TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SI BUCIN


__ADS_3

"nggak papa Bim, gue cuma kepikiran aja gimana kalau gue nggak bisa tepati janji sama Titi" jawab Tino


"Lo ngomong apaan sih curut, emang lo mau mengorbankan diri apa?" tanya Riko


"bukan gitu, siapa juga yang mau mengorbankan diri. gue cuma takut aja kalau nggak bisa tepati janji ke Titi" jawab Tino


"udahlah kita cuma punya waktu istirahat beberapa jam, sekarang lebih baik tidur jangan mikirin yang aneh-aneh. Titi nggak akan macam-macam karena ada Cecil yang akan nasehati dia, dan gue juga nggak akan biarin lo macam-macam nantinya" ucap Riko menepuk pundak Tino


"bener kata Riko, lo sama Aham dalam pengawasan kita semua. jadi nggak ada celah buat lo ataupun Aham kalau berniat main hati di sana" tambah Bima


"kalau ngawasin Aham mah gampang, yang nggak gampang itu kalau tiba-tiba ada cewek dateng deket-deket Aham. minta kenalan lah, minta foto lah, masak iya kita harus jadi bodyguard nya si Aham. Lo tahu sendiri cewek-cewek kalau lihat Aham itu kayak lihat Malaikat turun dari langit, kita lihat aja nanti dia baru sampai pasti ada cewek yang deket-deket" jawab Riko yang menggeleng geleng kan kepalanya, mungkin akan melelahkan jika itu sampai terjadi


"emangnya ada cewek disana?" tanya Tino


"Se pelosok-pelosok nya daerah, ya kali nggak ada cewek. Malahan bahaya kalau di pelosok" jawab Riko


"bahaya kenapa ko?" tanya Bima


"kan kebanyakan dari luar daerah semuanya, dengan kata lain mereka itu relawan" jawab Riko


"Lo hafal banget ko" ucap Tino


"hmm ya kali gue nggak hafal, yang buat hubungan gue bubrah kan gara-gara ke pelosok juga" jawab Riko menarik nafas panjang


"kalau begini mah kuat-kuat an iman ko, kalau gue lihat lo dari awal aja udah yakin kalau iman lo kurang kuat. mungkin aja kalau ketemu cewek jadi-jadi an ya bakalan runtuh pertahanan lo hahahaha" ucap Bima diakhiri dengan tawa nya


"ya nggak gitu juga Bim, masak iya gue selera sama begituan" jawab Tino


"Udah-udah intinya kita disini harus pandai-pandai jaga diri masing-masing, inget pasangan kita yang udah nungguin kita lama. Dan masalah Aham kan gue ajudan dia jadi dia urusan gue, lo cuma ngurusin ini anak aja" ucap Bima menunjuk Tino


"okelah kalau begitu aman" jawab Riko


"tapi lo jangan ngikutin gue ke kamar mandi juga kayak Bima ngikutin Aham" pinta Tino


"loh lo harus tahu no kalau bahaya itu ada dimana-mana, jadi kemana pun lo pergi ya harus ada gue disana" jawab Riko


"dengerin tu kata Riko" ucap Bima sembari tertawa


"ya ya ya, udah gue mau tidur ngantuk" ucap Tino yang memang sudah mengantuk

__ADS_1


akhirnya mereka semua tidur setelah berbincang-bincang


...----------------...


saat terbangun dari tidurnya, Aham tidak mendapati Cecil di sampingnya. Tempat tidur Cecil sudah kosong, namun ia mencium harum masakan yang berasal dari dapur...


