TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MUAL


__ADS_3

namun Aham tidak mengerti bagaimana perasaan Cecil jika dia keluar asrama menggunakan baju berbau abdi negara dan memancing mbak-mbak cantik untuk memandangi suaminya itu...


"ini sudah" ucap Aham sembari menunjukkan bukti transfer ke no VA online shop


"makasih" jawab Cecil


"sayang nya mana?" tanya Aham


"makasih sayang" ucap Cecil mengulang kata-kata nya tadi


"sama-sama sayang" jawab Aham sembari mengusap kepala Cecil


disisi lain Titi yang menyaksikan kemesraan sepasang suami istri itu merasa aneh, karena baru kali ini Cecil bersikap seperti itu...


tiba-tiba ada yang mengetok pintu


Tok....


Tok....


Tok....


"aku buka dulu, kayaknya anak-anak itu" ucap Aham kemudian berlalu menuju ke pintu utama


ternyata benar dugaan Aham, yang datang adalah Riko, Tino dan Bima


"masuk-masuk, langsung ke ruang makan aja" ucap Aham


"siap bos" jawab Tino semangat


"semangat bener lo no" ucap Riko


"gue dari pagi belum makan ko" jawab Tino


"dasar lo no, stok makanan di lemari banyak tapi malas masak aja kan lo" timpal Bima


"hehe tau aja lo Bim" jawab Tino


"udah-udah buruan masuk, Cecil sama Titi udah nunggu lama" ucap Aham


akhirnya mereka semua masuk dan menuju ruang makan....


"eh ada Titi" sapa Riko kemudian duduk di dekat Titi


"hai kak" ucap Titi


"yaudah yuk makan" ucap Cecil


"tuan rumah ambil dulu dong" kata Riko


"ambil bareng-bareng juga nggak papa. santai aja kali kak, kayak sama siapa aja" jawab Cecil


akhirnya Cecil memilih mengambilkan makan untuk Aham terlebih dahulu. karena semua makanan di meja adalah makanan kesukaan Aham, Cecil mengambil semua jenis makanan yang ada dan ditaruh di piring Aham...


Aham yang melihat hal itu kaget, karena porsi yang di ambilkan oleh Cecil bisa dibilang cukup banyak...


"yang, banyak banget" ucap Aham memelas kepada Cecil


"ini sedikit sayang, kamu harus banyak makan biar sehat" ucap Cecil


"gendut aku ntar" jawab Aham sambil memelas

__ADS_1


"biarin gendut, kan kalau kamu gendut nggak ada yang ngelirik kamu lagi" ucap Cecil


Tino, Riko, Bima dan Titi hanya tertawa mendengar obrolan Cecil dan Aham. Pasalnya mereka tahu bahwa Cecil itu tipikal orang yang cuek, tapi sekarang menjadi seperti ini...


"dek, kayaknya lo harus periksa ke dokter deh" ucap Bima


"aku nggak sakit kak" jawab Cecil


"lo nggak ngerasa pusing atau mual gitu?" tanya Titi


"nggak ti, kan gue sehat" jawab Cecil


"ke dokter ngapain? emang Cecil sakit apa?" ucap Aham


"lah kan Cecil istri lo bro, kenapa lo tanya kita-kita" ucap Tino


"tapi kan..." jawab Aham namun di potong oleh Bima


"udah ntar aja bahas lagi, gue laper banget ini belum makan dari pagi" ucap Bima


Aham yang masih penasaran tentang maksud teman-temannya akhirnya harus menunggu terlebih dahulu setelah selesai makan...


di tengah acara makan mereka, tiba-tiba Cecil lari ke kamar mandi. hal itu membuat Aham dan teman-temannya bingung...


