
"tumben nggak lola lo" ucap Tino tertawa sambil menepuk pundak Riko
"gue kalau berhubungan sama hukuman nggak mungkin Lola" jawab Riko
tak lama Titi masuk membawakan minuman dan camilan untuk mereka
"ini kak, aku taruh disini ya" ucap Titi menaruh makanan dan minuman di meja yang tak jauh dari mereka
"oke ti" jawab Riko
"itu makan sama minum dulu, pokoknya sebelum balik ke barak itu semua harus habis" ucap Aham kepada mereka bertiga
"siap Ndan" jawab mereka bertiga bersamaan sembari meraih gelas minuman dan memakan camilan tadi
Cecil yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya
"jadi kapan Cecil ke obgyn ham?" tanya Bima
"kayaknya baru besok Bim, soalnya......" jawab Aham namun dipotong oleh Cecil
"aku besok harus ke sekolah sayang" ucap Cecil kepada Aham
"izin dulu ya sehari aja" pinta Aham sembari mengelus rambut Cecil
"no, kita berangkat sepulang aku dari sekolah" sela Cecil
"okelah berangkat habis dari sekolah" ucap Aham pasrah karena jika Cecil merajuk akan berakibat fatal baginya, mengingat pesan dari dokter Tian bahwa ibu hamil akan lebih sensitif
"yaudah besok gue ikut kalian ya, gue pengen tau perkembangan keponakan gue" ucap Bima
"oke" jawab Aham
"gue juga dong, kan bayi Cecil juga keponakan gue" kata Tino
"kalau gitu gue juga, masak gue ditinggal sendirian" ucap Riko
"okelah ikut semua termasuk Titi juga" jawab Cecil
"siap Bu Abraham" jawab Titi, Bima, Tino, dan Riko kompak
kemudian mereka melanjutkan minum dan makan, setelah habis barulah mereka kembali ke barak untuk mengambil barang dan izin. Titi juga kembali ke baraknya meskipun diminta untuk tetap tinggal oleh Cecil namun dia tidak enak jika harus se rumah dengan Bima, Tino dan Riko ..
....
tinggal lah Aham dan Cecil berdua karena Bima, Riko dan Tino baru akan kembali sekitar jam 8 malam sedangkan ini masih masuk waktu magrib. Aham sudah bersiap berangkat ke masjid, untuk jamaah shalat magrib
__ADS_1
"yang aku ke masjid dulu ya. kamu shalat di rumah aja ya, kamu nggak apa-apa kan sendiri?" tanya Aham lembut kepada Cecil
"nggak apa-apa kok" jawab Cecil sembari tersenyum
"yaudah aku berangkat dulu" pamit Aham berjalan keluar kamar
setelah Aham berangkat, Cecil bangun dari tidurnya untuk bersiap mengambil wudhu kemudian shalat. namun baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka kembali dari luar
"loh yang kenapa balik lagi?" tanya Cecil melihat Aham yang kembali lagi
"aku shalat di rumah aja yang, temenin kamu" ucap Aham
"aku nggak apa-apa kok" jawab Cecil
"udah sana ambil wudhu, aku tunggu ya" ucap Aham
akhirnya Cecil memilih melanjutkan langkahnya ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sementara Aham menunggunya di kamar
selang beberapa menit Cecil sudah kembali ke kamar untuk melaksanakan shalat berjamaah dengan Aham, ini adalah kali ke tiga mereka berdua shalat berjamaah dengan Aham sebagai imamnya karena mereka berdua lebih sering shalat berjamaah di masjid...
......................
setelah selesai shalat Cecil dan Aham memilih untuk menonton televisi di dalam kamar sembari mengobrol, namun belum lama Cecil duduk dia sudah berlari kembali ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya...
