
setelah masuk ke dalam barak Aham, Cecil masih saja ingin tahu apa maksud Aham. namun Aham sudah berjanji pada seseorang untuk tidak memberi tahukan hal itu terlebih dahulu...
"Yang" panggil Cecil kepada Aham yang terus berjalan masuk meninggalkan Cecil di ruang tamu
"Sini" ajak Aham melambaikan tangannya sebelum masuk ke kamar
Cecil akhirnya menyusul Aham masuk ke dalam kamar nya, ini pertama kalinya Cecil masuk ke dalam barak Aham...
"Loh itukan barang-barang ku" ucap Cecil menunjuk semua barang yang biasa ia tata di kamar baraknya, ada skincare, make up, segala macam parfum dan aksesoris lainnya
"la kan aku udah bilang tadi yang" jawab Aham
"emm gini yang, karena kita kan hitungannya udah nikah dan tinggal bareng. Kita masak sendiri ya, jadi nggak ikut sama yang lain" sambung Aham
"siap, aku juga mikir gitu" jawab Cecil
"yaudah kamu ganti gih, aku mau ke kantor dulu" ucap Aham
"Lama?" tanya Cecil sembari mengikuti langkah Aham yang akan keluar dari barak
"Sebentar, ini jam 11.30 kan nanti jam 2 udah balik" jawab Aham sembari bersalaman dengan Cecil kemudian mengecup keningnya
mungkin hal seperti itu akan menjadi kebiasaan mereka kedepannya, sehingga Cecil harus bisa membiasakan diri...
"berangkat dulu ya" ucap Aham mengelus kepala Cecil
"hati-hati okay" jawab Cecil
setelah Aham pergi ke kantor, Cecil bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Kemudian dia mulai berkeliling ruangan disana...
"lumayan bersih juga, masak dia nggak pernah masak apa-apa sih" gumam Cecil setelah melihat keadaan dapur yang sangat bersih
"cuciannya juga nggak ada" ucap Cecil heran setelah melihat keranjang cucian yang kosong, namun setelah melihat jemuran di halaman belakang dia tahu bahwa Aham sudah mencucinya
"pasti di kulkas isinya cuma air" tebak Cecil
Cecil membuka pintu kulkas
"ha, banyak banget bahan makanan. kayaknya masih baru deh" gumam Cecil
"udahlah masak aja, nanti kak Aham balik malah belum siap apa-apa kalau aku keliling terus" ucap Cecil
dia memulai mengambil beberapa bahan makanan untuk di masak, kali ini dia ingin membuat ayam goreng, kulup bayam(kalian tau lah pasti apa ini), dan sambal. Cecil tahu jika itu adalah makanan yang sering dimakan oleh Aham saat masih di Jawa Tengah..
sebelum jam 1 siang dia sudah menyelesaikan acara masaknya, diteruskan dengan menyapu seluruh ruangan setelah terlihat bersih semua barulah dia pergi untuk mandi...
"gini ya rasanya jadi istri" gumam Cecil setelah duduk di meja riasnya
setelah selesai dengan aktifitas nya, Cecil merebahkan dirinya di spring bed besar milik Aham. Awalnya bukan itu spring bed asli Aham namun karena dia sudah menikah, akhirnya dia membeli spring bed yang lebih besar atas bantuan teman-temannya saat Aham dan Cecil masih di Jakarta...
karena rasa kantuk yang tak bisa ditahan, akhirnya Cecil tertidur...
Disisi lain Aham yang sudah kembali dari kantor mengetuk pintu baraknya, namun tidak ada sahutan dari Cecil...
"apa dia keluar ya?" gumamnya
__ADS_1
"tapi sendal sama sepatunya masih ada semua"
Kemudian Aham mencoba untuk membuka pintu, dan ternyata tidak dikunci...
"nggak di kunci"
Aham masuk ke dalam namun tidak ada Cecil di ruang tamu maupun di dapur, dia melihat banyak sekali makanan yang Cecil masak. tanpa pikir panjang kemudian dia masuk ke kamar...
"ya ampun sayang, tidur ternyata" ucap Aham lirih
Aham memilih untuk mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu karena merasa gerah, setelah selesai mandi barulah dia bergabung dengan Cecil...