Aham bangun dari tidurnya dan berjalan menuju ke arah dapur


"Yang" panggil Aham kepada Cecil


"loh mas udah bangun?" tanya Cecil


"iyaa, aku kebangun tapi kamu udah nggak ada di tempat tidur" jawab Aham


"aku tadi kebangun mas, terus nggak bisa tidur lagi. yaudah aku masak aja" ucap Cecil


"se pagi ini?" tanya Aham


Cecil hanya mengangguk-angguk kan kepala


"ini masih jam 2.30 lo yang" ucap Aham


"kurang yang mana? sini aku bantuin" ucap Aham menawarkan bantuan


"nggak usah mas, ini tinggal nunggu mendidih aja kok" jawab Cecil


"yaudah aku tunggu in" ucap Aham


"mas tidur aja dulu, nanti mas kurang tidur loh" pinta Cecil


"nunggu kamu sayang" jawab Aham


akhirnya Cecil membesarkan kompornya agar masakannya cepat mendidih, setelah mendidih ia bergegas mencuci tangan dan mengganti pakaian tidurnya...


"ayo mas" ucap Cecil kepada Aham yang tengah memainkan ponsel nya


"iyaa sayang" jawab Aham kemudian merangkul Cecil dan berjalan menuju kamar mereka


Aham memeluk erat tubuh Cecil, ia akan bisa tidur nyenyak jika berada di pelukan Cecil. Begitu pun dengan Cecil yang selalu tidur nyenyak jika ada Aham, mungkin benar kalimat yang mengatakan jika seseorang yang nyaman bersama kita maka saat sedang bersama bawaannya ngantuk...

__ADS_1


mereka terbangun saat adzan subuh terdengar, karena setiap subuh nya mereka akan shalat di rumah kali ini pun sama. mereka berdua bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan shalat...


jika biasanya setelah shalat Cecil akan bergegas ke dapur untuk memasak, kali ini berbeda. Aham menjadikan kaki Cecil sebagai bantalnya untuk sejenak meng istirahat kan pikiran nya, dengan mata terpejam ia berkata...


"Yang, aku sayang banget sama kamu" ucap Aham


"Aku juga sayang banget sama mas" jawab Cecil


"Tolong terus kasih aku kabar tiap hari ya, kasih tahu aku kamu ngapain aja, ada kegiatan apa aja, kamu lagi pakai baju apa kamu foto selfie, pas makan pagi, siang, sore, malam kamu harus foto in kirim ke aku" pinta Aham


"Harus banget gitu ya mas?" tanya Cecil


"Iya sayang, biar aku tahu keseharian kamu. Nanti aku akan tetap usahakan buat setiap hari telfon kamu, kamu doakan ya pas aku disana ada sinyal terus" ucap Aham


"iya mas" jawab Cecil


"mas aku mau panas in masakan tadi" ucap Cecil kepada Aham yang masih tidur di pangkuannya


"nanti aja yang, masih ada waktu kok" jawab Aham


"mas kamu kan tahu kalau aku itu dandannya lama, kalau aku telat nanti gimana?" tanya Cecil


"nanti aku bantuin kamu bersiap ya" jawab Aham


akhirnya Cecil memilih untuk mengalah karena tidak akan ada habisnya jika ia terus memaksa Aham...


"yaudah kalau gitu pindah ke atas aja mas, pinggangku sakit nahan duduk begini" pinta Cecil


Aham pun menurut dan berpindah ke atas tempat tidur


"mas, kamu tahu nggak?" tanya Cecil


"apa sayang?" tanya Aham balik


"aku tu bersyukur banget bisa kembali lagi sama kamu" jawab Cecil membuat Aham membuka matanya dan melihat wajah istrinya itu lekat-lekat


"aku pikir kita nggak akan ketemu lagi karena kita sama-sama menghindari setiap pertemuan, tapi nyatanya orang tua kita yang berperan besar mempertemukan kita kembali. Waktu kita di jodohkan bahkan aku takut kalau kamu nggak akan menerima aku dan kamu nggak anggap aku ada kayak di novel-novel yang pernah ku baca" ucap Cecil meneruskan ungkapan hatinya


"tapi kenyataannya sekarang malah aku yang bucin banget sama kamu" jawab Aham sembari menyentuh pipi Cecil dengan tangan kanannya

__ADS_1


__ADS_2