"yang, gimana? masih mual?" tanya Aham panik namun Cecil hanya menganggukkan kepala tanda mengiyakan
"ayo balik ke kamar, tiduran aja yaa" pinta Aham sembari menggandeng Cecil
setelah membantu Cecil berbaring, Aham mengambilkan obat pereda mual yang diberikan oleh dokter Tian tadi untuk diminum Cecil
"ini yang diminum dulu" pinta Aham memberikan obat kepada Cecil , cecil langsung meminum obat tersebut
"yang?" panggil Aham
"iya kenapa?" tanya Cecil
"maaf ya gara-gara ulahku kamu hamil secepat ini" ucap Aham dengan polosnya membuat Cecil tertawa terbahak-bahak
"jangan ketawa kayak gitu yang" ucap Aham sembari membungkam mulut Cecil dengan jari telunjuknya
"lagian kamu sih aneh-aneh aja ngomongnya" jawab Cecil sambil tertawa
"ya kan aku merasa bersalah yang, apalagi kamu masih KKN disini. takutnya malah ganggu KKN kamu" ucap Aham sembari merangkul Cecil
"semoga aja nggak kak, ini titipan dari Allah. kalau Allah kasih kita secepat ini artinya Allah percaya sama kita" jawab Cecil
__ADS_1
"toh kamu nggak akan maju kalau aku nggak mempersilahkan buat maju. udah jangan mikir aneh-aneh ya, aku baik-baik aja kok" imbuh Cecil
"besok kita periksa ya, biar kamu nggak mual-mual lagi" pinta Aham
"siap bos, tapi habis dari sekolah ya" jawab Cecil
"siap Bu bos" jawab Aham sembari mencubit hidung Cecil gemas
"emm yang" panggil Cecil kepada Aham
"kenapa sayang?" tanya Aham
"sebenernya hubungan kak Bima sama Titi itu gimana sih?" tanya Cecil
"aku juga nggak tau yang, aku belum berani tanya-tanya hal itu ke Bima. kamu tau sendiri kan kalau rindi itu segala-gala nya bagi Bima, aku rasa Bima nggak ada perasaan apa-apa sama rindi yang" ucap Aham
"tapi kasihan Titi yang, dia kelihatan banget kalau nungguin kak Bima. bahkan dia sampai nggak tidur lo pas kak Bima berangkat ke Jakarta" jawab Cecil
"kalau kita nunggu sampai kak Bima bener-bener baik-baik aja, aku kasihan sama titi. takutnya dia berfikir bahwa dia itu digantung sama kak Bima " sambung Cecil
"aku coba chat Bima dulu deh" ucap Aham
......................
disisi lain sejak kembali dari rumah Aham dan Cecil, Titi memilih untuk beristirahat di kamarnya. dia memutuskan untuk tidak menginap di rumah Cecil hari ini karena ada Bima yang akan menginap disana...
semenjak Bima kembali setelah pemakaman Rindi, Titi dan Bima bahkan belum bertegur sapa. Titi sudah berusaha menghubungi Bima lewat chat namun tidak di balas oleh Bima...
"ya ampun Titi, kenapa sih mikirin kak Bima terus. udah kelihatan kan cintanya sama kak rindi tulus banget, kamu nggak akan bisa bersaing sama orang yang udah nggak ada" gumam Titi
"udah tau cintanya bertepuk sebelah tangan masih ngarep aja ini hati, lo sama kak Bima cuma temen curhat nggak lebih ti" sambungnya
tiba-tiba handphone Titi berbunyi tanda ada pesan masuk
"ti, lo bisa keluar nggak malam ini? ada yang harus gue perjelas" kira-kira begitulah isi pesan yang dikirim
"*bisa kak" jawab Titi
"oke gue tunggu di kantin asrama, habis shalat isya*"
"oke kak"
setelah itu tidak ada lagi balasan dari sang pengirim pesan
"baru aja dipikirin, eh dia nya chat. mau ngomong apa ya kira-kira kak Bima" gumamnya, yang chat Titi ialah Bima
__ADS_1