Setelah selesai membersihkan dirinya, dia mendekat ke arah Cecil dan duduk di samping Cecil. Aham memandangi wajah Cecil yang tampak teduh...
"cantik banget sih" ucap Aham sambil mengelus pipi Cecil
"semoga segera hadir Aham junior ya, biar kalau aku tugas ada yang nemenin kamu" ucap Aham sembari mengecup kening Cecil
perlakuan Aham tersebut rupanya mengusik tidur Cecil, Cecil berusaha untuk membuka matanya
"udah pulang" ucap Cecil setelah melihat Aham di depannya
"udah sayang" jawab Aham sembari membelai rambut Cecil
"maaf ya aku ketiduran, ayo makan siangnya udah aku siapin" ucap Cecil yang sudah bangkit dari tidurnya
"gimana kalau makan siangnya diganti sama kamu aja?" tanya Aham menggoda
"mes*m" ucap Cecil
"he ini suami mu loh, bisa dibilang mes*m" ucap Aham sembari tertawa
Aham kemudian menyusul cecil di dapur, mereka berdua makan dengan tenang
"yang, kamu kok tau makanan kesukaanku?" tanya Aham penasaran
"ya tau dong"jawab Cecil santai
"pasti dari mama" ucap Aham
"sumber terpercaya haha" jawab Cecil sembari tertawa
sampai ada suara ketukan pintu dari luar...
"siapa siang-siang begini bertamu" gumam Aham
"biar aku aja yang bukain" ucap Cecil kemudian berlalu menuju pintu utama
tok...
tok...
tok...
"iya, sebentar" sahut Cecil dari dalam
__ADS_1
ceklek...
setelah membuka pintu tampak seseorang yang sangat familiar baginya
"eh kak Bim , masuk" ucap Cecil mempersilahkan Bima masuk
"Aham mana dek?" tanya Bima
"lagi makan kak, kakak makan sekalian ya" ajak Cecil menggandeng Bima menuju meja makan
"eh elo Bim" ucap Aham setelah melihat siapa yang datang
"Yoi ham siapa lagi" jawab Bima
"yaudah gabung makan sini" ucap Aham
mereka akhirnya makan bersama disana, setelah makanan habis barulah Bima menyampaikan maksudnya ke barak Aham..
"gue mau ngomong sesuatu nih" ucap Bima
Cecil yang menyadari sepertinya akan ada pembicaraan serius akhirnya memilih untuk meninggalkan ruangan...
"yaudah aku ke atas dulu ya, kalian ngobrol aja" ucap Cecil kemudian berlalu namun belum sempat melangkahkan kakinya tiba-tiba Bima membuka suara
"lo disini aja dek" ucap Bima kepada Cecil .
akhirnya Cecil kembali duduk di samping Aham, sedangkan Bima berada di depan mereka..
"jadi gini, gue nggak lanjut tunangan sama rindi" ucap Bima
"hah kenapa?" tanya Cecil kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bima maupun Cecil
Aham tampak santai saja mendengar ucapan Bima karena sebelumnya memang Aham sudah tau terlebih dahulu. Berhubung dia sudah tinggal dengan Cecil dan takut jika dia keceplosan, maka Aham meminta Bima untuk jujur pada Cecil...
"beberapa minggu lalu gue di telfon Anthony temen sekelas kita waktu SMP dulu dan dia tau kalau gue sama rindi tunangan, dia ngelihatin rindi lagi jalan sama cowok mesra banget. tapi gue nggak percaya sih, bisa aja itu cuma temennya " ucap Bima lalu men jeda nya terlebih dahulu
"dan kemarin gue di telfon mamanya, mamanya bilang kalau rindi nggak bisa lanjutin tunangan. gue tanya dong alasannya apa, dan ternyata rindi hamil duluan entah sama siapa gue nggak tau" sambung Bima
"parah banget sih, om sama tante udah tau?" tanya Cecil ke Bima
"udah, keluarga mereka dateng ke rumah pas mamanya telepon gue" jawab Bima
.
.
.
.
.
pernah nggak sih kalian deket sama cowok yang cuek, tapi di cuekin balik malah dia marah 😂 ...
apakah mas" kacang ijo sikapnya emang begitu??
__ADS_1