TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
ANAK KECIL


__ADS_3

kemudian ia mengambil sebuah kotak yang ia simpan di dalam lemari


"apa itu yang?" tanya Aham


"aku udah beliin jaket baru buat kamu mas, jadi meskipun jaket ini ditinggal, kamu juga nggak akan kedinginan disana" ucap Cecil memberikan kotak tersebut kepada Aham


"makasih sayang, kamu baik banget" jawab Aham sembari memeluk Cecil


"kamu satu bulan lagi juga mulai pengabdian kan?" tanya Aham kepada Cecil yang sedang merapikan tas nya


"iya mas" jawab Cecil


"dimana tempatnya?" tanya Aham


"emm aku belum tahu pasti dimana mas, yang pasti aku sama temen-temen bakalan pindah-pindah tempat" jawab Cecil


"dimana pun kamu nanti, jaga diri baik-baik ya. maaf aku nggak bisa jaga in kamu sepenuhnya" ucap Aham


"nggak papa mas, aku bakal jaga diri baik-baik dan mas juga harus sebaliknya. ini semua udah jadi tanggung jawab mas kan" jawab Cecil


Aham sangat bersyukur karena Cecil dapat mengerti keadaannya, meskipun ia sedang berbadan dua dan setiap harinya Cecil tidak bisa lepas dengan Aham namun karena ini adalah tugas Aham maka Cecil akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak manja...


"kamu pengen makan sesuatu nggak yang?" tanya Aham


"emm nggak tau mas, aku lagi nggak pengen makan apa-apa ini" jawab Cecil


"nanti kalau aku udah berangkat, kamu pengen makan apa-apa bilang ke Fahri ya" ucap Aham


"Fahri?" tanya Cecil


"iya, dia yang aku gantikan nanti disana. Jadi nanti dia bakal balik kesini, aku udah bilang ke Fahri untuk titip kamu dan Titi. kalau kamu nggak enak mau minta tolong Fahri, si Fikri adekku juga ada" jawab Aham


"emm gitu, mending aku minta tolong nya sama om Fikri aja mas. kalau sama om Fahri nya aku nggak kenal juga" jawab Cecil


"yasudah kalau begitu aku bilangin ke Fikri ya, nanti dia juga bakal antar jemput kamu semisal dia nggak ada kegiatan disini. kalaupun dia ada kegiatan, kamu boleh nyetir mobil sendiri tapi harus hati-hati kalau nggak biar Titi aja yang nyetir" tutur Aham


"siap bos" jawab Cecil


"ih jadi gemes nggak pengen ninggalin mama sama baby" ucap Aham sembari mencubit pipi Cecil


"ih nggak boleh gitu, harus tetep berangkat" jawab Cecil


"iyaa iyaa" ucap Aham sembari tersenyum


setelah selesai berkemas, Aham dan Cecil melaksanakan shalat terlebih dahulu kemudian baru lah Aham mulai memindahkan barang-barang yang akan ia bawa ke ruang tamu agar nantinya tidak ketinggalan saat akan berangkat. Sementara Cecil membuatkan minum untuk sang suami tercinta...


"udah selesai?" tanya Cecil yang masih memakai mukena


"sudah sayang" jawab Aham sembari memeluk Cecil


"itu ada kopi sama camilan, istirahat dulu ya" pinta Cecil

__ADS_1


Aham duduk dan meraih secangkir kopi, di ikuti Cecil yang duduk di sampingnya..


"hmm nanti bakal kangen deh sama kopi buatan istri ku tersayang ini" ucap Aham


"nanti kalau kita ketemu pas sama-sama lagi tugas gimana yang?" tanya Cecil


"yang pasti kita harus menyelesaikan tugas masing-masing dulu baru kita bisa berbincang, kita juga nggak bisa kayak dirumah seperti ini meskipun sudah menikah" jawab Aham


"iyaa mas aku paham" jawab Cecil


"tapi kamu nanti bakal pulang pergi atau tinggal di tempatmu tugas nanti yang?" tanya Aham


"pulang pergi mas, karena disana hanya memberikan bimbingan beberapa jam dan ikut kegiatan warga aja" jawab Cecil


"kalau semisal sudah sore atau kamu ngerasa capek, mending kamu nginap aja yang" tutur Aham


"siap"


tok....


tok....


tok....


