
"gimana cil?" tanya Titi
"gimana apanya" jawab Cecil yang sudah merebahkan dirinya di kasur yang sudah seminggu tidak dia tidur i
"ya gimana perasaan lo sekarang? kan kak Aham udah buktiin keseriusan nya tuh" ucap Titi
Cecil mengehela nafas panjang
"yang pasti seneng ti, tapi gue juga masih takut pastinya" jawab Cecil
"udah lah cil nggak usah dipikirin yang dulu-dulu ya" tutur Titi
"sekarang pikirin masa depan kalian berdua, jangan sampai masa lalu masih kebawa-bawa itu malah jadi bikin runyam nantinya" sambung Titi
"wih Lo gue tinggal seminggu aja udah jadi penasehat cinta, siapa yang ajarin ti?" tanya Cecil menggoda
"Lo itu dibilangin malah ngejek gue" jawab Titi memanyunkan bibirnya
"nih, gara-gara lo tinggal dan gue gabut banget. gue jadi beli banyak novel" ucap Titi sembari menunjukkan 1 kardus penuh novel dan pastinya ber-genre romantis semua
"hei nona Titian, novel 3 aja lo baca seminggu belum tentu habis. ini lo beli se kardus buat di baca setahun?" tanya Cecil
"itu buat jaga-jaga kalau lo pindah tinggal sama kak Aham, kan gue sendiri lagi nantinya" jawab Titi
namun setelah beberapa saat Cecil tak kunjung menyahuti apa yang dikatakan oleh Titi, setelah menengok ke arah Cecil ternyata dia sedang termenung...
"kenapa lagi Cil?" tanya Titi
"kak Bima barusan chat gue" jawab Cecil
"terus kenapa lo murung, kan kakak lo yang chat bukan mantan lo" ucap Titi
"Titian yang cantik jelita..." panggil Cecil
"mantan gue sekarang suami gue ti, lo harus inget itu" sambung Cecil , memang begitulah adanya karena Aham adalah satu-satunya mantan yang dimiliki oleh Cecil
"iyaa iyaa maaf lupa kalau mantan lo cuma kak Aham. hahaha" ejek Titi
"terus-terus kenapa lo murung gitu" tanya Titi
"kak Bima bilang kalau komandan ngizinin aku sama kak Aham tinggal bareng" ucap Cecil
"malah bagus dong, lo bisa deket sama suami lo" jawab Titi
"ya memang, tapi kak Aham belum ngomong apa-apa ke gue" jawab Cecil
"ya ditunggu aja cil, kan dia tadi baru dipanggil komandan. mungkin masih ada urusan lagi" ucap Titi
memang sedari tadi Aham belum juga mengirimkan pesan kepada Cecil , namun Cecil tidak mempermasalahkan hal itu. saat ini dia lebih terfokus bercerita dengan Titi sahabatnya...
saat sedang asyik-asyiknya bercerita, Cecil tak sengaja melihat ke arah jendela. Terlihat Aham yang tengah berjalan menuju ke arah baraknya...
Cecil hanya tersenyum melihat suaminya telah kembali ke barak, sehingga rasa cemas nya sedikit teratasi meskipun belum diberi kabar...
"he lo ngapain senyum-senyum cil?" tanya Titi
__ADS_1
"kak aham udah balik ke baraknya" jawab Cecil sembari tersenyum
"sekarang tinggal tunggu chatnya aja" ucap Titi yang di anggukan oleh Cecil
"yaudah siap-siap aja yuk, bentar lagi udah adzan" ucap Cecil setelah melihat jam di dinding
mereka berdua bersiap untuk berangkat ke masjid, seperti biasa selalu ada empat bodyguard mereka yang melindungi kemanapun mereka berdua pergi...
setelah keluar dari barak Cecil tampak celingukan mencari keberadaan suaminya, pasalnya disana hanya ada Bima, Tino dan Riko saja...
"Aham masih siap-siap dek, kita tunggu bentar" ucap Bima yang melihat Cecil memandang ke arah barak Aham
"eh, i iya" jawab Cecil gugup
tak lama Aham datang, dia sudah mengenakan sarung, baju Koko putih dan peci....
"maaf ya lama, tadi gue ketiduran" ucap Aham kepada teman-temannya
kemudian dia beralih menatap ke arah Cecil yang sedang menunduk
"yaudah yuk jalan" ucap Aham
disepanjang perjalanan menuju masjid Aham dan Cecil berjalan beriringan di belakang sedangkan teman-temannya di depan...
