TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
ATM


__ADS_3

"aku pikir kita nggak akan ketemu lagi karena kita sama-sama menghindari setiap pertemuan, tapi nyatanya orang tua kita yang berperan besar mempertemukan kita kembali. Waktu kita di jodohkan bahkan aku takut kalau kamu nggak akan menerima aku dan kamu nggak anggap aku ada kayak di novel-novel yang pernah ku baca" ucap Cecil meneruskan ungkapan hatinya


"tapi kenyataannya sekarang malah aku yang bucin banget sama kamu" jawab Aham sembari menyentuh pipi Cecil dengan tangan kanannya


"dulu aku malah takut kalau kamu benci aku karena aku nggak dengerin apa yang kamu jelasin saat itu, sebenarnya itu yang buat aku menghindar dari kamu sayang" sambung Aham


"yang paling penting kita sekarang udah sama-sama, nggak akan ada yang bisa memisahkan kita" ucap Aham sembari memeluk erat Cecil


"yaudah yuk kita siap-siap, nggak kerasa udah jam segini" ajak Aham


sementara Aham yang mandi terlebih dahulu, Cecil memilih untuk memanaskan makanan yang sudah ia masak sebelumnya. Tak lupa ia menyiapkan coklat panas kesukaan Aham...


saat Cecil selesai menyiapkan semuanya, Aham juga telah selesai mandi. Cecil bergegas mandi kembali dan bersiap sekaligus membantu Aham untuk bersiap...


"Kamu mandi gih yang" ucap Aham kepada Cecil


"iyaa mas sebentar" jawab Cecil


"kurang yang mana yang?" tanya Aham


"nggak ini tinggal nuangin air ke coklat aja mas" jawab Cecil


"yaudah biar aku aja, kamu mandi aja ya' pinta Aham


"ih nggak usah, kamu siap-siap aja mas. baju nya udah aku siapin di atas tempat tidur ya" jawab Cecil


"makasih sayang" ucap Aham sembari mengecup kening Cecil


Aham kemudian masuk ke dalam kamar mereka untuk mengganti pakaian nya dan bersiap, sedangkan Cecil masuk ke dalam kamar mandi...


setelah selesai mandi, Cecil menyusul Aham kedalam kamar untuk ikut berganti pakaian. Tak disangka Aham sudah menyiapkan baju yang akan dikenakan oleh Cecil karena sebelumnya baju tersebut masih berada di atas meja tempat setrika...


"kamu yang siapin ini semua mas?" tanya Cecil


"alah itu aku tinggal naruh di atas tempat tidur aja biar kamu gampang pakainya" jawab Aham


"makasih sayang" ucap Cecil sembari mengecup pipi Aham


Cecil bergegas berganti pakaian, sedangkan Aham menunggunya sembari memperhatikan

__ADS_1


"mas, jangan lihatin aku kayak gitu dong" ucap Cecil sembari melirik ke arah Aham


"aku mau puas-puas in lihat kamu dulu yang" jawab Aham


"ya tapi jangan pas aku ganti baju mas" jawab Cecil yang sudah berjalan ke arah Aham, Cecil mencubit pipi Aham karena gemas


“sakit saying ku” keluh Aham


“gitu aja ngeluh mas” ejek Cecil


Mendapat ejekan dari sang istri lantas Aham mengelitiki cecil, membuat cecil meminta ampun kepada Aham


“ampun mas ampun hahaha” ucap cecil sembari tertawa


“kok kamu geli sih yang?” tanya Aham


“ya geli lah mas kalau di gelitikin kayak gitu, makanya berhenti dong” ucap cecil


“masak sih yang, padahal biasanya aku sentuh dimanapun kamu nggak kegelian malah kamu ke enakan minta nambah kan?” goda Aham lagi


“ih mas ini ngomongin apa sih pagi-pagi juga” jawab cecil yang malu karena pembahasan aham


