TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
CECILIA


__ADS_3

"apa mungkin Aham nya belum move on ya" celetuk mama Riko


"mungkin juga sih, soalnya Aham enggak pernah pacaran sama siapa-siapa setelah itu" jawab mama Aham


"bahkan Cecil juga demikian jeng, sampai ada beberapa temannya datang ke rumah aja enggak dia terima" ucap mama Cecil


"tapi Alhamdulillah mereka sekarang bersama lagi, saya bersyukur sekali ketika mereka berdua menerima perjodohan dari kami" ucap mama Aham


"iya jeng benar sekali, lambat laun sikap dan sifat-sifat mereka yang dingin bisa mencair kembali karena kebersamaan di antara mereka" jawab mama Cecil


................


Di sisi lain, Aham yang mengantar Cecil menuju sekolah harus menjalankan motornya pelan-pelan agar Cecil dan baby yang sedang ia kandung nyaman....


"yang" panggil Aham kepada Cecil namun Cecil diam saja


"sayang" panggil Aham lagi


"hmm" jawab Cecil


"jangan marah dong" ucap Aham


"maaf ya sayang" sambungnya sembari meraih tangan Cecil agar berpegangan kepadanya namun di tolak oleh Cecil


"yang pegangan ya" pinta Aham


"enggak" jawab Cecil


"yang, masak kamu lebih suka pegangan ke pinggang firman yang lebar daripada pinggang suami mu yang ramping ini" gumam Aham


Cecil hanya menahan tertawa melihat tingkah suaminya yang bingung membujuknya


sesampainya di sekolah, Cecil hanya salaman ke Aham tanpa ada cium pipi yang biasa Cecil lakukan. Sontak Aham tidak mau melepaskan tangan Cecil


"lepasin mas, banyak yang lihat tau" ucap Cecil kepada Aham


bukannya menjawab, Aham malah memeluk Cecil kemudian mencium kening Cecil sembari berkata


"sayang maaf ya, jangan marah-marah lagi. aku enggak bisa kamu cuek in kayak gini, mulai sekarang kamu mau apa aja pasti aku turut i" ucap Aham


Cecil yang mendengar hal itu menyadari bahwa sikapnya kepada Aham sangat keterlaluan, bertahun-tahun rasanya sudah cukup bagi mereka untuk dipisahkan dan kali ini mereka tidak ingin berpisah lagi...


"serius?" tanya Cecil


"iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu" ucap Aham kepada Cecil


"oke deh"

__ADS_1


"kamu mau aku belikan apa nanti sore sekalian jemput kamu?" tanya Aham antusias setelah melihat sinyal-sinyal perdamaian antara dirinya dengan Cecil


"nanti aja aku chat, aku masih mikirin mau apa" jawab Cecil


"sayang masuk dulu sana" pinta Aham


"enggak, seperti biasa mas pulang dulu" jawab Cecil


"baiklah sayang ku" jawab Aham


"aku pulang dulu ya" sambungnya


"hati-hati, jangan ngebut" ucap Cecil


"siap laksanakan" jawab Aham


setelah Aham sudah tidak terlihat dari pandangan Cecil, barulah Cecil masuk ke dalam. namun sebelumnya dia menunggu Titi dahulu yang sedang berbincang dengan Tino


"ti ayo, sudah mau masuk" ucap Cecil kepada Titi


"bentar cil" jawab Titi


"kak Tino nanti aja pacaran nya ya" ucap Cecil kepada Tino


"iya iya cil" jawab Tino yang mengerti bahwa mood Cecil sedang buruk


"sana sayang, mood Cecil kayanya lagi buruk. tadi juga kayanya marah sama Aham dia" bisik Tino kepada Titi


"iya sayang" jawab Tino


akhirnya Titi dan Cecil masuk ke dalam sekolah...


