
"kamu pengen aku gemuk yang?" tanya Aham yang datang dengan membawa minum
"pengennya gitu biar nggak ada yang lirik" jawab Cecil
"okelah"
"tapi jangan, aku suka badan mas yang sekarang ini aja udah agak tembem kan" ucap Cecil menyela
Aham melihat ke arah istrinya itu dengan tatapan penuh arti
"jangan lihatin aku kayak gitu" ucap Cecil saat tahu Aham memandangi dirinya
"yang aku mau tanya deh" ucap Aham
"tanya apa?"
"jadi kamu lebih suka sama aku apa sama badanku?" tanya Aham
"ih pertanyaannya" ucap Cecil
"jawab dong yang" ucap Aham
"dulu waktu masih SMP mas kan krempeng itu aja aku udah suka mas" jawab Cecil
"kamu inget nggak pertemuan kita sebelum nikah?" tanya Aham
"iya inget" jawab Cecil
"aku masih inget banget gimana ekspresi kamu lihat aku saat itu hahaha" ucap Aham sembari tertawa
"ih kok ketawa sih" kata Cecil cemberut
"habis kamu lucu banget sampai melongo gara-gara lihat aku, nggak kedip lagi" jawab Aham
"kalau lucu kenapa waktu itu nggak ketawa? malah melotot kan aku jadi takut" tanya Cecil
"ya jaga image dong yang, kan waktu itu kita masih perang dingin" jawab Aham
"iya dingin banget, sampai rasanya di deket mas aja udah kayak berdiri di deket bongkahan es besar" ucap Cecil
"tapi sekarang es nya udah mencair kan" goda Aham sembari mencium pipi Cecil
"butuh tenaga ekstra ya mas untuk mencairkan nya, jadi tolong kerjasama nya" jawab Cecil
"iyaa sayang, kamu minta apa aja dari aku pasti aku kasi" ucap Aham memeluk sang istri
dia memang sangat keterlaluan saat itu dan penyesalan selalu dia rasakan setiap harinya, tapi untungnya dia bisa bersama lagi dengan Cecil dan menebus apa yang ia perbuat sebelumnya kepada istri cantiknya itu...
Keberuntungan ada di tangan Aham karena sang pujaan hati juga masih sangat menyayangi nya dan menerima Aham kembali, meskipun Cecil sering protes tentang sikapnya di masa lalu...
Suara adzan terdengar dari masjid di asrama membuat Cecil melepaskan pelukan dari Aham...
__ADS_1
"ke masjid yuk" ajak Cecil
"nggak di rumah aja yang?" tanya Aham
"di masjid aja, masak mas lupa kalau hari ini ada doa bersama?" tanya Cecil
"kamu nggak papa nih ikut ke masjid?" tanya Aham balik
"nggak papa mas, kenapa emangnya?" tanya Cecil lagi
"nanti acara nya mungkin sampai isya yang, jadi langsung nyambung shalat isya disana" jawab Aham
"nggak papa mas, aku juga pengen ikut doa bersama" ucap Cecil
"yaudah kalau gitu ayo ambil wudhu dulu" ajak Aham sembari mengelus kepala Cecil
Cecil mengambil wudhu terlebih dahulu, diikuti oleh Aham yang berjaga di dekat pintu kamar mandi...
saat Cecil berdiri seperti ini, Aham memperhatikan bentuk tubuh istri nya yang semakin berisi karena nafsu makan Cecil yang semakin bertambah tiap hari nya. Perut Cecil pun sudah terlihat besar jika ia memakai baju yang bahannya jatuh...
"mas kenapa lihatin kayak gitu?" tanya Cecil
"baby udah makin besar ya sayang" ucap Aham
"udah jalan 3 bulan ya?" tanya Aham lagi
"iyaa mas, kalau dihitung dari terakhir aku datang bulan sih udah 11 Minggu" jawab Cecil
"iyaa sayang, tunggu aku ya" kata Aham
"iyaa mas, nggak akan aku jalan sendirian ke masjid" jawab Cecil sembari tertawa
setelah Aham selesai wudhu dan memakai baju Koko untuk shalat, mereka berdua bergegas pergi ke masjid...
