
waktu terasa begitu cepat bagi mereka kali ini, setelah shalat mereka bergegas memasak kemudian makan...
Karena asyik bercengkerama tak terasa hari sudah petang dan menunjukkan pukul 20.30, Aisi dan Ratih berpamitan untuk pulang...
Mereka tidak menginap karena masih ada barang-barang yang belum di bereskan, oleh karena itu mereka besok akan kembali ke asrama pagi hari karena jadwal perpisahan mereka pukul 09.00...
Malam ini Cecil sedikit gundah karena akan meninggalkan tanah Papua, dia akan terlebih dahulu kembali ke Jakarta sedangkan sang suami aham baru kembali satu bulan kemudian...
Titi yang melihat Cecil grasak-grusuk pun bertanya kepada Cecil...
"cil?" panggil Titi
"ada apa kok kayaknya nggak tenang gitu?" tanya Titi
"nggak tau ti, perasaanku nggak tenang aja kalau aku duluan pulang sedangkan mas aham masih tugas disini" jawab Cecil
"hmmm, mau bagaimana lagi kan sudah tugas nya disini cil. Tinggal satu bulan juga jadi cepat kan, kita aja nggak kerasa udah satu tahun disini" ucap Titi
"iya ti, aku juga belum pamitan sama mas aham kalau besok udah berangkat. Mas aham tau nya kita balik ke asrama aja hari ini" ucap Cecil
"Kamu chat aja dulu, siapa tau nanti ada sinyal disana terus kak aham bisa baca pesanmu" saran Titi
"baiklah" jawab cecil pasrah
"udah tidur yuk, besok kita masih ada perpisahan sama orang sini. Kamu takutnya nanti malah kecapekan" ucap Titi
"okay ti, makasih ya" jawab Cecil
Titi memberikan tanda jempol kepada Cecil dengan artian mengiyakan
__ADS_1
..
Keesokan pagi nya, alarm mereka berbunyi pukul 05.00
Baik Cecil maupun Titi bergegas untuk melaksanakan shalat subuh, setelahnya Titi menghangatkan lauk kemarin sedangkan Cecil diminta mandi terlebih dahulu...
setelah selesai mandi mereka bergegas mengisi perut, tak lupa Titi sudah menyiapkan susu untuk Cecil dan beberapa suplemen lainnya...
karena waktu sudah menunjukan pukul 08.45 maka mereka membereskan semuanya dan bersiap berjalan menuju tempat perpisahan. mereka dibantu oleh om-om untuk membawakan barang, sedangkan kunci rumah Cecil titipkan kepada adik aham yang biasa menjadi tangan kanan aham...
Di aula tersebut sudah terlihat banyak sekali yang berkumpul termasuk teman-teman mereka. Acara tersebut dihadiri oleh bapak TNI beserta istri, om-om bujang, bapak ibu guru tempat mereka mengajar dulu dan orang tua murid yang pernah mereka ajar...
Acara tersebut tidak berjalan terlalu lama, karena mereka di kejar oleh jadwal penerbangan mereka kembali ke Jakarta. sudah di siapkan satu truk untuk mengantarkan mereka ke bandara, selesai berpamitan mereka langsung berangkat....
Cecil dan kawan-kawan nya naik ke atas truk yang sudah disiapkan untuk mereka, kali ini Cecil tetap diminta naik di depan bersama Titi...
"sepertinya sudah" jawab Cecil
"baik, barangnya tidak ada yang ketinggalan ya Bu?" tanya nya lagi memastikan
"tidak ada" jawab Cecil
selama perjalanan baik Cecil maupun Titi tertidur karena saking lelahnya, mereka berdua terbangun saat sudah sampai di bandara...
Namun siapa sangka ternyata mama dan papa mertua Cecil datang untuk menjemput Cecil, mereka ingin mendampingi Cecil dari Papua sedangkan mama papa nya akan menunggu di jakarta...
Mama dan papa mertuanya menghampiri Cecil yang baru saja turun dari truk...
"Mama, papa" ucap Cecil sembari bersalaman
__ADS_1
sedangkan teman-temannya yang lain membantu menurunkan barang-barang yang ada di truk, setelah selesai mereka bergegas untuk ke gate keberangkatan...
Cecil dibantu oleh mama dan papa mertuanya untuk membawa barang menggunakan troli barang, diikuti teman-temannya di belakang mereka...
"Mama papa kok sampai repot-repot datang kesini?" tanya Cecil
"nggak papa sayang, ini juga demi keamanan kamu dan baby" jawab sang papa mertua
"betul kata papa mu, mama nggak tega kalau kamu harus flight sendirian" jawab mama mertua nya
"kan ada Titi dan yang lain ma" ucap Cecil
"kasian teman-teman kamu juga capek jadi gapapa mama sama papa" jawab sang papa
"makasih ya pa, ma" ucap Cecil
"sama-sama nak" jawab sang mertua
"hmmm nanti aku kalau nikah pingin deh punya mertua kayak mertuanya Cecil, udah baik, sayang sama menantu" celetuk Ratih
"kita doa kan saja ya kawan-kawan" ucap Bram
"hahaha bisa aja buntelan nasi uduk" kata Ratih kepada Bram
"hati-hati loh nanti kalian berdua bisa jodoh kalau terus-terusan berantem gitu" ucap mama mertua Cecil
"nggak deh te, kalau kak aham punya adek aja tolong kenalin ke saya te. Nggak papa beda bertahun-tahun" jawab Ratih
"kayaknya kalau aku punya adik ipar kamu juga pikir-pikir dulu deh tih" ucap Cecil sembari tertawa
__ADS_1