"yang" panggil Aham
"iya?" tanya Cecil melihat ke arah Aham
"kenapa dari tadi diam aja?" tanya Aham
"nanti habis makan malam kita keluar ya" ucap Aham
"kemana?" tanya Cecil
"jalan-jalan di sekitar sini" jawab Aham
"iya" jawab Cecil
setelah sampai di masjid mereka menuju tempat masing-masing, seperti biasanya saat pulang mereka juga berjalan bersama-sama. hal itu sudah menjadi kebiasaannya mereka sejak beberapa minggu lalu...
tak berselang lama setelah selesai shalat dan kembali ke barak, mereka hanya meletakan alat-alat shalatnya kemudian berganti pakaian dan berangkat lagi ke ruang makan...
disana sudah tampak prajurit-prajurit yang tengah mengantri untuk mengambil makanan begitupun mereka yang baru sampai juga ikut berbaris untuk antri makanan...
setelah mendapatkan jatahnya masing-masing mereka duduk di tempat yang biasa mereka duduki sehari-hari nya...
"Selamat malam" ucap komandan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut
"selamat malam komandan" jawab mereka serentak
"Baik, disini saya akan memberikan pengumuman kepada kalian semua" ucap komandan
"nanti malam pasukan dari Surabaya akan datang karena mereka masih adek-adek kalian, saya harap kalian dapat memberi contoh yang baik kepada mereka. dapat dipahami?" tanya komandan
"siap dapat dipahami" jawab semuanya
__ADS_1
"yang kedua"
"saya ingin mengucapkan selamat kepada kapten kita, yaitu kapten Abraham yang telah melepas masa lajangnya kemarin lusa dengan meminang Cecillia, wanita cantik yang kini duduk di sampingnya" ucap komandan sambil tepuk tangan, diikuti oleh semua yang ada di sana
Cecil yang mendengar hal itu seketika menundukkan kepalanya karena malu dilihat oleh semua yang ada di sana...
"siap, terimakasih komandan" ucap Aham kepada sang komandan
"ya sama-sama"
"baik, silahkan di lanjutkan makan nya" kata komandan kemudian berlalu pergi
sepeninggal sang komandan, Cecil masih saja menunduk karena rasa gugupnya yang tak kunjung hilang. kini status mereka bahkan telah diketahui oleh seluruh orang disini...
Aham yang menyadari sikap aneh Cecil bingung...
"Kenapa?" tanya Aham kepada Cecil
"nggak, nggak papa kok" jawab Cecil gugup
tanpa aba-aba Aham menggandeng tangan Cecil, ditautkan nya jemari tangan kirinya dengan tangan kiri Cecil. dia berharap itu dapat mengurangi rasa gugup Cecil...
"udah gini aja" ucap Aham setelah jemari mereka ter taut sempurna
"nanti kalau ada yang lihat gimana?" tanya Cecil berbisik
"nggak, nggak ada yang lihat " ucap Aham yakin
namun sebenarnya ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan rasa iri, siapa lagi kalau bukan Alvin yang duduk di baris belakang mereka...
"kalah start" batin Alvin sembari melihat kemesraan Aham dan Cecil
"sabar bro, masih banyak yang lain" ucap temannya
disisi lain, Cecil baru akan memulai acara makannya
"udah makan ya" kata Aham lembut
"apa perlu aku suapi?" tanya Aham menggoda
"jangan macem-macem" ucap Cecil sembari melotot ke arah Aham
Aham hanya tersenyum geli melihat ekspresi wajah Cecil saat ini...
setelah fokus pada makanan masing-masing, mereka akhirnya menyelesaikan acara makan tanpa ada suara-suara berbincang lagi...
setelah selesai makan dan akan keluar, Aham tetap tidak mau melepaskan tangan Cecil. alhasil hal itu menjadi tontonan semua orang yang ada di sana...
"ih kak, malu banyak yang lihat" ucap Cecil
"nggak papa, biar mereka semua tahu kalau kamu udah sah jadi milikku" jawab Aham sambil melirik ke arah Alvin yang berdiri tak jauh darinya
"apaan sih, lebay" kata Cecil sembari melangkahkan kakinya
mau tidak mau tangannya tetap dalam gandengan Aham, memang sulit jika sudah berhadapan dengan orang cuek yang sedang merasakan cemburu...
__ADS_1