TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
LOLOS?


__ADS_3

Kali ini mereka tidak hanya berangkat berdua, namun ke empat orang tuanya juga ikut serta namun menunggu di sekitaran taman…


Aham dan Cecil masuk ke dalam aula yang sudah di isi oleh beberapa pasang prajurit dan kekasihnya yang juga menunggu pengumuman tersebut...


Setelah menunggu lama akhirnya mereka di beri amplop dengan nama masing-masing beserta nama pasangan, amplop tersebut boleh di buka ketika mereka sudah meninggalkan aula...


Cecil hanya bisa mematung mendengar apa yang dikatakan oleh ibu persit di depan, ia takut sekali jika saat membuka amplop hasilnya akan mengecewakan. Setelah diperbolehkan untuk keluar, mereka berdua bergegas untuk pergi...


"Kita buka di depan orang tua saja ya" ucap Aham seraya berdiri dan meraih tangan Cecil, namun tampaknya Aham kali ini juga sedikit cemas


"Apa nggak seharusnya kita buka dulu aja?" tanya Cecil ragu karena takut membuat kecewa


"sudah jangan takut, apapun hasilnya orangtua kita akan mengerti. Gagal bisa mengulang lagi kan" jawab Aham sambil tersenyum


Aham berjalan menggandeng tangan Cecil, tangannya terasa dingin di kulit Aham. Hal itu membuat Aham semakin tidak ingin membuka amplop tersebut, namun apapun hasilnya mereka harus tetap menerimanya...


Akhirnya Aham dan Cecil memilih untuk membuka amplop tersebut di hadapan orang tua mereka, di sepanjang perjalanan menuju parkiran mereka sama-sama diam. Mereka berdua takut apa yang mereka usahakan akan gagal...


Disisi lain, orang tua mereka yang sedang menunggu di parkiran melihat kedua anaknya berjalan ke arah mereka...


"Eh jeng, itu anak kita" ucap mama isma antusias


"oh iyaa" jawab mama nada


"sini sayang" sambung mama nada memanggil anak-anaknya


"loh kenapa muka kalian lesu begini?" tanya mama Isma khawatir


"tidak apa ma" jawab Cecil


"bagaimana dengan hasilnya ham?" tanya papa dana


"iya ham, hasilnya gimana? kalian lolos kan?" tanya papa tama khawatir


"jangan jangan...." ucap mama isma yang dipotong oleh Aham


"kami belum membukanya" jawab Aham cepat seraya memperlihatkan amplop yang masih tersegel


"yaudah sini biar mama yang buka" ucap mama Isma merebut amplop dari tangan aham


"eh ma.." ucap Aham saat amplop tersebut sudah lepas dari tangannya


"udahlah biar mama-mama kalian yang buka" ucap papa Tama


Hal itu tentunya membuat Aham dan Cecil semakin takut, apalagi saat melihat hasil nya raut wajah mereka yang cerah berubah menjadi masam...


ke empat orang itu ber gerumbul dan sesekali melihat ke arah Aham dan Cecil, Cecil hanya mampu menunduk menahan agar air matanya tidak jatuh jika apa yang di dengarkan ya nanti...


"Bagaimana ma?" tanya Aham kepada orangtuanya


"hasilnya..." ucap mama isma tidak yakin


"udah ya nggak usah di fikirkan lagi" ucap papa dana


"yang sabar ya nak" kata mama nada mengelus bahu anaknya


"maksudnya apa ma?" tanya Aham memastikan


"sudah ayo kita pulang" ucap Cecil yang tidak ingin mendengar hal tersebut

__ADS_1


namun saat akan melangkah masuk ke dalam mobil, tiba-tiba mama Isma meneruskan ucapannya. Cecil sudah mulai meneteskan air matanya saat itu, sedangkan aham masih menunggu jawaban sang mama


"yang sabar ya kedepannya Cecil akan menjadi beban kamu" ucap papa dana sambil tersenyum


kalimat itu membuat Aham dan Cecil seketika melihat ke arah orang tua nya yang sedang tersenyum bahagia karena bisa mengerjai mereka berdua...


Dengan reflek tiba-tiba Aham mengangkat tubuh Cecil karena saking bahagianya, apa yang mereka perjuangkan kini terjadi...


"makasih ya sayang" ucap Aham mengecup puncak kepala Cecil


akhirnya tangisan Cecil kali ini menjadi tangisan bahagia..


