
"pinjam handphone yang" ucap Aham kepada Cecil
Cecil langsung memberikan handphone kepada Aham
"aku juga pinjam handphone kamu yang" pinta Tino kepada Titi
"buat apa?" tanya Titi
"mau lihat isi DM kamu" jawab Tino
sementara Aham sendiri sudah melihat isi DM di akun sosial media milik Cecil, dan benar saja banyak pesan yang masuk yang tidak Cecil balas disana...
"Weh berani-beraninya si Arya" ucap Aham
"Arya siapa ham?" tanya Tino
"Arya junior kita DM in Cecil hampir tiap hari" ucap Aham
"hahaha ini juga DM in Titi dia, jadi nggak sabar balik ke Jakarta" jawab Tino
Cecil dan Titi hanya saling melihat satu sama lain, entah apa yang akan dilakukan oleh pasangan mereka saat kembali ke Jakarta nantinya...
"DM gimana di Cecil?" tanya Tino
"ini kayak operator provider" jawab Aham
" •Hallo Dek•
•Boleh kenalan nggak•
terus ini ada balas story Cecil juga, dibalas
•Eh adek di Jakarta ya, Abang juga di Jakarta nih• " ucap Aham mempraktekkan apa yang dikirim oleh juniornya kepada Cecil
"parah sih, kalau di Titi nggak sampai balas story sih. itu anak ngincer istri lo ham hahaha" jawab Tino sembari tertawa
"lah ini malah mengetik lagi, dia kayaknya komen story yang barusan gue buat" ucap Aham
"emang lo buat story apa?" tanya Tino
"buat story foto Cecil lah, kalau langsung buat foto gue yang ada dia nggak balas chat lagi" jawab Aham
"dia balas apa emang ham?" tanya Tino
"katanya `kok makin hari makin cantik` " jawab Aham
"udah vc aja, gas in" ucap Tino
akhirnya Aham langsung me video call Arya, dan beruntungnya panggilan tersebut di angkat
......................
"Hallo dek" ucap Arya di seberang telepon
"Hallo kak" jawab Cecil karena diminta oleh Aham
"lagi apa nih dek?" tanya Arya
__ADS_1
"kok kamu kayak di rumah dinas ya" ucap Arya lagi melihat warna pintu dan jendela di belakang Cecil
handphone kemudian di ambil alih oleh Aham namun ia belum menampakkan wajahnya
"Hallo bang" ucap Aham kepada Arya
"iya ini siapa?" tanya Arya
"bang, saya mohon lah jangan ganggu pacar saya lagi" ucap Aham pura-pura memohon
"kalian ini baru juga pacaran, jadi adek Cecillia belum jadi hak siapa-siapa" ucap Arya yang sok bijak
semua orang disana tertawa kecuali Aham yang menahan emosi ingin segera membuat perhitungan dengan adek letting nya itu...
Aham mengarahkan kamera ponsel itu ke wajahnya, yang sontak membuat Arya terkejut bukan main...