"yang" panggil Aham saat mereka berdua sudah berjalan bersama
"kenapa mas?" tanya Cecil
"nanti habis isya kita ke mama ya, mau pamitan langsung ke mama. takutnya besok pagi malah nggak bisa ketemu mama pas berangkat, nanti sekalian ajak Tino sama Titi kamu yang kabari yaa" ucap Aham
"iyaa mas " jawab Cecil
"yaudah masuk gih, hati-hati sayang. oh iya kamu duduk di yang ada karpetnya ya, takutnya kamu kedinginan nanti" ucap Aham setelah sampai di depan masjid
"iyaa mas siap" jawab Cecil
Cecil masuk ke dalam masjid begitu pun dengan Aham
dia langsung bergabung dengan ibu-ibu lainnya yang ada di sana, dan tak lama Titi juga menyusul masuk ke dalam...
"duduk disini saja Bu biar nggak kedinginan" ucap Bu Bayu yang tak lain adalah ibu dari Ani
__ADS_1
"baik Bu terimakasih" jawab Cecil
"ini ada 2 tempat kosong Bu?" tanya Cecil
"oh itu sengaja saya sisa kan untuk Bu Aham dan mbak Titi" jawab Bu Bayu
"ya ampun terimakasih loh Bu" ucap Cecil kepada Bu Bayu
tanpa ia sadari ternyata yang duduk di sampingnya adalah Ani, anak yang datang ke rumahnya sore tadi...
"Ani" ucap Cecil kepada Ani setelah melihat ke arah Ani
"eh ibu" ucap Ani merasa sungkan
"Bu Aham sudah kenal dengan anak saya?" tanya Bu Bayu
"sudah Bu, kebetulan tadi pas saya bersih-bersih lihat Ani jalan lewat depan rumah terus saya panggil. saya kan orang baru disini jadi ingin tahu tentang daerah sini" jawab Cecil berbohong
"oh iyaa iyaa Bu" ucap Bu Bayu
tak lama Titi datang
"mbak Titi sini" panggil Bu Bayu
"terimakasih Bu" ucap Titi yang sudah duduk di samping Cecil
"kenapa tumben telat?" tanya Cecil
"nunggu kak Tino lama banget, ternyata kak Tino nya nunggu in kak Bima sama kak Riko yang nggak siap-siap pakai sarung" jawab Titi
"haduh kenapa mereka gaya-gaya an pakai sarung padahal udah tau kalau nggak bisa pake nya" ucap Cecil menepuk jidat nya
"katanya karena doa bersama jadi mereka harus memakai sarung biar kelihatan kayak akhi-akhi" jawab Titi
Cecil hanya menggeleng-geleng kan kepala mendengar cerita dari Titi
mereka melaksanakan shalat magrib dengan khusyuk dilanjutkan dengan doa bersama dan shalat isya...
setelah selesai, Titi dan Cecil berjalan bersama keluar dari masjid dengan tangan Titi menggandeng Cecil...
"Lo ngapain gandeng tangan gue kayak gitu ti?" tanya Cecil
"ini biar safety sesuai pesan kak Aham cil, Karen kak Aham besok berangkat jadi gue harus meyakinkan kak Aham kalau lo baik-baik saja bersama gue" jawab Titi
"kayak orang sakit tahu nggak jatuhnya" ucap Cecil
karena Cecil dan Titi sudah melihat Aham dan Tino yang berdiri di dekat pagar menunggu mereka berdua, Cecil melepaskan pegangan Titi dan berlari ke arah Aham...
Aham dengan sigap meraih tangan Cecil dan memeluknya karena dia takut Cecil akan terjatuh
"jangan lari-lari yang" ucap Aham kepada Cecil
__ADS_1