau saat dia menikmati liburannya, gue takut chat gue bukan obat lelahnya tapi malah menambah lelahnya. Tapi kak Aham masih bisa memahami karena gue jelasin ke dia berkali-kali, bahkan lo tahu dia itu pernah marah gara-gara gue nggak mau chat dia duluan. katanya dia sengaja nunggu gue chat duluan tapi gue nggak chat dia" jawab Cecil menceritakan pengalamannya sembari tertawa


"oh ya? kak Aham bisa marah karena nggak lo chat duluan?" tanya Titi


"iya ti, sebenernya waktu itu gue udah chat an sama dia dan chat terakhir itu chat dari gue yang bahkan belum dia baca. kalau gue mau chat dia lagi kan nggak enak ti apalagi itu masih jam dinas dia, di sisi lain gue kepikiran kan gue sebagai cewek ya nggak bisa bersikap begitu ke cowok masak gue mau spam chat cowok cuek padahal yang nunggu chatnya gue bales aja ada ribuan. hahaha" jawab cecil


"tapi lo sama kak Aham emang nggak ada beda nya sih, sama-sama cuek. bedanya kalau kak Aham itu cuek ke semua orang entah itu cewek atau cowok, kalau lo cueknya ke cowok aja. gue sampai khawatir waktu kalian nikah karena kalian cuek ketemu cuek, gue bayangin kalau rumah kalian itu bakalan sepi kayak nggak ada penghuninya" ucap Titi


"ya nggak gitu juga ti, masak udah nikah masih cuek-cuek an. kalau kayak gitu bisa-bisa disuruh tinggal bareng sama mama mertua, tiap hari dikasih wejangan-wejangan biar nggak cuek-cuek an" jawab Cecil

__ADS_1


memang benar jika mama Aham lah yang paling sering memberikan wejangan kepada anak dan menantunya agar mereka tidak mengalami pertengkaran atau selisih paham dalam rumah tangga...


__ADS_2