"yang kenapa?" tanya Aham melihat Cecil meninggalkan tempat duduknya dan berlari ke kamar mandi


"gue susulin dulu" ucap Aham kepada teman-temannya


"cepet susulin ham" jawab Bima


Aham berlalu meninggalkan mereka untuk menyusul Cecil


mereka ber 4 saling menatap satu sama lain


"bener banget kak" jawab Titi


"gila top cer banget si Aham" ucap Riko


"wah bentar lagi dapet ponakan deh" ucap Bima


"pantesan dia cemburuan banget ke Aham akhir-akhir ini" sambung Bima


"yah kalian nggak tahu kan, gara-gara kak Aham pakai baju yang ada tulisannya TNI, Cecil beliin 30 baju buat kak Aham biar kalau keluar nggak pakai baju itu lagi" ucap Titi


"gila adek gue cemburunya ngabisin uang" kata Bima


"untung adek lo nikahnya sama Aham, coba kalau sama Riko bisa nangis di pojokan si Riko" timpal Tino sambil tertawa


"nggak nangis lagi no, gue bisa guling-guling di lapangan juga" jawab Riko


"haha kalau gue bisa miskin mendadak" ucap Tino


"terus sama Aham di turutin?" tanya Riko


"ya di turutin lah kak, Cecil nya mau bayar sendiri nggak boleh" jawab Titi


"kalau nggak di turutin bisa bahaya ko, gue pernah soalnya. seminggu lebih gue di cuekin sama tu anak" ucap Bima


mereka semua hanya menggeleng-gelengkan kepala karena Cecil


disisi lain, Aham berada di dalam kamar mandi bersama Cecil. dia tengah membantu Cecil yang sedang mengeluh mual

__ADS_1


"Hoek... Hoek..." (ini bayangin aja kayak suara muntahnya orang yaa 😴)


Cecil terus menerus mual, sehingga Aham dengan telatennya memijat pundak Cecil. saat tidak terdengar lagi suara Cecil mual, Aham bertanya kepada Cecil


"yang gimana? udah enakan belum?" tanya Aham


"masih sedikit mual" jawab Cecil


"ke kamar aja ya, biar bisa istirahat" ucap Aham


Cecil hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"aku gendong aja ya" ucap Aham yang akan meraih pinggang Cecil namun dicegah terlebih dahulu oleh Cecil


Aham membantu Cecil berjalan ke kamar tidur karena dia tidak mau digendong...


"kenapa dek?" tanya Bima yang melihat Cecil dibopong oleh Aham


"pusing sama mual Bim" jawab Aham


"kita ke kamar dulu ya, kalian selesain makannya nanti kalau mau nyusul ke dalam aja" sambung Aham


"oke ham" jawab Bima, Tino dan Riko


setelah Aham dan Cecil masuk ke dalam kamar mereka, Bima mulai memerintah teman-temannya


"ti, lo buatin teh ya buat Cecil" pinta Bima


"oke kak" jawab Titi


"Tino sama Riko ikut gue ke supermarket" ucap Bima


"ngapain Bim?" tanya Riko


"belanja lah" jawab Bima


"beli bahan makanan juga" sambung Bima


"lah ini makanannya banyak Bim" ucap Tino


"makanan kesukaan adek gue, kalau udah ngeluh pusing kayak gitu semua makanan nggak bisa masuk kecuali makanan yang dia makan pas sakit" jawab Bima


"okelah kuy" jawab Tino dan Riko bersamaan


"gue pamit ke si Aham dulu, takutnya ntar di cariin lagi" ucap Bima kemudian masuk ke dalam kamar Aham dan Cecil


sebelum masuk ke dalam, Bima terlebih dahulu mengetok pintu meskipun pintunya terbuka...


terlihat Aham yang duduk di samping Cecil sembari mengelus kepala Cecil, tangan kanannya di gandeng oleh Cecil...


Tok...


Tok...


"masuk aja Bim" ucap Aham setelah melihat siapa yang mengetok pintu


"gue sama anak-anak mau ke supermarket dulu, lo ada titip sesuatu nggak?" tanya Bima


"Sayang, kamu mau apa?" tanya Aham kepada Cecil


"makanan yang nggak terlalu manis aja kak" ucap Cecil dengan suara lirih

__ADS_1


"beliin makanan apa aja deh Bim, ini kartu gue bawa aja. nanti PINnya gue kirim wa" ucap Aham sembari menyerahkan kartu ATM kepada Bima


"nggak usah ham, pake uang gue aja" ucap Bima kepada Aham


__ADS_2