
“ya begitu lah Cil, dia gengsi mau ajak elo balikan mungkin. Sampai gue tau kalian berdua dijodohkan, gue bilang ke dia kalau jadi orang itu jangan gengsi-gengsi giliran sama orangtuanya dijodohkan sama mantan yang masih dia sayang aja cengar-cengir sendiri di barak. Sampai adek-adek letting pada takut lihat dia tiba-tiba senyum-senyum sendiri, terus tiba-tiba bagiin makanan ke anak-anak barak. Dan yang paling berkesan itu pas kalian mau lamaran, elo tau Cil suami elo ini bagiin makanan kompi yang ia pegang” jelas Tino
“elo kok jadi bongkar rahasia gue sih no” ucap Aham yang tidak terima
“itu momen yang berkesan ham, jadi wajib dibagikan biar banyak yang inget bagaimana galaunya seorang Aham waktu putus dengan Cecillia. Kalau dijadikan novel bisa bayak yang baca nih kisah cinta elo” tutur Tino
“kayak bisa bikin novel aja elo, yang ada kisah elo nantinya yang gue bikin novel. Judul nya pelabuhan cinta sang buaya darat , bagaimana bagus enggak?” tanya Aham sembari tertawa
“enak aja elo, perlu di ingat ham kalau elo juga mantan buaya yang tobat karena ketemu pawang. Jadi sesama mantan buaya jangan saling menyudutkan, lebih baik bantu doa in gue juga biar cepet-cepet di acc sama calon pawang gue” ucap Tino
“iya gue doa in yang terbaik buat elo berdua yang terbaik deh pokoknya, semoga apa yang kalian impikan bisa terwujud” jawab Aham
“amin. tapi inget ya kak kalau titi menerima kakak, kakak harus jaga titi sebaik mungkin. Jangan kayak kevin atau pun kak bima yang bisanya cuma kasih janji manis dan berakhir menyakiti. Kalau sampai nantinya kakak bikin titi nangis awas aja, aku lapor in ke tante” ancam cecil
“enggak akan cil, insya allah. Kalau titi menerima gue, gue akan jaga titi sebaik mungkin dan enggak akan mengecewakan dia” ucap tino
“oke, kata-kata kakak sudah aku rekam di hp ini jadi nantinya kalau kakak sampai ngelanggar tanggung sendiri akibatnya. Karena titi itu sudah tak anggap sebagai saudaraku sendiri jadi apa pun yang menyakiti titi, aku bakalan maju lebih dulu” ucap cecil
“siap ibu abraham” jawab tino tegas layaknya seorang prajurit yang tengah berhadapan dengan komandannya
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka sebentar lagi sampai di barak, karena masih ada anggota dari barak bujang yang sedang melaksanakan apel malam sehingga mereka menunggu terlebih dahulu sampai apel malam selesai. Karena Tino, Riko maupun Bima tidak mengikuti apel malam ini, alhasil mereka besok akan menjalani hukuman yang akan diberikan oleh Aham dan Aham akan turut melaksanakan hukuman karena dia lah yang mengajak tino, riko dan bima keluar…
“kok berhenti ham?” tanya Tino karena tidak tahu kalau apel malam sudah dimulai
“iya mas, ditempat gelap lagi” protes cecil karena memang Aham memberhentikan mobil nya di tempat yang minim cahaya, tujuannya agar tidak terlihat elo anggota yang sedang melaksanakan apel malam
“ini barak bujang masih apel malam, lebih baik kita tunggu disini sampai mereka bubar dulu. Enggak enak kalau kita pulang dilihat sama mereka, kalau disini mereka enggak akan ngira kalau itu kita” jawab Aham
“oalah iya mas” jawab cecil
“ oh gitu, yaudah hukumannya besok aja ya ham. Gue sudah ngantuk berat ini” pinta Tino
Aham sejenak berpikir mempertimbangkan permintaan Tino
“kalau gue bersikap gitu ke kalian bisa di cap enggak adil gue, gue harus profesional juga meski pun elo teman gue tapi kalau di lingkungan militer kan gue harus adil sama semua karena kalau sudah masuk itu pagar yang gue pimpin bukan satu dua orang aja. Kita jalan in hukumannya bareng-bareng kan yang bikin kalian telat apel malam juga gue” jawab Aham menjelaskan
“ iya gue paham ham” jawab Tino meng anggukan kepala tanda memahami apa yang dikatakan oleh Aham
“kenapa kalian enggak nyusul aja, kan itu belum mulai?” tanya cecil
“iya sayang, itu memang belum mulai. Tapi bima sama riko juga belum sampai, masak iya kita ninggalin mereka terus mereka ngejalanin hukuman berdua aja” jawab Aham sembari mengelus kepala cecil, cecil yang mengerti hanya tersenyum dan mengangguk karena salut akan sifat setia yang dimiliki oleh Aham
__ADS_1
Tak lama handphone Aham berdering, ternyata yang menghubungi Aham adalah salah satu anggota barak bujang yang menggantikan Bima memimpin apel malam.
