
"yaudah kalau gitu lo sama aham istirahat aja deh nggak papa, kita nanti jalan-jalan sendiri dulu. tapi besok-besok kalian harus ikut" ucap Bima yang mengerti
"oke, makasih ya bro" ucap Aham kepada Bima
"your welcome" jawab Bima
"yaudah yuk balik, udah sore ini" sambungnya
karena waktu sudah menunjukkan pukul 3.30 sore, maka mereka bergegas kembali ke barak masing-masing...
saat akan berjalan, tiba-tiba Bima menarik tangan aham agar berjalan beriringan dengannya. sedangkan teman-temannya yang lain sudah berjalan di depan...
"gue tau kalau lo mau jalan kan sama Cecil?" tanya Bima kepada aham dengan sedikit berbisik
"ya" aham yang kaget dengan pertanyaan Bima akhirnya menjawab jujur
"kayaknya ada yang udah mulai cinta lagi nih" ejek Bima kepada aham
"apaan sih lo Bim" elak aham
"jaga dia baik-baik bro, kalau bisa lo buat dia se bahagia mungkin. kalau sampai dia nangis walaupun cuma setetes, gue jamin lo akan rasa in beribu kali lebih sakit dari itu" ucap Bima sambil menepuk bahu aham kemudian berlalu pergi
Aham yang mendengar kata-kata Bima seketika berhenti berjalan, dia kali ini berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak membuat kesalahan yang sama kedua kalinya...
"gue pastiin Cecil nggak akan nangis lagi Bim" batinnya kemudian melanjutkan jalannya ke arah barak
saat akan membuka pintu barak nya, aham tidak sengaja melihat Cecil berdiri di balik jendela dan sedang melihat ke arahnya...
aham memberikan kode kepadanya dengan mengetuk jam yang ada di tangannya dengan maksud mengingatkan Cecil akan waktunya yang tidak panjang...
seketika aham tersenyum ke arah Cecil dan mengedipkan matanya...
Cecil yang mendapat perlakuan seperti itu langsung bergegas menutup jendela..
"ada-ada saja" ucap Aham sambil terkekeh kemudian membuka pintunya
CECILLIA POV...
setelah masuk ke dalam barak nya, Cecil sengaja melihat keluar jendela. dia melihat Bima dan aham yang masih saja berdiri di lapangan, entah apa yang mereka bicarakan namun tampaknya serius...
"mereka bicara apa sih, kok lama banget dari tadi nggak balik-balik" gumam Cecil
"woi, lo ngapain komat-kamit disini?" ucap Titi yang sengaja mengagetkan cecil
"itu lo lihat, kak Bima ngomong apa ya sama kak aham?" ucap Cecil kepada Titi
"lah mana gue tau, nanti kan lo bisa tanya ke dia" jawab Titi
"udah buruan mandi sana" sambungnya
"lo duluan aja ti, gue mau lihat mereka dulu" jawab Cecil yang tak lepas pandangannya dari dua pria tampan itu
"oke" jawab Titi
__ADS_1
Cecil kembali fokus kepada dua pria tersebut, namun tak lama Bima beranjak pergi meninggalkan Aham. Pandangan cecil tetap tertuju pada aham sampai-sampai dia tidak menyadari kalau Bima sudah berdiri di dekat jendela nya...
"ngapain lo dek?" tanya Bima kepada Cecil
Cecil yang kaget hanya gelagapan bingung akan menjawab apa
"eh.. itu.. anu" jawab Cecil bingung mencari alasan
"Halah tinggal jawab *lihatin kak aham* gitu aja kok pake cari alasan" ucap Bima sambil tertawa
"siapa juga yang lihatin dia 😒" elak cecil kemudian memalingkan wajahnya yang me merah
"masih ngelak juga ni anak" kata Bima sambil tertawa
"puas-puas in lihatnya ntar malem aja pas jalan, kalau lihat-lihat an disini ntar ketahuan komandan malah berabe" sambungnya
"loh kakak kok...." ucapan Cecil dipotong oleh Bima
"kok tahu kalau kalian mau jalan?" tanya Bima sambil mengejek
"kalian itu kayak ABG baru jatuh cinta tahu nggak, ketahuan dari gelagat kalian itu" sambungnya
Cecil hanya diam sambil mengangguk-angguk
"kakak izinin kamu pergi, tapi kalau ada apa-apa bilang ke kakak ya. kakak mau balik barak dulu" ucap Bima kemudian melanjutkan langkahnya menuju barak
Cecil mulai merutuk i kebodohannya juga Aham yang tidak pintar bermain kode sampai-sampai ketahuan oleh sang kakak....
