
“udah.. udah.. seminggu lagi kita flight ke jakarta ya” ucap aham sambil mengelus puncak kepala cecil
krukk...
krukk...
terdengar suara perut Cecil yang berbunyi , muka cecil sudah bersemu merah menahan malu karena suara perutnya yang tidak tahu sikon. Aham tertawa tanpa suara saat mendengar cacing di perut Cecil sedang berdemo...
"haduh nggak tahu sikon banget sih" batin Cecil
"Ayo" ucap Aham sembari menarik tangan Cecil agar berdiri
"kemana?" tanya Cecil yang sudah di gandeng oleh Aham
"udah ikut aja" jawab Aham
Aham dan Cecil berjalan beriringan tak lupa Aham yang setia menggandeng tangannya, Cecil hanya menunduk karena malu banyak pasang mata yang memandangi mereka...
Apalagi para ciwi-ciwi yang sedang nongkrong di taman itu, mata mereka fokus kepada Aham yang saat ini masih menggunakan pakaian dinas hariannya...
"kak" panggil Cecil kepada Aham
"kenapa?" tanya Aham
"bawa jaket nggak?" tanya Cecil
"bawa" jawab Aham
"aku pinjam" kata Cecil
"kamu kedinginan? bentar aku ambil di mobil" ucap Aham yang akan melangkah menuju mobilnya
namun dengan cepat tangan Aham digapai oleh Cecil
"aku ikut " jawab Cecil, kemudian dia malah yang duluan jalan dan menarik Aham yang berjalan di belakangnya. Aham hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Cecil yang seperti ini
Karena tempat mereka duduk tadi tak jauh dari mobil, maka apa yang mereka lakukan masih saja di perhatikan oleh ciwi-ciwi yang menurut Cecil gatel tersebut...
Aham masuk ke dalam mobil mengambil jaket, sedangkan Cecil menunggunya di luar sambil memperhatikan ciwi-ciwi itu...
"ini" ucap Aham sembari memakaikan jaketnya ke kedua pundak cecil
namun saat jaket itu sudah pas di tubuhnya, dia malah melepasnya dan membuat Aham bingung...
Dengan tiba-tiba Cecil memasangkan jaket itu ke aham, menyelubung kan lengan jaket ke tangan aham. Aham kaget dengan apa yang Cecil lakukan...
"loh katanya kamu dingin, kok masih di pake in ke aku sih?" tanya Aham saat jaket tersebut sudah melekat di tubuhnya
"aku nggak jadi dingin, kakak aja yang pakai yaa" jawab Cecil
"tapi aku nggak dingin cil, nanti malah gerah kalau pakai jaket" jawab Aham
__ADS_1
"udah ayo, tadi kita mau kemana?" ucapnya bertanya kepada Aham
akhirnya mereka berdua melanjutkan tujuan awalnya yang Cecil sendiri tidak tahu akan kemana...
Aham hanya mengernyitkan dahi nya karena bingung dengan yang dilakukan oleh cecil, namun setelah beberapa detik dia paham apa yang dimaksud oleh Cecil. saat dia menoleh sekeliling banyak sekali ciwi-ciwi yang memandangi dia sambil tersenyum...
"kamu cemburu ya... calon suami kamu yang ganteng ini di pandangin banyak cewek?" tanya Aham menggoda Cecil
"PD amat" jawab Cecil
"yaudah kalau gitu aku lepas ya jaketnya" ucap Aham
"no!" jawab Cecil
"iya iya aku pake, udah jangan ngambek ya. my heart is only for you " ucap Aham kepada Cecil membuat Cecil tersenyum
Dengan sengaja Aham merangkul pundak Cecil agar ciwi-ciwi tersebut tahu bahwa yang sekarang bersama dengannya itu calon istrinya bukan adiknya, karena banyak yang mengira Aham dan Cecil ialah kakak beradik...
Aham dan Cecil berbincang-bincang saat berjalan menuju tempat yang akan mereka tuju, sesekali mereka terlihat tertawa bersama. Hal itu membuat banyak pengunjung di sana merasa iri karena keserasian mereka berdua...
