TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
CERAMAH AHAM


__ADS_3

dia tak lain adalah Bima, sedari pagi dia duduk termenung sendiri di taman itu. entah apa yang dia pikirkan namun tidak ada satu orangpun yang tahu akan hal itu ...


"Ya Allah, berat sekali cobaan ini" ucap Bima sembari memegang foto rindi yang masih dia simpan sampai saat ini


setelah mendapat pesan dari Aham, dia bergegas untuk datang ke rumah Aham. dia berfikir bahwa Cecil tidak ada di rumah sehingga dia meng iya kan ucapan Aham ...


sebelum pergi, dia membuang semua foto Rindi di tempat pembakaran sampah. dia berniat untuk melupakan Rindi mulai saat ini


setelah sampai di rumah Aham, Bima mengetuk pintu terlebih dahulu. namun beberapa kali dia mengetuk tidak kunjung ada yang membukakan pintu...


Tok tok tok...


tok tok tok...


"dimana lagi si Aham ini, katanya ada di rumah" gumam Bima


setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu dibuka, namun yang membukakan bukan lah Aham melainkan Cecil...


"Eh kak Bima, masuk" ucap Cecil


"Aham nya ada kan?" tanya Bima


"ada kok" jawab Cecil


"kenapa nggak langsung masuk aja kak?, kan biasanya sama kak aham juga diminta langsung masuk" tanya Cecil


"nggak apa-apa cil" jawab Bima singkat


"yasudah aku panggilkan kak aham dulu" ucap Cecil kemudian berjalan menuju kamar nya


"mas, ada kak Bima di depan" ucap Cecil kepada Aham yang tengah fokus dengan laptop nya


"kenapa kamu nggak ngomong langsung aja ke Bima sayang?" tanya Aham karena yang menyuruhnya memanggil Bima kesini ialah Cecil


"kan alasannya tadi mas mau ngasih kak Bima arahan" jawab Cecil


"iya sih" ucap Aham


"yaudah kamu sini dulu" pinta Aham kepada Cecil agar mendekat ke arahnya


"ada apa?" tanya Cecil sembari berjalan mendekat ke arah Aham


setelah posisi mereka dekat, Aham langsung menarik tangan Cecil sehingga Cecil terduduk di pangkuan Aham...


"ih mas ngapain sih?" tanya Cecil yang merasa risih karena pelukan Aham


"nggak papa sayang" jawab Aham sembari menciumi pundak Cecil


"geli tau" ucap Cecil

__ADS_1


"sana ih, kasihan kak Bima nya nunggu in" ucap Cecil kepada Aham


"ini kan rencana kamu tapi aku yang harus lakukan, jadi aku minta bayaran nya" ucap Aham kepada Cecil


"bayaran apa?" tanya Cecil


"nanti malam ya sayang" pinta Aham dengan suara manjanya


"nanti malam apa?" tanya Cecil yang masih tidak mengerti


"berdiri dulu ya" ucap Aham


Cecil berdiri dan melihat Aham melangkah menuju lemari, dia terus memperhatikan gerak gerik Aham...


"nanti malam pakai ini ya" ucap Aham sembari memegang baju haram milik Cecil yang ia belikan beberapa waktu lalu


"ha?" tanya Cecil bingung


"sebagai bayarannya, aku minta jatahku nanti malam ya" ucap Aham


"kan nggak boleh" jawab Cecil


"dokter nggak bilang tidak boleh tapi dokter bilang harus pelan-pelan dan nggak boleh di dalam sayang" ucap Aham menjelaskan


"kenapa sih yang berhubungan sama itu selalu ingat!!" ucap Cecil jengkel sembari menabok Aham


"biar anak kita nggak kangen sama papa nya, nanti dia malah bisa-bisa nggak kenal sama papa nya gara-gara jarang dijengukin" ucap Aham


"ada-ada aja sayang"


"nanti malam" ucap Aham memberikan baju haram kepada Cecil


dia berjalan keluar kamar, sebelum menutup pintu pun dia masih mengingatkan Cecil...


