TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PERHATIAN MAMA MERTUA


__ADS_3

"kok begitu ya Bu, padahal kalau kita nggak ada konflik juga lebih adem ayem apalagi kita dibawah naungan yang sama kalau ada kerjasama malah lebih bagus untuk ranting kita" ucap Cecil


"saya juga nggak tahu bagaimana pemikiran mereka, memang setia keputusan kalau kita yang saran pasti akan menjadi pertimbangan nomor satu. Sebetulnya saya juga tidak ingin seperti itu, karena yang memiliki title dan jabatan di sini cuma suami kita. selebihnya kita hanya sipil, tapi yang namanya sudah tradisi turun-temurun kita harus hormat kepada senior dan istri anggota yang memiliki pangkat lebih tinggi. Mau bagaimana pun keputusan dari golongan kita golongan istri yang pangkat suaminya di bawah suami kita tidak bisa menentang, itulah yang saya sayangkan" kata Bu Ida


"kalau berlangsung terus-menerus tetap saja perpecahan ini akan sering terjadi, mulai perbedaan pendapat dan saling iri" jawab Cecil


"mau bagaimana Tante, konflik ini sudah terjadi lama kita cuma bisa bisa diam saja. Kecuali ada hal-hal yang menyeleweng dari tindakan mereka, barulah kita bertindak sesuai dengan apa yang ada di aturan tertulis" ucap Bu Ida


Karena keasyikan mengobrol, tidak terasa Cecil dan Bu Ida sudah memasuki perumahan...


Setelah sampai di depan rumah sang mertua, Cecil turun dari mobil di sambut oleh sang mama mertua...


"terimakasih Bu Ida atas tumpangannya" ucap Cecil

__ADS_1


"terimakasih ya Bu sudah bantu menantu saya" ucap mama aham


"sama-sama Tante" jawab Bu Ida


"iyaa Bu sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu ya"


"hati-hati Bu" ucap Cecil dan mama mertuanya bersamaan


Bu Ida kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah mertua Cecil...


"Alhamdulillah ma berjalan lancar" jawab Cecil sembari berjalan masuk bersamaan dengan mama mertuanya


"yaudah kalau gitu kamu bersih-bersih dulu gih, bibi udah siapin air hangat buat kamu mandi. Kalau ada yang di perlukan pencet aja tombol di samping tempat tidur kamu sama ada mama pasang di samping bathub" ucap mama aham

__ADS_1


"baik ma, terimakasih ya ma. Cecil mandi dulu" ucap Cecil kemudian masuk ke dalam kamar, sedangkan mama aham meneruskan masak-masak nya yang tadi di tinggal karena mendengar suara mobil berhenti


Setelah masuk ke dalam kamar nya yang tak lain adalah kamar aham saat masih bujang, Cecil melihat sekeliling kamar dan benar saja disana ada bel yang dipasang oleh mama aham agar memudahkan Cecil jika ingin meminta tolong atau sedang membutuhkan bantuan. Tak lupa mama aham juga menambah sebuah tab yang digunakan untuk berkomunikasi dengan bibi, agar lebih mudah saat ia menginginkan sesuatu...


"mama memang best" ucap Cecil


Setelah berganti pakaian mandi dan membersihkan make up, Cecil masuk ke dalam bathub dan berendam...


ia masih saja memikirkan Bu Hadi and the geng yang memang cukup meresahkan...


"kok bisa ya ada orang se iri itu sampai membuat geng yang isinya para orang iri seperti beliau" ucap Cecil


"apalagi sebel banget pas beliau tanya kapan aku gabung sama ranting Persit asrama, mana sambil lihatin perut ku lagi emang dikira nya aku hamil duluan apa"

__ADS_1


"hmm sabar ya dek, mari kita ganggu Bu Hadi saat udah masuk ke asrama nanti. Mama janji Bu Hadi bakalan suka sama kalian berdua nanti dan beliau akan menjadi baik seperti sebelumnya, tapi kalau dari sebelumnya emang suka iri-irian ya nggak tau lagi deh mau gimana" ucap Cecil


"dek, dua hari lagi kita ketemu papa. Kalian mau lahir di tunggu in papa kan"


__ADS_2