TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PERTEMUAN BULANAN


__ADS_3

"iya itu mama juga nggak percaya sebenernya sama apa yang dikatakan oleh almarhum waktu itu tapi Aham yang bersikeras melarang mama buat ketemu kamu, larang mama anter ke sekolah lagi. Pokoknya semua yang berhubungan sama kamu itu kayak di blacklist sama Aham, tapi ya mama sama papa nggak tinggal diam karena emang udah merencanakan perjodohan dari awal jadi harus banget di terusin apalagi udah klop sama menantu mama ini. Ya gitu deh, pas kalian tumbuh dewasa dari lulus SMP sampai udah sama-sama ke jenjang yang tinggi sebenernya kami komunikasi buat tanya-tanya apa kamu punya pasangan atau nggak. Dan nyatanya kalian sama-sama nggak punya pacar, jadi niat kami semakin teguh dan nggak bisa di ganggu gugat" jelas mama Aham


"yang penting sekarang kita semua sudah bahagia dan yang paling penting, kita punya kewajiban buat doakan almarhumah agar tenang disana" ucap Cecil


"bener sayang mama setuju" jawab mama aham


tak lama bibi dan pak Suryo yang sudah selesai membersihkan sekaligus mengepel rumah pun datang ke tempat mereka meng gibah...


"mohon maaf Bu, untuk rumahnya sudah dibersihkan semua" ucap bibi


"oh iyaa bi, makasih ya bi pak" ucap Cecil


"baik non"


"yaudah kalau gitu udah sore juga ini, ayo balik sekalian deh nanti keburu malam nggak baik ibu hamil keluar rumah sampai malam" ucap mama Cecil

__ADS_1


"iya ma" jawab Cecil


setelah melihat semua ruangan dalam keadaan bersih, Cecil dan para mama pun bergegas untuk kembali ke rumah mama aham karena hari ini Cecil masih akan menginap disana...


Selain membersihkan rumah, Cecil dan mama nya juga membagikan sedikit kue dan buah kepada para tetangga Cecil sebagai ucapan perkenalan. untuk syukuran dan tahlilan rumah sendiri akan di gelar saat aham sudah kembali dari tugas nanti...


Rencananya Cecil dan aham akan tinggal di asrama setelah Cecil melahirkan twins mengingat hpl yang sudah sangat dekat akan repot sekali jika ia harus mondar-mandir kesana kemari untuk check up ke dokter, apalagi ini adalah cucu pertama dari dua keluarga sehingga para mama maupun papa sangat protektif terhadap kehamilan Cecil...


tepat 1 Minggu sebelum hpl, Cecil masih mengikuti kegiatan bulanan Persit Kartika Chandra Kirana tempat suaminya berdinas, atau tidak lain dan tidak bukan asrama yang akan mereka tinggali...


Bu Ida menjemput Cecil menggunakan mobil pribadi nya...


"assalamualaikum ibu" ucap Cecil menyapa Bu Ida sebelum masuk ke dalam mobil


Cecil duduk di samping bangku kemudi, karena Bu Ida mengemudikan mobilnya sendiri...

__ADS_1


"waalaikumsalam Tante" jawab Bu Ida


"Alhamdulillah ada barengan buat berangkat ke asrama" sambung Bu Ida


"saya lebih bersyukur Bu, karena saya orang baru jadi segan rasanya" ucap Cecil


"santai saja Tante, saya dulu juga begitu di awal-awal apalagi saya kn kerja sering pulang malam jadi omongan. Meskipun suami kita perwira tetap saja tidak akan terlepas dari gosip ibu-ibu, saran saya kita harus belajar tuli saja setiap ada omongan masuk tentang kita kalau baik di syukuri kalau buruk anggap aja angin lewat" jawab Bu Ida


"begitu ya Bu, sepertinya saya harus banyak belajar ke ibu" ucap Cecil


Bu Ida tertawa kemudian melanjutkan bicaranya


"tenang saja, ada saya. Nanti saya kenalkan ke semuanya yang disana ya" ucap Bu Ida


Bu Ida memang sudah cukup senior di Persit ranting asrama tersebut apalagi suami nya yang berasal dari golongan perwira seperti aham membuatnya cukup di pandang disana, meskipun demikian dulu saat pertama kali masuk dalam keanggotaan tak hanya satu atau dua orang yang kerap menyindir maupun merendahkan diri nya...

__ADS_1


oleh karena itu di sepanjang perjalanan Bu Ida bercerita bagaimana pengalamannya dan siapa saja orang-orang yang harus Cecil hindari nantinya disana...


__ADS_2