tak disangka aham berbalik menatap ke arahnya, aham tersenyum kemudian mengedipkan sebelah matanya...
sontak Cecil langsung menutup jendela
"haduh bisa jantungan kalau begini caranya" gumam Cecil yang masih memegangi jendela dan hendak menguncinya
saat berbalik, dia dikagetkan oleh seseorang yang berada di belakangnya
"Setannn....." teriak Cecil kemudian mulutnya langsung di bekap oleh orang tersebut agar tidak teriak lagi
"lo itu apa apaan sih cil, teriak-teriak" ucap Titi
"lagian lo ngapain di belakang gue kayak gitu? pake acara maskeran segala" ucap Cecil
"lah lo tiba-tiba tutup jendela gitu aja terus diem, kan gue perhatiin dulu takutnya lo kesurupan apa gimana" jawab Titi yang sudah duduk di depan kaca
"udah cepat mandi sana lo, habis ini kita harus ke masjid ini" sambungnya
"ya....ya...ya....ya...." jawab Cecil kemudian berlalu ke kamar mandi
setelah selesai, mereka berdua berjalan beriringan menuju ke masjid. Mereka berpapasan dengan Aham dan kawan-kawannya yang sama-sama akan pergi ke masjid...
"Ke masjid ti?" tanya Tino kepada Titi
"Iya lah kak, masak mau ke pasar pake mukena" jawab Titi
__ADS_1
"Tumben haha" kata Tino sambil tertawa
"Enak aja" jawab Titi sambil tertawa
dari dulu Tino dan Titi memang sering ejek-ejekan namun hanya sebatas candaan saja...
"oh ya, gimana kabar pacar lo ti?" tanya Tino kepada Titi
"nggak tahu kak, aku telfon juga nggak di angkat-angkat" jawab Titi sambil menunduk
"kayaknya Kevin nggak tinggal di asrama, aku udah tanya ke pengurus. katanya dia cuma tinggal satu malam aja disini, besoknya dia izin buat tinggal di luar asrama" ucap Aham
"emang dia punya saudara ti disini?" tanya Cecil kepada Titi
"dulu tinggalnya emang di daerah sini, om nya juga masih tinggal disini. tapi kenapa dia nggak ngabarin ya" ucap Titi
"yaudah kita bicarakan nanti lagi ya kalau kerjaan udah beres semua" ucap Bima kepada semuanya setelah sampai di halaman masjid
......................
setelah selesai shalat ashar, mereka kembali ke barak untuk berganti pakaian kemudian menuju ruang makan...
kali ini Cecil dan Titi tidak duduk bersebelahan, melainkan berhadapan sedangkan di samping mereka ialah anggota tentara lainnya....
seperti peraturan yang sudah dibuat, saat sampai di tempat duduk mereka tidak boleh berbicara. oleh karena itu Cecil hanya diam dan menunduk menunggu sampai dipersilahkan untuk makan...
ia takut jika harus duduk dengan seseorang yang belum ia kenal, apalagi sudah beredar gosip bahwa ada anggota yang menyukai mereka...
tiba-tiba saja Cecil mencium parfum yang sangat familiar menurutnya, hal itu membuatnya sedikit tenang karena bisa saja yang duduk di sebelahnya ialah orang yang dia harapkan...
.
.
.
.
.
.
.
.
**terimakasih atas doa-doanya teman-teman..
author hanya bisa up tipis-tipis dulu...
besok author akan LAB Enzym Linked Immunosorbent Assay, doakan hasilnya baik-baik ya readers...
terimakasih ❤️❤️❤️**
__ADS_1