TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
NYALI NYA TAK DIRAGUKAN


__ADS_3

"coba aku ingin melihat calon istri ku" ucap Aham yang sudah mengalihkan teleponnya ke video call


Cecil akhirnya menerima video call dari Aham


"*kamu dimana?" tanya Aham kepada Cecil


"ini di kelas kak" jawab Cecil*


"Bu Cecil kok senyum-senyum, pasti itu kapten ganteng ya?" tanya salah satu siswi, Cecil hanya mengangguk sambil tersenyum namun tak terasa air matanya menetes


"*siapa?" tanya Aham


"fans kakak" jawab Cecil


"coba hadapkan handphone mu ke mereka, jangan lupa di loadspeaker yaa" pinta Aham*


Cecil menuruti apa yang dikatakan oleh Aham


"wahh ternyata kelasnya anak-anak rempong ya" begitulah Aham menjuluki kelas ini


"wah kapten ganteng beneran"


"kapten main kesini lagi dong"


"kami kangen kapten"


"*next time ya haha" jawab Aham


"Cecil?" panggil Aham, kemudian Cecil memutar handphonenya menghadap ke arahnya


"iya"


"sudah dulu ya, nanti aku hubungi lagi" ucap Aham


"jaga diri baik-baik" sambungnya


"kakak juga" jawab Cecil, tak lama Aham mematikan teleponnya*


Cecil menghela nafas pelan


"gini ya rasanya LDR, apalagi baru aja deket udah pisah" batin Cecil


dia mulai membuka bahan ajar miliknya, telepon dari Aham yang tak sampai 10 menit itu sudah membuat hatinya tenang...


"sudah yuk kita mulai pelajaran hari ini" ucap Cecil kepada murid-murid baru nya


mereka memulai pelajaran dengan tenang, setiap harinya Cecil dan Titi hanya mengajar di jam pagi saja, sedangkan Kenan dan yang lainnya mendapatkan jam acak. Karena sekolah tersebut menerapkan sistem full day jadi Kenan dkk pulang lebih sore ...


Sedangkan geng saingan mereka mengajar di SMA yang berbeda, dan memilih untuk menyewa kost daripada tinggal di asrama. setidaknya hal itu membuat Cecil dan Titi bahagia karena tidak ada yang mengusik hidup mereka...


tepat pukul 12.00 siang, Cecil dan Titi sudah rampung mengajar. Mereka biasa berjanjian di dekat gerbang karena Bima akan menjemput mereka disana nantinya...

__ADS_1


sembari menunggu Bima datang, Cecil membuka WhatsApp miliknya kemudian mengetikkan pesan kepada Aham...


"jangan lupa ibadah dan makan siangnya" ucap Cecil


tak ada balasan dari Aham, Cecil menyadari mungkin Aham tengah sibuk disana karena tadi saat mereka telepon terdengar beberapa orang yang memanggil Aham sebelum akhirnya telepon itu di akhiri olehnya...


Sesampainya di asrama, dia turun dari mobil sembari memandangi handphonenya menunggu notifikasi dari Aham sampai-sampai dia tidak menyadari kalau sudah ada kedua mamanya di sana...


"Tante apa kabar?" ucap Titi yang langsung berhambur memeluk mama nada


mendengar itu Cecil langsung tersadar dari lamunannya, dia melihat ke arah depan sudah ada Mama Isma dan mama nada yang duduk di teras baraknya...


"mama udah lama?" tanya Cecil yang akhirnya menyalami kedua orang tersebut


"baru sampai kok" jawab mama isma


"kamu itu jangan main handphone mulu biar tahu kalau ada kita disini" ucap mama nada


Cecil hanya mengangguk pelan


"masuk dulu ma" ucap Cecil mempersilahkan mereka masuk


mereka berbincang-bincang tentang rencana pengajuan dan pernikahan Aham dan Cecil, ya Aham sudah memberitahu orang tuanya tentang rencana untuk mempercepat mempersunting Cecil...


"Aham sudah bilang pada papa juga mama cil tentang rencana pengajuan kalian yang dipercepat, kami semua mendukung hal itu. lebih cepat lebih baik" ucap mama nada


"iya ma" jawab Cecil


"sudah jangan murung terus, Aham hanya pergi satu bulan lalu kembali lagi. kamu harus terbiasa seperti ini ya" ucap mama isma yang sangat tahu bagaimana sang putra beberapa kali harus meninggalkan rumah selama berbulan-bulan dan belum lagi dia harus di pindah tugaskan ke daerah-daerah pedesaan seperti sekarang ini


setelah kepulangan mama nya, Cecil masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya.


