
"tadi katanya berani" ejek Tino
"udah yok jalan cepet, kalau bisa lari ya. nggak beres ini kayaknya" ucap Tino sembari menarik tangan Titi agar berlari mengikuti irama kakinya
"makanya kalau punya mulut jangan asal ngomong kak, tersinggung kan setannya" gerutu Titi sembari berlari
"diem jangan ngomong, cepetan larinya" ucap Tino
Tino menarik Titi berlari ke arah rumah Aham dan Cecil, setelah sampai disana ternyata sudah ada Aham, Cecil, Bima dan Riko yang sedang menonton tv di ruang tamu. Karena pintu rumah terbuka, Tino dan Titi langsung masuk ke dalam karena ketakutan...
sontak pandangan tertuju pada Titi dan Tino yang baru saja masuk ke dalam, apalagi posisi mereka yang masih bergandengan...
"kalian ngapain ngos-ngosan? kayak habis kena grebek aja" celetuk Riko sambil tertawa
"enak aja lo" jawab Tino
"gue habis digangguin setan" ucap Tino sambil ngos-ngosan sembari melihat ke arah teman-temannya
"iya bener" ucap Titi
"gue seneng deh lihat kalian gini, haha" ucap Aham tiba-tiba
"ha?" tanya Tino bingung
"tuh kalian jadi akrab" jawab Aham sembari melirik pegangan tangan Tino ke Titi yang belum terlepas
"udah tahap gandengan ya sekarang no?" tanya Riko sembari menaik-naik kan alisnya
menyadari pandangan teman-temannya, Tino akhirnya melepaskan genggaman tangannya kepada Titi...
"ngadi-ngadi kalian" ucap Tino
"gue pegang tangan Titi biar dia larinya cepet" sambung Tino membela dirinya
"bentar deh kak, Titi ini juara lari lo di universitas. masak sih larinya nggak kenceng?" tanya Cecil sembari tertawa
"emang bener kok kata kak Tino, gue nggak bisa lari kenceng tadi gara-gara lemes denger suara horor" ucap Titi membenarkan apa yang dikatakan oleh Tino
"nambah kompak aja nih anak dua haha" kata Riko
"Lo ngomong lagi gue tabok!" ancam Tino kepada Riko
"siap salah bos" ucap Riko
Tino dan Titi sekarang sudah bergabung dengan mereka, Bima duduk di samping Riko, Cecil duduk di samping Aham dan Titi duduk di samping Tino...
sedari kedatangan Tino dan Titi, Bima bahkan tidak berkomentar apapun. jika yang lain sibuk menggoda Tino dan Titi, Bima lebih sibuk dengan handphone di tangannya. bahkan saat Titi datang pun dia hanya melirik sekilas...
"ti lo nanti tidur sini aja" ucap Cecil kepada Titi
"iya cil, gue tidur sini aja deh. takut mau balik ke barak sendirian" jawab Cecil
"yaudah lo tidur kamar kemarin aja, nanti biar kak Bima, kak Tino sama kak Riko tidur di ruang tamu. gimana? " tanya Cecil
__ADS_1
"apa gini aja, aku tidur sama Titi terus kalian tidur ber empat?" sambungnya
"yang, kamu jangan gitu dong" jawab Aham
"sehari aja ham, lo kan udah lama nggak tidur sama kita-kita" jawab Tino
"iya nih ham" ucap Riko
"masalahnya Cecil nggak bisa tidur kalau nggak meluk gue" ucap Aham yang spontan mendapat cubitan dari Cecil
"aw aw sakit yang" keluh Aham
"lagian sih ngomongnya nggak di filter dulu" ucap Cecil kesal
"kan kenyataannya gitu" jawab Aham
"haduh jadi pengen pindah ke mars aja, di bumi kayaknya isinya bucin semua" sindir Tino yang tak tahan melihat ke uwu an Aham dan Cecil
"iya nih, siapa tau ntar di mars bisa cinlok" kata Riko
"bisa bisanya mikir cinlok di mars kak" ucap Titi kepada Riko
"siapa tau kan ti kalau jodoh gue ada di mars" jawab Riko
"iya in aja ti, makin malam emang makin nggak jelas ni anak" ucap Tino kepada Titi
"iya iya pasangan baru jadi kompak bener ngebully nya" jawab Riko kesal
"haha santai bro" jawab Riko
"gini aja cil, kamarnya nggak papa buat tidur Titi. gue sama anak-anak mah tidur dimana aja bisa kok cil, aman" sambung Riko
"oke kalau gitu kak, aku ambilkan selimut sama bantalnya dulu ya" ucap Cecil sembari berdiri namun di tahan oleh Aham
"aku aja yang ambilkan, kamu duduk aja disini ya" ucap Aham dan di jawab anggukan oleh Cecil
Cecil yang sedari tadi memperhatikan Bima hanya diam saja sedangkan teman-temannya tertawa merasa aneh, padahal biasanya Bima lah yang paling aktif...
