TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PENGGANGGU


__ADS_3

akhirnya mereka ber lima memilih untuk pergi ke balai meninggalkan Cecil dan Aham berdua...


Di dalam rumah....


Cecil masih fokus dengan permainan game nya sedangkan Aham tak henti-hentinya melihat ke arah Cecil tanpa ber kedip...


tangan kanannya ia gunakan untuk menyangga dagunya


"sayangggg" rengek Aham karena Cecil tak kunjung meletakkan handphone nya


Cecil hanya melirik Aham tanpa menyahuti panggilannya


"sayangg, kok aku di cuekin sih" ucap Aham sembari memegangi tangan Cecil


"apa?" tanya Cecil cuek


"kamu marah ya sama aku? aku minta maaf ya kalau baru sempat nemu in kamu" ucap Aham


"hmm ya" jawab Cecil


"kok cuek sih yang" ucap Aham


"ada apa sayang, kalau aku salah minta maaf ya tapi jangan cuekin aku" imbuh Aham


"kamu tau nggak apa salahmu?" tanya Cecil


Aham hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya membuat Cecil mendengus kesal


"kamu bilang ke Titi sama yang lain ada acara di balai, tapi kamu nggak nawarin aku mau kesana nggak. kok kamu pilih kasih banget sih" protes Cecil karena ia juga ingin mengikuti acara di balai


Aham menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"iya maaf, kamu mau kesana juga? ayo" ajak Aham


"nggak, udah nggak mood" jawab Cecil


Aham yang kebingungan merayu Cecil hanya bisa terduduk lesu


"sayang, aku kangen banget sama kamu. udah lama nggak ketemu kamu, cuma bisa ngobrol lewat telfon. aku bersyukur banget kamu tugas di daerah sini, tapi di satu sisi aku juga khawatir karena ini dekat sama daerah rawan. aku nggak bisa jaga kamu 24 jam kayak di asrama, aku cuma bisa titipin kamu ke om-om yang jaga di depan. kalau aku ada waktu luang, aku bakal sempetin untuk jenguk kamu disini." ucap Aham

__ADS_1


Cecil melihat ke arah Aham yang tampak menunduk lesu


"iya maaf kalau aku kelewatan mas, mood ku banyak berubah akhir-akhir ini. aku jadi lebih sensitif" ucap Cecil meminta maaf dengan meraih tangan Aham


"nggak papa sayang, hal itu wajar terjadi sama ibu hamil. aku minta maaf ya karena selama kehamilan kamu ini nggak bisa jadi suami siaga yang bisa ada saat kapan saja kamu butuhkan" ucap Aham


"nggak papa mas, udah jadi resiko ku menjadi istri seorang tentara. udah konsekuensinya aku ditinggal tugas" jawab Cecil


Aham mencium keningnya kemudian memeluk Cecil dengan erat dan dibalas pelukan juga oleh Cecil...


"jadi aku udah di maafin ini?" tanya Aham


"aku baru mau maafin kalau mas ajak aku ke balai" jawab Cecil


"nggak mau berdua an disini?" tanya Aham dengan mengedipkan mata genitnya


"nggak, aku takut kamu apa-apa in aku" jawab Cecil


"kan udah sah sayang" ucap Aham sedikit memelas


"mas kehamilanku masih rawan jadi kita nggak boleh ngapa-ngapain dulu sebelum melewati trimester pertama" tegas Cecil membuat Aham melemas


"hmm puasa" keluh Aham


"janji sayang, nggak akan" jawab Aham


"yaudah yuk ke balai, aku takut semakin lama disini malah semakin khilaf" ajak Aham


"aku mau ganti baju dulu, masak aku pakai daster" jawab Cecil kemudian masuk ke dalam kamar mengganti baju nya dengan dress ber resleting di bagian belakang


namun karena kesusahan mengancingkan resleting nya, ia meminta bantuan Aham


"mas" panggil Cecil


"ada apa sayang?" tanya Aham


"bantuin aku" ucap Cecil sembari keluar dari dalam kamar dengan memegangi baju bagian belakangnya


"bantuin apa?" tanya Aham bangkit dari duduknya

__ADS_1


"kancing in resleting ku" pinta Cecil


"iya" jawab Aham sembari berjalan ke belakang Cecil


bukannya segera mengancingkan, Aham malah memandangi punggung mulus istrinya itu. ia mulai menciumi punggung istrinya itu yang membuat Cecil juga terlena karena sudah lama tidak di sentuh oleh Aham....


Aham memberikan beberapa tanda di punggung sang istri, bukannya berhenti sampai disitu ia malah melancarkan aksinya karena sang istri juga terlena...


tok....


tok....


tok....


kegiatan mereka terhenti karena suara ketukan pintu


"mas udah" pinta Cecil karena suara ketukan pintu tak berhenti


Cecil takut jika itu teman-temannya dan kemudian ia ketahuan bermain di ruang tamu..


"hmm, siapa sih ganggu aja" kesal Aham merapikan baju Cecil dan dirinya yang sudah ter oyak karena kegiatan panas mereka


"buka pintunya gih" pinta Cecil


Cecil kembali duduk dan melihat ponselnya kembali


tok...


tok...


"ya sebentar" sahut Aham


Aham membuka pintu dengan perlahan, ia kaget melihat siapa yang datang ke mess tersebut....


"ada keperluan apa?" tanya Aham kepada orang tersebut


"gue mau ketemu Titi" jawab Tino


ya benar, yang datang ialah Tino. ia berniat menemui Titi

__ADS_1


"buat apa?" tanya Aham


"ada urusan yang harus dibahas" jawab Tino santai


__ADS_2