TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
ROASTING


__ADS_3

"memang aku ini mempesona banget ya sampai nggak kedip kayak gitu?" tanya Bima kepada semua orang yang melihatnya


"sejujurnya sih nggak kak" jawab Cecil santai


"astaghfirullah dek, ini kakak mu sendiri bukannya di puji" ucap Bima


"kita itu lihatin kak Bima bukan karena kak Bima mempesona tapi kak Bima dari tadi lihatin temen kita tanpa kedip, kan kita takut kak Bima kesambet hal-hal aneh" ucap Ratih


"kalau kak bima deket Titi terus kesambet nggak mungkin sih kan Titi vibes nya positif banget, kalau deket kamu baru mungkin-mungkin aja kan sarang hantu nya ada di kamu" ucap Bram


"Bram lama-lama aku jitak juga ih" protes Ratih


"kalian lanjut saja ya kakak kakak, kami pamit terlebih dahulu" ucap para warga


"baik pak"


"hati-hati tumbuh benih-benih cinta kan lumayan ini kita barengan lama, bisa jadi nanti pulang-pulang ke Jakarta ada yang lamaran kan" ucap Titi


"haduh kalau sama Bram sekip deh, mending sama Om-om yang nganter kita kemarin lumayan" jawab Ratih


"mau jadi yang kedua?" tanya Cecil


"udah punya istri Om nya hahaha" jawab Titi


"nah lo, belum-belum udah mau jadi pelakor aja ni anak" ucap Bram

__ADS_1


"kan nggak tau" jawab Ratih malu


"ini nih yang perlu jadi edukasi, harusnya tu sebelum kenal cowok ada baiknya kita cari tau dulu lah gimana seluk beluk percintaan cowoknya. terus ada cewek nggak dia, apalagi kalau statusnya udah tunangan atau nikah bisa hancurin dia keluarga itu. terus jaman sekarang kan udah ada sosial media yah, kita manfaatkan sebaik mungkin sosial media itu sepintar-pintarnya cowok menyembunyikan pasangannya kalau kita lebih pintar dari dia juga bakalan ketahuan. apalagi sekarang kan banyak tuh oknum baik cewek maupun cowok yang memang membanggakan seragam mereka, sebagai cewek juga jangan mandang seragam nya aja apalagi sampai ngejar-ngejar minta follback Ig terus DM DM tanya-tanya" sindir Cecil


"pengalaman banget ibu Cecillia ini" ucap Bima


"bukan pengalaman sih kak, cuma kita sebagai pasangan juga merasa terbebani dan risih kalau ada cewek-cewek yang DM DM gitu sedangkan kodratnya cewek itu dikejar bukan mengejar. apalagi memanfaatkan urusan dinas biar bisa deket-deket kan nggak bagus itu" jawab Cecil


"menurut kamu gimana ti?" tanya Bima


"kalau aku sih kak, selama cowoknya nggak respon ya aku fine fine aja tapi kalau cowoknya udah respon mending udahan aja. apalagi sampai memutuskan hubungan serius dan hubungan dua keluarga demi cewek yang dia temui setelah bertahun-tahun" jawab Titi sembari melirik ke arah Tino yang sedang makan


"semua itu tergantung orang nya masing-masing, ada yang masih mempertahankan dan berubah tapi ada juga yang memilih menyudahi drama-drama itu demi kesehatan mental mereka" imbuh Aisi


"aku?" tanya Ratih menunjuk dirinya sendiri


"Setelah mengikuti kisah cinta Cecil sih pernah kepikiran kalau yang awalnya di cuekin mati-matian sama pasangannya terus akhirnya pas udah nikah bucin-bucin an banget. Tapi setelah jadi pendengar setia kisah salah satu temen ku sih mending aku sama orang biasa aja, takut nanti pas ditinggal satgas malah di selingkuhi sama mbak-mbak putih" jawab Ratih sembari menyindir Tino dan Nenci


hal itu membuat Tino terbatuk-batuk


uhukkk.....


uhukkk.....


"aduh pelan-pelan kak kalau makan, keselek kan" ucap Ratih yang mulai berani

__ADS_1


sedangkan Nenci menyodorkan air kepada Tino agar di minum


"pelan aja no, kita masih lama kok disini. kan cerita nya belum selesai" ucap Bima


tanpa aba-aba Tino bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pemilik warung, ia membayar apa yang dimakan dan pergi begitu saja tanpa pamit...


tinggallah Nenci yang masih terduduk disana tanpa tahu apa yang harus ia lakukan...


"saya perhatikan dari tadi ibu kok nggak ikut ngobrol ya" ucap Ratih


"tenang aja Bu, teman kita nggak gigit kok" ucap Cecil


"emang aku apaan pakai gigit segala itu" protes Titi


"Bu atau mbak atau Tante Nenci, sesuka saya kan manggilnya. Emm mungkin ada rasa sakit hati saya dengan anda dan kak Tino masih membekas sampai sekarang tapi saya sudah lupa tentang hubungan saya sebelumnya, saya berharap semoga hubungan kalian langgeng ya ditunggu undangannya" ucap Titi kemudian pergi dari sana


Bima bangkit membayar makanan nya dan Aham kemudian pergi menyusul Titi


"maaf kakak kakak, saya sudah sangat bersalah" ucap Nenci


"semuanya sudah terjadi mbak, teman saya juga sudah lupa kok. ayo sayang" ucap Cecil sembari mengajak Aham untuk pergi


"kami pergi dulu ya mbak cantik, langgeng-langgeng sama buaya nya" ucap Ratih


mereka semua pergi meninggalkan Nenci sendiri di warung itu, ibu warung yang sempat mendengar percakapan mereka pun tidak habis pikir dengan sikap Nenci yang tidak punya hari seperti itu....

__ADS_1


__ADS_2