"kak, bisa bicara sebentar nggak?" tanya Cecil kepada Bima
"ya" jawab Bima singkat kemudian meletakkan handphonenya di meja
disisi lain Titi yang mendengar hal itu langsung menatap ke arah Cecil, namun Cecil memberikan isyarat kepadanya agar tetap tenang...
Cecil memilih untuk sedikit menjauh dari teman-temannya terutama Titi. karena dia akan menanyakan perihal pertemuan Bima dengan Titi tadi...
sesampainya di ruang makan, yang terletak sedikit jauh dari ruang tamu barulah Cecil bertanya kepada Bima...
"gimana kak?" tanya Cecil
"gimana apanya?" tanya Bima balik
"kakak udah ngobrol sama Titi kan?" tanya Cecil
__ADS_1
"udah" jawab Bima singkat
"gimana kak?" tanya Cecil lagi
"gimana ya apanya, kakak udah luruskan semuanya jadi nggak ada salah paham lagi di antara kakak sama Titi" jawab Bima
"kak maksudnya, bukannya kakak juga suka?" tanya Cecil lagi yang tidak mengerti karena setahu Cecil, Bima juga menyukai Titi
"dek, kakak anggap Titi itu kayak adek kakak sendiri nggak lebih. Kamu tau sendiri kan kalau perasaan kakak masih utuh ke Rindi dan dia juga baru pergi, gimana kakak bisa cinta sama orang lain" jelas Bima
"kalau memang gitu, tolong jangan beri perhatian kayak gitu kak ke Titi ataupun cewek lain kak. setiap cewek itu beda-beda cara menyikapi perhatian yang kakak beri, ada yang cuek dan ada juga yang menganggap kakak itu suka sama dia" tutur Cecil
"iya dek, kakak tau" ucap Bima
"tapi kenapa kalian jadi pada diam kayak gini? ada masalah apa lagi? aku tadi perhatiin ekspresi Titi berubah saat tau kakak ada di rumah" tanya Cecil
"mungkin ada kata-kata kakak tadi yang nggak enak di dengar, kakak juga jadi nggak enak habis bilang gitu ke dia" jawab Bima
"sebaiknya kakak minta maaf deh ke dia, jangan sampai hubungan kekeluargaan kita yang awalnya adem-adem aja jadi canggung dan saling nggak enak an. Apalagi posisi Titi sekarang disini nggak ada keluarga dekat, dia cuma punya kita-kita disini yang bisa di ajak cerita" jawab Cecil
"iya dek" jawab Bima singkat
"yaudah yuk balik ke depan, takutnya mereka curiga lagi" ajak Cecil yang berjalan terlebih dahulu ke ruang tamu
sesampainya di ruang tamu ternyata Aham sudah kembali dari mengambil selimut dan bantal
"dari mana sayang?" tanya Aham
"ini tadi aku diskusi sama kak Bima, kan Tante sama mama Minggu depan kesini. itu pas sama ulang tahun Tante, jadi kita diskusikan deh kado apa yang cocok dan bersifat rahasia. kalau kita diskusi disini kan ada kak Riko yang biasanya ember banget" jawab Cecil berbohong
.
.
.
.
.
.
.
Hallo Readers
maaf yaa telat lagi huhu
Author baru aja balik dari Surabaya jadi baru sempat update :')
ada nggak nih readers dari Surabaya???
Happy reading 🖤
__ADS_1