"siapa mas sore-sore begini" ucao Cecil kepada Aham yang tengah bermain handphone


"nggak tahu yang, nggak ada yang janjian mau datang" jawab Aham


"kita berdua aja" jawab Aham


mereka berdua berjalan menuju pintu ruang tamu yang diketuk, Cecil berjalan di belakang Aham dengan tangan kanan di gandeng oleh Aham...


"permisi" ucap seseorang dari luar


"iya sebentar" jawab Aham


Aham membuka pintu tersebut


"maaf mau cari siapa ya dek?" tanya Aham kepada anak-anak di depannya


"maaf om, saya anak dari pak Bayu" ucap salah satu anak disana


"oh iya ada keperluan apa?" tanya Aham sedangkan Cecil diam saja berdiri di belakang Aham karena dia tahu siapa yang bertamu


"silahkan masuk dulu" ucap Aham lagi karena tidak ada sahutan dari dua anak perempuan itu


mereka berdua masuk ke dalam rumah, karena awalnya mereka tidak tahu jika ada Cecil di belakang Aham. saat masuk mereka kaget karena Cecil masih memakai mukena putihnya...


"silahkan duduk" ucap Cecil sembari tersenyum


"iya kak makasih" jawab Ani yang merupakan anak pak Bayu

__ADS_1


Ani juga tidak tahu jika yang ia panggil kak adalah istri dari seseorang yang dikagumi oleh temannya, karena ia datang kesini secara diam-diam tanpa kedua orang tuanya tahu...


"mas, aku masuk dulu ya mau lepas mukena sama buat minum" ucap Cecil kepada Aham


"iyaa yang hati-hati ya" jawab Aham


"oh iya ada keperluan apa ya dek?" tanya Aham sopan


"emm itu om..."


"ada pesan dari Kopda Bayu?" tanya Aham


"tidak om, kami kesini karena teman saya ingin berbicara sama om" jawab Ani


"oh ada apa ya?" tanya Aham


Silvi yang akan berbicara terpotong karena kedatangan Cecil yang membawakan minuman...


"ini diminum dulu" ucap Cecil


Cecil yang akan kembali ke belakang di tahan oleh Aham


"mau kemana yang?" tanya Aham


"ke belakang mas" ucap Cecil


"disini aja" pinta Aham


Cecil melihat ke arah Ani dan Sivia


"nggak papa kak, kakak disini aja" ucap Ani


alhasil Cecil duduk di samping Aham. Saat Cecil duduk mata Ani tertuju pada perut Cecil yang terlihat buncit...


"oh ya kalian mau bicara apa tadi?" tanya Aham membuyarkan pandangan Ani


karena sudah menjadi kebiasaan Aham saat duduk di samping Cecil selalu merangkul Cecil dan mengelus perut Cecil, hal itu disadari oleh Ani namun tidak oleh Silvi karena dia masih terfokus pada wajah Aham...


"emm kak sebenernya aku sudah lama lihat kakak" ucap Silvi kepada Aham


"lihat saya?" tanya Aham yang bingung


"iya, aku suka sama kakak" jawab Silvi membuat Aham melihat ke arah Cecil


"emm, ini yang aku bilang ke kamu waktu itu mas" ucap Cecil


"maaf dek, kamu ini salah paham dengan status saya" jawab Aham


"salah paham bagaimana kak?" tanya Silvi


"wanita yang ada di samping saya ini bukan adik saya, melainkan istri saya" jawab Aham

__ADS_1


"namanya Cecillia Abraham, saya mendengar cerita dari istri saya bahwa kamu mengira kami ini adek kakak. karena saya memanggil dia yang, kamu mengira namanya Mayang" sambungnya


__ADS_2