"nanti malam" ucapnya lagi barulah dia menutup pintu


"ih nyebelin" ucap Cecil setelah Aham keluar


tak lama Cecil juga keluar untuk membuatkan Bima dan Aham minum, karena pasti pembicaraan mereka akan berlangsung lama ...


Cecil membuat kopi untuk mereka berdua, sembari membuat kopi dia juga menguping pembicaraan antara Aham dan Bima. namun saat ini mereka masih membahas masalah pekerjaan...


setelah selesai membuat kopi, dia bergegas memberikan kopi kepada Aham dan Bima...


"nggak usah repot-repot kali dek" ucap Bima setelah tahu Cecil membawa nampan berisi dua cangkir


"nggak kok kak, kan kakak makin jarang kesini jadi sekali kesini harus di jamu" jawab Cecil


"bener tuh kata Cecil, lo kemana aja nggak kesini?" tanya Aham

__ADS_1


"baru juga dua hari nggak main udah dicariin aja, emang segitu kangennya kalian sama gue?" tanya Bima


"nggak juga sih tapi aneh aja biasanya lo tiap jam berkunjung, eh ini malah nggak kelihatan batang hidungnya sama sekali" jawab Aham


"ya maaf, gue capek banget akhir-akhir ini" ucap Bima


"santai aja sih Bim, cuma ni adek lo tanya in tentang lo terus. tadi aja upacara masih sempat-sempatnya dia cariin lo, padahal di sampingnya udah ada suami yang ganteng nya masyaallah begini" ucap Aham


"Lo nggak boleh cemburu kalau sama gue ham, kan lo tau gue kakak kesayangannya Cecil haha" jawab Bima


"iya gue tau"


"oh iya Bim, gue mau tanya sesuatu boleh?" tanya Aham


"iya mau tanya apa jam?" tanya Bima


"Lo sama cindi sebenernya kayak gimana sih?" tanya Aham


"gue sama cindi nggak ada apa-apa ham", jawab Bima


"tapi waktu itu lo bilang kalau ada hubungan sama cindi, apa jangan-jangan itu akal-akalan lo aja biar si Titi nggak ngejar lo lagi" tanya Aham yang membuat Bima tersedak air liurnya sendiri


uhukkk.... uhukkkk


"wah ini, jangan-jangan bener omongan gue tadi ya Bim?" tanya Aham


"bener apaan, ini ada temennya tersedak bukannya bantuin malah di interogasi dulu


"eh kak nggak papa?" tanya Cecil


Cecil langsung bergegas mengambil kan air minum yang banyak kemudian memberikannya kepada Bima


"diminum sampai habis kak" pinta Cecil


"siap"


setelah meminum air yang diberikan oleh Cecil, Aham kembali menyambung interogasi nya kepada bima..


"Lo kenapa sih ham?" tanya Bima kepada Aham


"enggak gue kepikiran sama hubungan lo sama cindi aja Bim. kalian berdua kan nggak punya hubungan yang baik sebelumnya, tapi kenapa tiba-tiba jadi deket begini. apalagi si cindi ngikutin lo terus kemana-mana, emang lo nggak risih Bim?" tanya Aham


"kan yang minta dia buat datang itu gue ham, jadi gue ngerasa kalau ini fine-fine aja buat gue" jawab Bima


"Bim, jangan bohongin perasaan lo ke seseorang, tapi jika itu menurut lo yang terbaik buat semuanya. tolong kasih penjelasan yang masuk akal sampai-sampai lo rela buat ngelakuin hal itu meskipun diluar kebahagiaan lo" ucap Aham memberikan wejangan kepada Bima


"siap ham makasih" jawab Bima


"oh ya udah jam 3 ini, gue pamit dulu ya" ucap Bima berpamitan

__ADS_1


"lah kenapa kak?" tanya cecil


"habis ini ada latihan tembak cil, kalau gue telat bisa-bisa jadi sasaran tembaknya" jawab Bima sembari tertawa


__ADS_2