"huft..." Cecil membuang nafas pelan


"kenapa lo?" tanya Titi ke Cecil


"nggak papa, hari-hari kayaknya jalan lama banget deh ti" ucap Cecil


"ya itu karena lo mikirin orang yang nggak ada di sisi lo" jawab Titi


"udahlah jangan di hitung kepulangan dia, jalani hari se enjoy mungkin. percaya deh sama gue, ntar lo bakal ngerasa hari kepulangan kak Aham itu sudah dekat" sambungnya


seperti saran Titi , Cecil berusaha menjalani hari-hari nya dengan bahagia meskipun dia tetap kepikiran tentang Aham namun Titi selalu menghiburnya saat dia murung...


Beberapa hari ini Cecil di sibukkan dengan berbagai laporan-laporan yang harus dia kumpulkan, belum lagi ada hal yang membuatnya menguras tenaga. Alvin terus-menerus mencoba untuk mendekatinya, mulai dari memberi makanan, cokelat maupun bunga...


namun hal itu dapat di atasi oleh Bima dan teman-temannya memang mereka lah yang bisa di andalkan saat Aham tidak ada...


.


____flashback on____

__ADS_1


saat ini Cecil dan Titi sedang berjalan keluar dari asrama untuk mencari makan, biasanya Bima lah yang mengantar mereka. namun saat dihubungi ternyata tidak tersambung, sedangkan Tino dan Riko handphonenya tidak aktif...


dengan terpaksa mereka berdua berjalan di malam hari, namun saat melewati pos jaga terlihat Alvin dan teman-temannya yang berjaga. hal itu membuat Cecil merasa tidak nyaman, Titi juga merasakan hal tersebut...


Tanpa sepengetahuan Cecil sebelum melewati pos jaga, dia sudah mengirimkan spam chat kepada Bima, Tino dan Riko karena perasaannya yang tidak enak...


benar saja, Alvin tiba-tiba menghadang di depannya sembari membawa sebuah kotak kecil yang mungkin isinya sebuah cincin. awalnya Cecil tak menghiraukan Alvin namun tiba-tiba tangannya sudah di tarik oleh Alvin...


"lepas!" ucap Cecil


"kamu kenapa sih cil hindari aku terus" ucap Alvin yang berusaha mendekati Cecil namun dengan sigap Titi menghadang pergerakan Alvin


"lo ngapain sih gangguin Cecil terus ha!!" kata titi yang sudah merasa kesal


"ini nggak ada urusannya sama lo" ucap Alvin kemudian menarik tangan Cecil kembali, tanpa pikir panjang Alvin langsung berlutut di hadapan Cecil sembari membuka kotak cincin yang dia bawa (bayangin aja kayak orang lagi ngelamar)


"cil gue cinta sama lo, please terima gue jadi calon suami lo" ucap Alvin


"gila lo ya" umpat Titi


"lepas nggak, kalau nggak..." Cecil berusaha melepaskan tangan Alvin, matanya sudah mulai berkaca-kaca karena merasakan perih di tangannya. tiba-tiba ada yang memotong ucapannya


"lo ngapain adek gue ha?!" ucap Bima penuh penekanan


ya Bima dan teman-temannya lah yang datang ke sana, dia masih bersama semua temannya yang datang dari Jakarta karena mereka baru saja selesai latihan saat Titi spam chat ke Bima. dengan cepat Bima datang ke tempat yang ditunjukan oleh Titi bersama mereka semua karena takut jika Bima akan bertindak berlebihan...


"gue cuma nyatain perasaan gue bang" ucapnya sedikit nyolot


prok... prok... prok...


"nyali nya nggak di ragukan Bim" ucap temannya


"lo tahu kan siapa Cecillia" ucap Bima kepada Alvin


"gue tahu, dia tunangan Kapten Abraham. tapi sebelum mereka nikah nggak ada yang bisa ngelarang orang buat deketin salah satu dari mereka" jawabnya dengan suara lantang


"lo tunggu aja Aham pulang" jawab Bima


"waduh kalau Aham tahu bisa habis tuh anak" ucap Tino


Aham memang sangat menyeramkan jika ada seseorang yang berani mengusik ketenangan nya, apalagi mengusik yang jadi miliknya...


___flashback off___


.


setelah hal itu terjadi, Alvin tak lagi bertindak nekat hanya saja dia tetap mengirimkan bunga dan cokelat setiap harinya...


......................


Tak terasa besok adalah hari dimana Aham akan pulang dari tugasnya, selama kurang lebih satu bulan ini hanya beberapa kali saja mereka berdua mengirim pesan maupun telepon...

__ADS_1


Cecil memulai harinya dengan senyuman, mengingat pesan Aham beberapa hari yang lalu. Aham meminta agar cecil segera menyiapkan diri karena saat dia pulang nanti dia akan mencoba tes Cecil tentang pengajuan nikah agar saat pengajuan beneran dia tidak gugup...


"nggak sabar buat nunggu besok" gumam Cecil sambil tersenyum


__ADS_2