TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
RESTU


__ADS_3

Aham mulai mengecek hasil pekerjaan Cecil, dan benar tidak ada yang salah sama sekali..


"Makasih sayang" ucap Aham ke Cecil sambil mengecup puncak kepala Cecil


Cecil yang mendapat perlakuan seperti itu terkaget-kaget namun dia sadar jika tujuan Aham berperilaku seperti itu ialah karena keberadaan Rindi disana..


"Sama-sama" jawab Cecil tersenyum ke arah Aham


"Ekhem" tiba-tiba Rindi berdehem sangat keras hingga mengagetkan Cecil dan Aham disana


sontak mereka berdua menghadap ke arah Rindi dengan tatapan bingung yang dibuat-buat..


"Oh ya, sorry Rin lupa kalau ada lo disini. Ya udah gue permisi dulu ya sama Cecil" ucap Aham sembari menarik tangan Cecil dan meletakkannya untuk berpegangan ke lengannya


"ya" jawab Rindi singkat


sepeninggal Aham dan Cecil , Rindi berkali-kali mengumpat dengan keberadaan Cecil yang selalu saja ada di sisi Aham...


tanpa Rindi sadari, sedari tadi Bima memperhatikan gerak-gerik nya dari saat mendekati Aham dan Cecil sampai Rindi ditinggalkan sendiri oleh mereka. Bima sengaja diam saja dan tidak menyusul Rindi karena dia ingin tahu apa yang dilakukan Rindi di sana...


"Rindi" panggil Bima


"Rin?" panggil Bima kembali namun belum ada sahutan


Bima mengikuti kemana arah mata Rindi tertuju, sampai Bima sadar ada satu objek yang sedari tadi menjadi titik fokus Rindi yaitu Aham yang sedang bercengkrama dengan keluarganya..


"Hmm dia masih coba deketin Aham lagi" batin Bima


"Rindi?" untuk ketiga kalinya Bima memanggil sembari menepuk pundak Rindi


"Eh i... iyaa Bim?" jawab rindi terbata


"Ada apa?" sambungnya


"Kamu lihat apa Rin? kok fokus banget" tanya Bima kepada Rindi


"emm enggak kok, nggak lihat apa-apa aku" jawab Rindi


"Du.. duduk Bim" ucap Rindi kepada Bima yang masih berdiri di sampingnya


"kamu nggak makan?" sambungnya bertanya kepada Bima


"Aku udah tadi" jawab Bima


rindi hanya mengangguk angguk menetralkan perasaan paniknya karena tiba-tiba Bima mendatanginya..


Bima tampak duduk tenang disebelah Rindi sembari memainkan ponselnya, sedangkan Rindi sedari tadi mengumpat karena Bima tak kunjung pergi. Dia ingin sekali bergabung dengan Aham disana, namun mau bagaimana lagi...

__ADS_1


"Emm... Bim?" panggil Rindi


"ya kenapa?" tanya Bima menghadap ke Rindi


"kamu berangkat ke Papua kapan?" tanya Rindi


"lusa aku berangkat" jawab Bima


"kalau kamu disana, boleh nggak aku jenguk?" tanya Rindi, sebenarnya dia tidak menjenguk Bima melainkan Aham


"ya boleh aja" jawab Bima singkat.


Rindi yang mendapat jawaban itu langsung tersenyum girang, sebenarnya dia tidak berniat menjenguk Bima melainkan Aham. Disisi lain, Bima pun juga tahu apa maksud dari kata menjenguk yang di ucapkan oleh Rindi...


"gue akan buat lo jatuh cinta sama gue Rin, nggak akan gue biarin lo ngerusak kebahagiaan adek gue" batin Bima


tidak banyak yang tahu niat Bima yang sebenarnya untuk menikahi Rindi, hanya sang papa yang mengetahui hal itu...


Om Andre yang sekaligus om dari Cecil sebenarnya menyayangkan tindakan anaknya yang mengorbankan kebahagiaan nya demi sepupunya sendiri, namun Bima terus saja meyakinkan sang papa untuk mendukung tindakannya tersebut...


flashback on


Setelah pertunangan Aham dan Cecil, Bima dan papanya berjalan beriringan untuk keluar rumah keluarga Cecil . Sebelum meninggalkan rumah keluarga Cecil mereka berbincang terlebih dahulu di taman depan rumah cecil tanpa ada seorangpun yang tahu...