"Arya" ucap Aham dengan tegas
"Siap Ndan" jawab Arya, ia yang tadinya tiduran berpindah posisi menjadi duduk tegap saking kagetnya
"kamu tahu kesalahan kamu apa?" tanya Aham
"siap tahu Ndan" jawab Arya
"apa kesalahanmu?" tanya Aham lagi
"siap, saya menganggu hubungan orang lain Ndan" jawab Arya
"hubungan siapa yang kamu ganggu?" tanya Aham
"kamu tahu yang kamu panggil dengan sebutan dek itu siapa?" tanya Aham
"siap tidak Ndan" jawab Arya
"yang kamu panggil dak dek dari tadi itu Ny. Cecillia Abraham" sahut Tino mendekat ke arah Aham
ucapan Tino membuat Arya terkejut karena dia tidak tahu kalau Cecil adalah istri Aham
"siap saya salah Ndan" ucap Arya
"dan ada satu hal lagi, kamu juga chat ke akun ini kan?" tanya Tino
"izin menjawab iya bang" jawab Arya
"dia tunangan saya" ucap Tino
"tunggu kami pulang dan tunggu kejutan yang kami siapkan nantinya" ucap Aham kepada Arya kemudian Aham mematikan video call tersebut
Aham menghela nafas panjang
"kenapa ham?" tanya Tino
"heran gue, kayaknya pas baru masuk itu mereka ngaku punya pacar semua deh" jawab Aham
"ya mungkin mereka ada konflik terus putus gitu mas" ucap Cecil
"tapi yang, ini nggak bisa di toleransi lo. bisa-bisanya dia nge DM istri seniornya" jawab Aham
__ADS_1
"ya kan mereka nggak tahu kalau lo sama Cecil" ucap Tino
"meskipun muka gue cuma kelihatan sekilas, harusnya mereka kenalin gue dong" ucap Aham
"kamu juga sih yang" sambung Aham
"kok jadi aku?" tanya Cecil
"kamu kok nggak post foto kita yang muka ku kelihatan jelas sih?" tanya Aham
"ya kan emang baru foto itu aja yang bagus" jawab Cecil
"ini cuma ada foto prewedding yang aku hadap ke belakang terus kamu hadap ke depan, muka ku kelihatan cuma sedikit yang" jawab Aham
"foto pengajuan nggak ada?" sambung Aham bertanya
"masih di laptop" jawab Cecil jujur
"post gih yang" pinta Aham
"kamu ini minta aku posting-posting, lihat Ig kamu mana ada foto aku" ucap Cecil
"ada kok" jawab Aham menunjukkan foto mereka berdua jaman masih SMP
"ya pantes aja adek kamu chat aku, lawong fotonya aja foto jaman kapan ini. Gitu kok marah ke aku gara-gara aku nggak post foto yang jelas, situ aja post foto nggak jelas juga. kalau kamu post foto yang sekarang, pasti nggak ada yang chat aku" ucap Cecil membuat nyali Aham kembali menciut
Cecil kembali masuk ke dalam kamar meninggalkan Titi, Tino dan Aham yang masih terbengong-bengong di ruang tv...
"kakak sih, udah tau mood nya Cecil banyak berubah gara-gara hamil malah digituin" ucap Titi
"kayaknya kita balik aja deh yang" ucap Tino kepada Titi
"udah ya ham, kita berdua balik. selamat perang dunia ketiga yaa" ucap Tino
mereka berdua kembali ke tempat masing-masing meninggalkan Aham dan Cecil, Aham perlahan mendekat ke arah kamar mereka...
disana tampak Cecil yang sedang meringkuk membelakangi dirinya, terlebih dahulu Aham melepas atasan baju loreng nya karena merasa gerah dan menyisakan baju kaos yang ia kenakan sebagai dalaman...
"yang" panggil Aham kepada Cecil
"maafin aku ya, aku nggak bermaksud gitu" ucap Aham memegang tangan Cecil
"aku sadar aku salah, sekarang kita post bareng-bareng foto kita ya" pinta Aham
Cecil melihat ke arah Aham
"post aja sendiri" ucap Cecil
"tapi kan kalau aku post sendiri nanti kalau kurang di kamu nya gimana?" tanya Aham karena memang Cecil paling rewel jika bab posting memposting foto namun tidak ada tanggapan dari Cecil
"ini kamu pilihin fotonya ya" ucap Aham sembari memberikan ponselnya kepada Cecil
"please yang" ucapnya memohon
akhirnya Cecil mau menerima handphone aham karena dia juga takut kalau apa yang di post Aham tidak sesuai dengan kehendaknya malah akan memperburuk mood nya...
ia memilih tiga foto yang memiliki latar sama, pertama fotonya menggunakan baju Persit, kedua foto mereka berdua dan ketiga foto Aham menggunakan baju pdh nya...
__ADS_1