"kamu ada masalah sama kak Aham?" tanya Titi kepada Cecil


"enggak kok ti" jawab Cecil


"serius cil? biasanya kamu enggak kayak gini loh" ucap Titi


"benaran kok ti, mana pernah aku bohong ke kamu" jawab Cecil


"sudah yok ke kelas, kasihan anak-anak nunggu in" ajak Cecil kepada Titi yang masih saja mempertanyakan masalahnya


"iya cil, tapi kalau ada apa-apa cerita aja ya" ucap Titi dijawab anggukan oleh Cecil


mulai Cecil dan Aham menikah, dia tidak pernah curhat mengenai masalah keluarga kecilnya kepada orang luar bahkan mama papa nya pun tidak tahu. Aham berpesan jika ada masalah mereka berdua harus mampu menyelesaikan sendiri, karena menikah adalah pilihan mereka berdua jadi konsekuensi nya harus di tanggung berdua...


.............…

__ADS_1


Tak terasa mereka sudah mengajar sampai jam 4 sore, dan sekarang sudah waktunya pulang, Aham maupun tino sudah menunggu di depan gerbang untuk menjemput pujaan hatinya. Kali ini mereka berdua mengendarai mobil karena membawakan makanan pesanan cecil yang sangat banyak…


“kenapa pakai mobil?” tanya cecil yang baru saja datang


“tadi mau pakai motor enggak bisa sayang karena bawa ini” jawab Aham sembari menunjuk banyak makanan yang ia taruh di dasbor mobil dan sebagian berada di kursi tengah


Cecil hanya ber oh ria karena melihat pesanan nya kepada Aham yang ternyata sangat banyak..


“yaudah ayo ke penginapan” ajak cecil yang sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di tengah karena di depan ada tino


“iya sayang” jawab Aham


Aham melajukan mobil nya menuju penginapan para mama karena titi dan tino juga akan berkunjung ke sana. Setelah sampai mereka langsung masuk karena sang mama sudah memberitahu kalau mereka semua berkumpul di ruang keluarga yang ada di penginapan itu…


“selamat sore mama mama” sapa cecil kepada semua orang disana


“sore sayang” jawab semuanya bersamaan mengikuti nada cecil membuat Aham dan tino tertawa


Mereka semua berkumpul dan berbincang-bincang, beberapa saat kemudian fia yang selesai membersihkan dirinya ikut bergabung bersama mereka semua…


“sore kak” sapa fia kepada tino, titi, Aham dan cecil


“sore” jawab titi dan cecil sedangkan Aham dan tino hanya diam saja


“kakak ini yang dulu pernah ke stikes xx ya?” tanya fia kepada Aham dan tino


Semuanya menghadap ke arah Aham dan tino, sedangkan yang di tanya hanya fokus pada handphone nya. Titi yang tidak enak dengan fia pun menyenggol lengan tino agar berhenti bermain handphone..


“kenapa sayang?” tanya tino kepada titi


“fia tanya kamu kak” jawab titi berbisik ke tino


“tanya apa?” tanya tino namun bukannya dia menghadap ke arah fia, tetapi menghadap ke arah titi yang ada di sebelah nya


“kakak pernah ke stikes xx?” tanya fia lagi


“enggak pernah” jawab tino, karena memang mereka enggak pernah berkunjung ke tempat tersebut


Sementara itu Aham hanya diam saja karena tidak ingin terlalu banyak ber komunikasi dengan orang yang belum dia kenal dengan baik, apalagi mengingat cecil yang sangat cemburuan belum lagi pengaruh kehamilannya membuat dia menjadi gampang berubah mood. Bisa jadi mala petaka jika dia menjawab pertanyaan fia tadi…


“mas” panggil cecil kepada Aham


“kenapa sayang?” tanya Aham lembut kepada cecil


“aku mau minum itu” ucap cecil menunjuk minuman yang di pegang oleh Aham dan sudah menjadi sisa Aham karena dia sudah meminumnya


“aku ambil in yang baru ya?” ucap Aham kepada cecil

__ADS_1


“enggak mau, aku mau yang itu” jawab cecil


“oke ini sayang” ucap Aham membantu cecil untuk minum


__ADS_2