TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MULUT NYINYIR IBU-IBU


__ADS_3

“aku bawa uang cash yang, insyaallah cukup kok. Aku juga udah transfer uang ke bima kalau nanti ada kesempatan buat ke kota jadi aku bisa minta bima ambilkan kalau perlu” jawab aham


“yang lebih perlu ini tu kamu sama baby, insyaallah uang di atm ini cukup buat kamu sama baby satu bulan ke depan. Aku udah kirim pin nya lewat whatsapp ya sayang” sambungnya


"Kalaupun aku nolak pasti kamu lebih nolak mas, aku bakal gunakan untuk hal-hal penting aja mas." jawab Cecil


"makasih sayang"


"aku lebih berterimakasih sama kamu mas, gemesh banget deh jadinya punya suami kayak kamu ini" ucap Cecil


"yang jangan bikin aku nggak mood buat berangkat ya" kata Aham sembari tertawa


"udah-udah sana ambil tas nya jangan lama-lama peluk-peluk, nanti kalau di cariin sama yang lain pasti aku yang dijadikan alasan nya" ucap Cecil sembari pura-pura cemberut


"tau aja sayangku ini haha" jawab Aham tertawa


mereka berdua berjalan menuju lapangan tempat berkumpul, Aham bergabung dengan pasukan lainnya sedangkan Cecil bergabung dengan ibu-ibu Persit lainnya...


"Eh Bu Aham makin cantik aja" ucap Bu Bayu


"Ibu juga makin cantik kok" jawab Cecil tersenyum


"Tapi beneran loh Bu, ibu hamil itu auranya kelihatan banget jadi cantiknya makin plus-plus. Makin nggak sabar lihat baby nya nanti kalau udah keluar, papa nya ganteng terus mama nya cantik juga hmmm bolehlah Bu nanti kalau ada yang cewek di jodoh in sama anak saya" ucap Bu Agus


"haduh Bu itu sudah saya nego loh dari umur 1 bulan, masak anak ibu mau tikung anak saya" ucap Bu Nando


"ibu ibu ini Bu Aham aja pengennya kembar cowok jadi nggak bisa sama anak kalian" ucap Bu Bayu menyahuti perdebatan para ibu-ibu


"benar Bu?" tanya Bu Nando


"iya Bu" jawab Cecil


"Kenapa nggak cewek aja Bu, kan nanti ada yang bantuin di dapur" celetuk Bu Sahid yang baru kali ini bergabung dengan kelompok mereka

__ADS_1


"Enggak Bu, saya pingin anak laki-laki dulu" jawab Cecil yang sebenarnya kaget kedatangan Bu Sahid namun dia tetap bersikap santai


"Takut jadi beban keluarga juga ya nantinya Bu" ucap Bu Sahid


"Maaf Bu, maksud ibu ngomong begitu ke Bu Aham bagaimana ya? meskipun Bu Aham lebih muda dari kita tapi Bu Aham istri dari Om Aham yang tak lain adalah atasan suami kita" tutur Bu Bayu


"Sudah bu tidak apa-apa " ucap Cecil berusaha menenangkan Bu Bayu yang tersulit emosi karena ucapan Bu Sahid


"Terserah kalian saja" ucap Bu Sahid lalu berlalu pergi


"Sudah bu, saya nggak papa kok. Bu Sahid juga mengatakan hal yang benar Bu jadi tidak ada yang salah dengan ucapannya" kata Cecil


"meskipun begitu itu tindakan yang tidak etis Bu, kalau sampai ada yang mendengar dan melaporkan mungkin beliau akan ditindak" ucap Bu Nando


"semoga saja tidak ada yang melaporkan hal ini Bu, saya tidak ingin membuat masalah dengan keluarga saya disini", ucap Cecil


"maaf Bu Aham kalau saya terlalu kepo, tapi setiap belanja sayur bukankah Bu Aham selalu berbarengan dengan Bu Sahid?" tanya Bu Agus