“Selamat malam ndan, mohon maaf mengganggu waktunya” ucap anggota tersebut
“iya selamat malam, bagaimana apa apel sudah selesai?” tanya Aham
“izin menjawab, apel sudah selesai ndan dan kami semua sekarang sudah berkumpul di lapangan belakang sesuai perintah” jawabnya , sebelumnya Aham sudah mengirim pesan kepada anggota nya tersebut untuk berkumpul di lapangan belakang. Hal itu biasa dilakukan oleh Aham jika ada anggota nya yang pulang telat atau tidak mengikuti apel
“baik, 5 menit lagi saya akan sampai di sana” jawab Aham
“siap ndan”
Aham menutup telepon tersebut, dia melajukan mobil nya menuju tempat parkir. Setelah keluar dari mobil ternyata Bima dan Riko juga baru saja sampai dan berjalan ke arah mereka.
“mas, aku balik ke rumah duluan ya” ucap cecil kepada Aham
“kita barengan aja ya, kan ke lapangan belakang juga lewat rumah kita” jawab Aham karena saat malam hari jalan ke arah barak lampunya sengaja di matikan agar tidak ada yang berkeliaran atau nongkrong di luar
“oh iya mas” jawab cecil
“kita telat apel ya” ucap riko yang baru saja bergaung dengan mereka
“tu brodi elo di toilet lama, pakai acara matanya kemasukan serangga lagi” jawab riko
“sudah yok jalan ke lapangan belakang, kasihan anak-anak sudah nunggu lama itu” ajak Aham
“kamu tidur duluan aja ya, kunci pintunya dari dalam. Aku sudah bawa kunci satunya jadi enggak perlu nunggu aku” ucap Aham kepada cecil setelah mereka sampai di depan rumah
“iya mas, kamu hati-hati” jawab cecil
“iya sayang” jawab Aham sembari mengecup kening cecil
Cecil masuk ke dalam rumah, sedangkan titi juga sudah masuk ke dalam barak nya
“hmm ngelihat Aham sama cecil kayak gitu jadi pengin cepet-cepet nikah gue” celetuk riko
“makanya cepat cari cewek yang bisa diajak nikah, lah elo keluarnya cuma sama kita-kita” ucap Aham
“iya benar kata Aham ko, elo harusnya contoh trik nya si tino waktu deketin cewek.pas olahraga minggu aja kalau ada cewek yang menarik langsung gas deketin minta wa nya” ucap bima sambil tertawa
“eh eh eh perlu di revisi ini brodi, gue enggak pernah minta wa nya. Yang gue minta cuma user instagram nya kok” ucap tino menyanggah pernyataan bima
__ADS_1
“sama aja no, berakhir di wa terus kalau dia sudah nyaman elo ghosting” jawab Aham sembari tertawa
“huss huss, awas aja kalau rahasia ini sampai bocor ke pujaan hati gue ya ham. Lo akan jadi tersangka pertama kalau hal itu terjadi” ucap tino
“haha takut ketahuan nih yee” ledek Aham
“siapa sih pujaan hati elo itu, Aham sudah tau ham?” tanya riko
“oh itu si… hmmmpff” sudah Aham terpotong karena mulutnya ditutup oleh tino dengan tangan
“diam elo ham” ucap tino
“siapa sih no?” tanya riko lagi
“eh itu sudah pada nunggu” ucap tino mengalihkan pertanyaan riko
“lepas in dulu tangan elo, kalau ada yang lihat jadi berkurang wibawa gue. Tar bisa di keroyok anggota lain elo dengan dugaan penyiksaan terhadap komandan” ucap Aham
“gila benar punya teman kapten banyak risiko juga ya” jawab tino sembari melepaskan tangannya dari Aham
Aham berjalan terlebih dahulu ke arah para anggota nya diikuti Riko, Tino dan Bima di belakang. mereka bergabung dengan barisan sedangkan Aham berdiri di depan mereka semua...
"Selamat malam" ucap Aham menyapa semuanya
"Selamat malam Ndan" jawab semuanya serentak
"baik terimakasih kepada semuanya yang sudah bersedia hadir disini malam ini, sebelumnya saya mohon maaf karena menganggu waktu istirahat kalian semua" ucap Aham
"siap tidak Ndan" jawab semua anggota
"baik alasan saya mengumpulkan kalian semua disini karena dua hal. Yang pertama pasti kalian menyadari saat apel malam tadi anggota kalian ada yang tidak hadir atau bahan telat kembali ke barak, oleh karena itu seperti sebelum-sebelumnya jika ada anggota yang terlambat apel maupun terlambat pulang dengan alasan yang tidak spesifik maka akan dikenakan hukuman yang dilaksanakan malam ini juga. Baik yang merasa tidak mengikuti apel malam hari ini silahkan maju ke depan" pinta Aham dengan suara kerasnya
"Siap Ndan" jawab Riko, Tino dan Bima
mereka bertiga maju bersamaan ke depan barisan, karena akan melaksanakan hukuman yang diberikan oleh Aham...
"Kalian sudah tahu hukuman apa yang akan kalian jalankan?" tanya Aham
"Siap sudah" jawab mereka bertiga karena memang peraturan tersebut tertulis dan terpampang di masing-masing lemari anggota
"Ambil posisi sikap tobat selama 15 menit untuk malam ini, untuk besok pagi kalian yang berjaga di masing-masing pos" ucap Aham
__ADS_1