"ekhem" dehem mama isma


"dunia milih berdua sekarang jeng, haha" ucap mama nada sambil tersenyum


"udah di lanjut di apartemen aja sayang-sayang an nya, sama kita bahas acara selanjutnya ya" ucap papa Tama


mereka semua akhirnya pergi meninggalkan kantor tempat Aham tugas dengan rasa yang amat sangat bahagia, Aham dan Cecil tak henti-hentinya bersyukur karena mereka tidak mengalami kesulitan sama sekali saat melakukan pengajuan...


......................


sesampainya di apartemen mereka mulai membersihkan diri karena seharian sudah panas-panasan...


setelah selesai bersih-bersih dan makan, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. senyuman tak henti-hentinya terpancar dari wajah Aham dan Cecil, entah mengapa wajah mereka seperti ber seri-seri saat ini...


"oke, karena kalian sudah lolos pengajuan. apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?" tanya papa dana kepada Cecil juga Aham


"menikah!" jawab Aham lantang dan enteng


"ngebet banget sih ham" ejek papa Tama membuat semuanya tertawa kecuali Cecil dan Aham yang malu


"besok pa" jawab Aham cepat


mendengar jawaban dari anaknya, mama Isma langsung men jitak jidat Aham


"he, kamu pikir nikah itu cuma sekedar saya terima nikahnya" ucap mama Isma kepada Aham karena tak habis pikir akan jawaban anaknya itu


"lebih cepat lebih baik kan ma" jawab Aham


"meskipun begitu, apa kamu udah siapin persyaratannya?" tanya mama nada


"sudah siap semua, tunggu" jawab Aham, kemudian berlalu menuju kamar mengambil berkas-berkas mereka


"kekeh banget si aham" gumam mama Isma


"ini" Aham menyodorkan berkas-berkasnya


"tapi kamu juga harus daftar dulu ham, ada tahapan yang harus di lalui juga" ucap papa Tama


"bener kata Tama, tidak bisa dalam sehari jadi" imbuh papa dana


setelah berfikir beberapa saat, akhirnya Aham mengambil keputusan


"sebentar" ucap Aham sembari mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang


...----------------...


"Hallo ham" ucap teman Aham yang tak lain adalah Wira, dia adalah salah satu pegawai KUA di daerahnya

__ADS_1


"Hallo wir, gue butuh bantuan nih" ucap Aham


"apa ham, ngomong aja" jawab Wira


"gue mau nikah tapi belum daftar ke kantor, kalau online bisa nggak? kalau bisa sih besok udah nikah" ucap Aham kepada temannya tersebut


"gini ham, paling cepet itu lusa deh ham. soalnya kalau besok itu kalian harus dateng ke KUA dulu urus-urus yang lain juga"


"gitu ya, oh ya kalau gue ngumpulin di lo bisa nggak. biar gue dapet nomor awal" kekeh Aham


"lo kirim aja scan berkasnya ke gue, nanti langsung gue proses" jawab Wira


"oke , makasih ya wir"


"yoi bro" jawaban Wira mengakhiri telepon tersebut


...----------------...


orang tua mereka yang ada di sana tercengang karena sikap kekeh anaknya yang apa-apa harus terjadi...


"sudah beres" ucap Aham jelas semua orang yang disana


"besok langsung ke sana yaa" ucap Aham kepada Cecil dan di anggukan oleh Cecil


"udahlah kalau kapten yang bertindak, papa mama nya bisa apa" ucap mama isma


"kalian mau langsung resepsi?" tanya papa dana


"nggak" jawab mereka berdua bersama


"loh kenapa? kan biar di umum in sekalian" ucap papa Tama


"resepsi nunggu kita selesai tugas aja pa, supaya temen-temen kita bisa ikut kumpul semua" jawab Aham


"baiklah kalau gitu, urusan dekor dan persiapan buat akad serahkan sama mama-mama kalian aja. kalian tinggal terima jadi" kata papa Tama dan disetujui oleh papa dana


"siap pa"


"yaudah kalian istirahat dulu, besok masih ada yang harus kalian urus" kata mama nada


Akhirnya mereka semua masuk ke kamar masing-masing karena harus mengistirahatkan dirinya...


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa vote, like, dan komen yaa


jangan lupa juga follow ig ku @fitrianlst_

__ADS_1


terimakasih ❤️❤️


__ADS_2