Om Andre dan Bima berjalan keluar rumah beriringan, saat tiba di teras rumah tiba-tiba Bima memanggil papanya...


"Pa" ucap Bima


"ada yang mau Bima omongin sama papa" ucap Bima


"yaudah ayok pulang" ajak om Andre


"disini aja pa" jawab Bima kemudian berjalan menuju gazebo yang ada di taman rumah itu


"ada apa Bim? kok kayaknya penting banget" tanya om Andre sedikit bingung


"apa soal kerjaan lagi?" sambung sang papa


"enggak pa, ini masalah pribadi Bima" jawab Bima


Om Andre hanya mengangguk-angguk tanda paham akan apa yang ingin dikatakan anaknya, pasti ini menyangkut masalah perasaannya pikirnya...


"Aku ingin melamar Rindi pa" ucap Bima


ucapan Bima ini mampu membuat om Andre terkejut, pasalnya om Andre tahu siapa itu Rindi dan apa saja masalah yang dibuat Rindi kepada keponakan kesayangannya yang tak lain adalah Cecil...


"apa Bim? apa papa nggak salah dengar?" tanya om Andre dengan nada sedikit meninggi

__ADS_1


"nggak pa, aku ingin menikahi Rindi" ucap Bima


"kita bicarakan ini di rumah, sama mama" jawab om Andre yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Bima yang masih termenung di sana.


sesampainya di rumah, Bima sudah melihat kedua orangtuanya yang duduk di ruang keluarga dengan raut wajah yang susah di artikan. Bima tahu pasti kedua orangtuanya kaget mendengar ucapan Bima tadi...


Bima langsung duduk di depan kedua orangtuanya, tak lama papanya langsung berbicara...


"katakan apa yang kamu bicarakan sama papa tadi Bima" ucap papanya


"baik pa" jawab Bima mengambil nafas panjang sebelum menjelaskan


"aku ingin menikahi Rindi pa ma, aku sudah jatuh cinta dengan Rindi saat kami masih SMP" ucap Bima


"apa Bim? Rindi yang suka bikin masalah sama adik kamu sendiri?" tanya mama Bima


"iya ma" jawab Bima


"kamu ini habis kesambet apa sih, ngomongnya ngaco kayak gini" ucap mama Bima


"aku serius ma, dua hari yang lalu aku nyatain perasaanku ke Rindi. dan dia menerimanya" jawab Bima


"apa kamu yakin dengan ucapannya, kamu juga tahu kalau dia suka sama Aham kan?" tanya papa nya


"aku tahu pa, dengan aku menikahi Rindi itu juga bisa membuat dia tidak menganggu hubungan antara aham dan cecil pa ma. Aku tidak ingin hubungan mereka hancur karena keberadaan Rindi yang terus-menerus terobsesi dengan Aham, setelah dia menerima ku lambat laun dia pasti akan mencintaiku" jelas Bima kepada kedua orangtuanya


"pikirkan kembali apa yang kamu katakan Bim, kami akan menunggu keputusan kamu besok pagi" ucap papa Bima kemudian beranjak dari tempat duduknya dan diikuti oleh sang istri..


Bima yang tinggal sendiri hanya termenung memikirkan apa keputusan yang diambilnya ini benar atau tidak. Dia juga sudah memikirkan hal ini matang-matang, Bima berniat untuk merubah sikap Rindi yang sebelumnya..


Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar. Bima langsung berganti pakaian santai kemudian merebahkan diri


"Semoga keputusan yang aku ambil ini benar, aamiin" gumamnya


dia pun terlelap karena rasa lelahnya seharian ini...


keesokan paginya seperti biasa keluarga mereka akan makan bersama, saat Bima turun sudah tampak kedua orangtuanya menunggu di meja makan..


......................


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


......................


jangan lupa vote yaa 🥰🥰🥰


__ADS_2