“ih udah-udah” jawab cecil sembari merapikan rambutnya


“kamu mikirin apa sih yang, pastti pikirannya kotor ya?” goda aham


“lagian mas juga bahasnya menjerumus ke hal yang begituan kok, kalua pikiranku kotor yang patut disalahkan juga mas karena mas yang mengedukasi aku jadi paham hal-hal begituan. Padahal sebelum nikah sama mas, aku dulu polos banget” tutur cecil yang kesal


“hehehe iyaa sayang maaf ya kalau aku bikin kamu jadi mengerti hal-hal begitu, tapi itu emang harus di mengerti semua yang sudah berumah tangga kan dengan catatan bahasnya sama suami kamu aja jangan sama orang lain” ucap aham sembari mengecup kening cecil


“ya iya lah mas, masak mau bahas sama orang lain”


“udah yuk makan, makin lama di sini kayaknya kamu makin bikin aku emosi deh” keluh cecil kemudian menarik tangan aham menuju meja makan


“hahah ada-ada sayangku ini, masak suaminya mau berangkat malah di marahin” ucap aham


“makanya diem aja ya, makan yang banyak. Jangan banyak ngomong dulu” jawab cecil menaruh nasi dan lauk di piring aham


Karena kesal ia tak melihat jika makanan yang ia sajikan untuk aham sudah menutupi semua sisi piring, aham yang melhat itupun melihat kea rah cecil dan piringnya secara bergantian…

__ADS_1


“yang, kita makan berdua?” tanya aham


“makan sendiri-sendiri lah mas” jawab cecil


“stop dulu yang” cegah aham kepada cecil yang akan menambahkan lauk lagi ke dalam piringnya


“kenapa mas, aku udah masakin ini semua buat kamu lo. Kamu nggak mau makan?” tanya cecil melihat ke arah aham


“yang kamu kalau kesel sama aku nggak papa, tapi jangan minta aku makan banyak pagi-pagi ya” pinta aham


“itu juga porsi kamu bi…” ucap cecil tertahan saat melihat isi piring sang suami


“bi apa yang?” tanya aham


“maaf mas, aku nggak sadar kalua ambilin kamu sebanyak itu” ucap cecil meminta maaf


“yaudah nggak papa, sekarang kita makan berdua aja. Tanpa bantahan ya, aku juga nggak mungkin makan sebanyak ini yang” ucap aham yang akhirnya di iya kan oleh cecil karena ia tidak tega melihat suaminya kekenyangan


Akhirnya mereka berdua makan di piring yang sama, karena nafsu makan cecil sedang banyak-banyaknya maka yang menghabiskan makanan lebih dominan cecil daripada aham. Cecil tidak mempermasalahkan hal itu karena aham harus menjaga pola makannya imbas perutnya yang membuncit…


“baby nya kelaparan ya” ucap aham sembari mengelus perut cecil


“baby belum makan dari semalam” jawab cecil


“terus tadi malam yang makan banyak siapa yang?” tanya Aham


“mama nya baby, kan mamanya juga harus makan banyak” jawab cecil kemudian meminum susu khusus ibu hamil miliknya sampai habis


“yang, ini kamu pegang aja ya” ucap aham sembari memberikan dua atm miliknya


“nggak usah mas, aku juga ada pegangan kok yang dari kamu masih banyak” jawab cecil


“ini perintah, nggak ada penolakan ya sayang” ucap aham menggenggam kan atm tesebut ke tangan cecil


“terus kamu di sana nya gimana mas?” tanya cecil


“aku bawa uang cash yang, insyaallah cukup kok. Aku juga udah transfer uang ke bima kalua nanti ada kesempatan buat ke kota jadi aku bisa minta bima ambilkan kalua perlu” jawab aham


“yang lebih perlu ini tu kamu sama baby, insyaallah uang di at mini cukup buat kamu sama baby satu bulan kedepan. Aku udah kirim pin nya lewat whatsapp ya sayang” sambungnya

__ADS_1


__ADS_2