Sesampainya di tempat yang di tuju oleh Aham yang tak lain adalah sebuah restoran, mereka berdua masuk ke sana dan memilih tempat duduk di paling pojok karena menurutnya disana tidak terlalu ramai...
mereka sudah memesan beberapa makanan yang baru saja datang, seperti halnya di asrama disini mereka berdua juga makan tanpa suara. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka berdua saat ini...
selesai makan, mereka tidak langsung pergi karena di luar sedang hujan yang cukup deras. mau tidak mau mereka harus tinggal di sana beberapa saat menunggu hujan reda, akhirnya mereka memesan kembali makanan ringan untuk menunggu hujan reda sembari berbincang-bincang...
"oh ya, hari Sabtu kamu libur kan?" tanya Aham kepada Cecil
"kita cicil buat prewedding ya" jawab Aham membuat Cecil tersedak karena saat ini dia sedang minum
"uhukk... uhukk..."
"pelan-pelan makanya" ucap Aham sambil menepuk bagian punggung Cecil
setelah merasa normal kembali, Cecil baru melihat ke arah Aham...
"kenapa prewedding sekarang?" tanya Cecil
"kan habis pengajuan, kita langsung nikah" jawab Aham enteng
" bisa se enteng itu ya bilangnya" batin Cecil sambil melongo
"lebih cepat lebih baik cil" sambung Aham
"iya kak" jawab Cecil
"memang benar apa yang dikatakan oleh kak Aham, setidaknya kalau aku sama dia udah nikah nanti si bang Alvin nggak akan ganggu aku lagi" batin Cecil
"emm cil, aku mau tanya sama kamu" ucap Aham
"ya? tanya apa kak?"
__ADS_1
"apa selama aku tinggal tugas, kamu nggak ada masalah disini?" tanya Aham yang penasaran akankah Cecil menjawab jujur
"emm... nggak ada kok kak" jawab Cecil berbohong
"bener nggak ada?" tanya Aham
"enggak"
"jangan pernah kamu sembunyikan sesuatu masalah dari aku apalagi yang menyangkut ketenangan mu ya" ucap Aham
"kakak tahu?" tanya Cecil
aham menghadap ke Cecil dan tersenyum sekilas
"apa sih yang nggak aku tahu dari kamu" ucap Aham
"aku nggak papa kok kak, ada kak Bima dan yang lainnya bantuin aku saat itu " jawab Cecil
"memang kamu nggak papa, tapi aku nggak suka jika ada yang mengusik sesuatu yang akan menjadi milikku" jawab Aham sambil memegang tangan cecil
"aku tahu" jawab Cecil sembari tersenyum
"dasar posesif" gumam Cecil yang masih terdengar oleh Aham
"bukan posesif tapi protektif" jawab Aham membela dirinya sendiri
setelah hujan reda, akhirnya mereka memilih untuk kembali ke asrama karena waktu juga sudah sore dan tidak baik jika harus meninggalkan asrama terlalu lama meskipun hari ini Aham masih off...
setidaknya sekarang hubungan mereka jauh lebih baik dibandingkan sebelum mereka berangkat ke Papua, hal itu membuat Cecil tak henti-hentinya bersyukur karena cinta pertamanya akan menjadi cinta terakhir baginya...
Aham memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang terletak tidak jauh dari pos penjagaan, karena disekitar barak mereka tidak ada parkiran mobil berbeda dengan rumah-rumah yang ditempati oleh prajurit yang sudah berkeluarga...
Cecil dan Aham tetap berjalan beriringan sambil berbincang, namun tiba-tiba ada yang memanggil nama cecil
"cil" panggil orang tersebut dari pos jaga
orang tersebut berlari ke arah Cecil dan Aham kemudian berhenti di depan mereka berdua...
"Selamat sore kapten" ucap Alvin, ya orang itu adalah Alvin
"sore" jawab Aham dengan nada yang tidak bersahabat, dia sudah mengetahui apa yang di alami oleh Cecil karena ulah alvin apalagi cara alvin memberhentikan Cecil dan Aham saat ini sangatlah tidak sopan
"cil aku mau bicara sama kamu" ucap Alvin menghadap ke arah Cecil
"tidak ada yang perlu kamu bicarakan dengan Cecil" ucap Aham
"mohon maaf kapten, saya sedang bicara dengan Cecil" bantahnya
melihat raut wajah Aham yang sedang menahan amarah, Cecil segera menarik tangan Aham. dia takut hal yang tidak di inginkan nya terjadi disini..
"ayo sayang" ucap Cecil menarik tangan Aham pergi meninggalkan alvin
__ADS_1