TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
GOMBALAN


__ADS_3

"selamat siang bapak-bapak dan kakak kakak" ucap Aham menyapa sedangkan Bima dan Tino hanya tersenyum singkat


"selamat siang Om Aham, Om Bima, Om Tino, mau makan ya?" tanya bapak itu


"iya pak" jawab Bima


"mari duduk" ajak warga lain


Titi bergeser memberikan ruang untuk Aham duduk di sebelah Cecil, sedangkan Bima memilih untuk duduk di sebelah Aham atau di sebelah Titi persis. Jangan tanya lagi Tino duduk dimana, yang pasti duduk di sebelah Nenci yang posisinya berseberangan dengan Titi...


mereka bertiga memesan makanan karena dari pagi belum makan, membuat mereka memilih untuk makan di warung karena jadwal makan masih lama...


"kamu nggak makan Nenci?" tanya Tino tampak perhatian


"a.. eh enggak no" jawab Nenci sembari melirik ke arah Titi namun Titi acuh saja dan tetap meneruskan makannya


"atau mau aku pesanin sekalian?" tanya Tino lagi


"enggak" jawab Nenci


Nenci sadar bahwa semakin ia menunjukkan kemesraan nya dengan Tino maka akan semakin di hujat, maka dari itu ia menahan meskipun Tino bersikap begitu manis kepadanya...


sedangkan Cecil dan Aham asyik mengobrol mengenai perkembangan baby nya...


"sayang" panggil Aham kepada Cecil


"gimana perkembangan baby?" tanya Aham


"semakin sehat mas, berat nya juga bertambah terus perkembangan nya juga normal" jawab Cecil


"terus kemarin gimana saran dokternya? apa di bawakan obat-obatan juga selama kamu disini?" tanya Aham


"ya harus berhati-hati aja, nggak boleh terlalu kecapekan kalau masalah obat-obatan itu satu tas ransel isinya obat semua di bawa in sama mama" jawab Cecil

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau begitu" jawab Aham


"tapi mas, aku sedikit kesel deh" ucap Cecil


"kesel kenapa sayang? aku ada buat salah sama kamu?" tanya Aham


"kakakku lo dari kemarin belum nyapa aku sama sekali, eh ketemu hari ini langsung deketin temenku" ucap Cecil menyindir Bima


"kayaknya dia udah lupa kalau ada kamu disini sayang" ucap Aham sembari tertawa melirik ke arah Bima


memang sedari datang Bima hanya memperhatikan Titi, bukan tanpa alasan ia takut jika Tino akan berbuat yang tidak-tidak terlebih ada Nenci disana. dugaan Bima pun tak meleset, Tino berusaha memamerkan kemesraan di depan Titi...


"aduhh maaf dek" ucap Bima kepada Cecil


Bima menghampiri Cecil dan berdiri di sampingnya


"tadi ada keperluan sama Titi makanya langsung duduk di samping Titi" jawab Bima ber alasan


"maaf ya dek, dari kemarin kakak sibuk banget terus kemarin malam mau nemuin kamu eh keduluan sama suami mu jadi kakak nggak mau ganggu" ucap Bima


"hmm okay" jawab Cecil


"kalau usaha tu jangan setengah-setengah kak, nanti ke tikung lagi milih mundur lagi. lemahhhh....." ucap Cecil kepada Bima


"jangan buka kartu disini dek, banyak orang" ucap Bima


"lagian kakak sih, nggak kangen apa sama adeknya" ucap Cecil merajuk


"bukannya gitu dek, fokus kakak Ter alihkan pas lihat Titi" jawab Bima menggombal i Titi


"aduhhh adek meleleh bangggg" sahut Ratih


"kayak lilin aja meleleh, yang di gombal in Titi bukan Ratih" ucap Bram

__ADS_1


"biar rame Bram, aduh gimana sih" jawab Ratih


Titi hanya senyum-senyum saja sembari makan..


sedangkan Tino berusaha menahan emosi karena ulah sahabatnya itu, entah apa yang membuat dia marah padahal Titi sudah bukan hak miliknya lagi....


setelah menyapa Cecil, Bima kembali ke tempat duduknya. ia makan makanan yang sudah di pesan tadi dengan lahap, sedangkan Titi hanya duduk duduk santai sembari menunggu yang lain selesai makan...


"Nenci aku suapi ya" pinta Tino


"nggak usah no, aku habis makan kok tadi" jawab Nenci


"sedikit aja" bujuk Tino membuat Nenci tak enak menolak lagi


bapak-bapak yang disana pun terheran-heran dengan drama pasangan itu, mereka seperti sedang menyaksikan perang dingin dua kubu karena tidak ada komunikasi antara Tino dan Titi maupun yang lainnya dengan Nenci...


Bima yang menyaksikan itu pun merasa khawatir dengan Titi karena bisa dibilang goresan luka yang Tino torehkan baru saja mengering, bahkan mungkin belum 100% mengering namun Titi harus menyaksikan drama seperti ini di depannya...


Bima beberapa saat memperhatikan Titi yang tampak tenang-tenang saja sembari memainkan ponselnya...


"eh Bim, ada yang kurang nggak buat keperluan kedepannya?" tanya Aham namun tidak ada sahutan dari Bima


Aham menengok ke arah Bima yang sedang memperhatikan Titi


"kalau lihatin Titi gitu jangan lupa kedip Bim" sindir Aham


"tu makanan di makan, keburu dingin" sambungnya


"lagian lo juga ngapain perhatiin gue? tu Cecil di samping lo" elak Bima


"lihatin deh, semua mata lihat ke arah siapa" ucap Aham


Bima melihat semua orang yang ada di sekitarnya, mereka fokus kepada Bima yang asyik memperhatikan Titi kecuali Tino dan Nenci yang tampak menahan diri untuk tidak pergi dari sana...

__ADS_1


__ADS_2