"betul Bu" jawab Cecil santai


"setiap belanja beliau selalu menyinggung keponakannya yang kuliah di kesehatan Bu, saya juga tidak tahu mengapa selalu itu yang menjadi bahan pembicaraan beliau" jawab Cecil


"oh jadi benar dugaan saya" ucap Bu Bayu menyela


"dugaan apa Bu?" tanya Bu Nando


"dulu pernah terdengar rumor bahwa Bu Sahid berusaha menjodohkan Om Aham dengan keponakan nya saat pertamakali Om Aham satgas disini namun hal itu gagal karena Om Aham yang tidak pernah merespon hal tersebut. bahkan saat kemarin kalian baru saja sampai disini saya sempat melihat keponakan Bu Sahid ada di rumah dinas beliau" jawab Bu Bayu


"oh yang berhijab itu Bu?" tanya Bu Agus


"iya benar Bu" jawab Bu Bayu


"saya sering melihat keponakan nya Bu Sahid masih sering main kesini kok Bu, bahkan biasanya menginap karena pagi-pagi berangkat kuliah dari sini." ucap Bu Agus

__ADS_1


"maaf ibu-ibu, memangnya dulu suami saya memang banyak yang suka ya?" tanya Cecil


"hmm bukan banyak yang suka lagi Bu, mungkin kalau di hitung dalam presentase bisa 90% remaja cewek disini suka sama Om Aham. tapi sayangnya Om Aham dulu itu bisa dibilang kulkas seribu pintu jadi yang berani deketin ya ibu-ibu nya nanti kalau udah akrab sama ibunya tinggal si ibu deketin ke anaknya" jawab Bu Bayu


"Om Aham baru senyum ke kami itu pas sudah menikah sama Bu Aham, mulai pertama kali Bu Aham bertemu dengan kami itu juga pertama kali Om Aham menyapa kami" imbuh Bu Nando


Cecil yang mendengar hal itu pun langsung mengusap perutnya berharap sang anak nanti tidak menjadi kulkas seribu pintu seperti papa nya...


"langsung usap perut Bu" ucap Bu Agus sembari tertawa


"hehe biar nggak nular ke anaknya Bu, nanti gawat kalau anaknya kayak papanya bisa-bisa rumah saya dingin tanpa AC" jawab Cecil


"tapi emang rata-rata orang ganteng itu dingin-dingin Bu. beda sama suami saya, kalau saya deket sama suami bawaannya malah gerah aja" ucap Bu Bayu


"tapi kalau dingin ya bisa hemat juga Bu, jadi rumahnya bisa tanpa pendingin jadi hemat kan" tutur Bu Agus


"bukan begitu konsepnya Bu Agus" ucap Bu Nando


"eh Bu udah sudah mau selesai, sepertinya kita harus berkumpul disana juga" ucap Cecil yang melihat ke arah lapangan


"oh iya Bu, sudah selesai itu. setelah ini pamitan Bu jad kita ikut ke lapangan, oh iya calonnya Om Tino nggak ikut Bu?" tanya Bu Agus


"ya ampun terimakasih Bu karena sudah mengingatkan saya, saya hampir lupa kalau harus telepon ke Titi" jawab Cecil


sebelumnya bergabung ke lapangan bersama yang lain, Cecil dan ibu-ibu lainnya menunggu Titi. Sebenarnya Cecil meminta ibu-ibu tersebut terlebih dahulu namun mereka kompak menemani Cecil menunggu Titi, ini memang kali pertama untuk Cecil sehingga ibu-ibu tersebut berniat mendampingi Cecil...


tak lama terlihat Titi yang sudah rapi menggunakan baju batik dari kejauhan, ia tampak berjalan cepat...


"mbak Titi jangan lari" ucap Bu Agus


"hehehe nggak papa Bu, sudah biasa. maaf saya lama karena tadi baru selesai masak" ucap Titi


"Oalah nggak papa mbak, ini baru mau turun kok" jawab Bu Bayu

__ADS_1


"yasudah ayo kita turun ke bawah, ke pasangan masing-masing" ucap Bu Nando


mereka semua berjalan ke arah lapangan tempat pasangan mereka berada


__ADS_2