
“bagaimana ya rasanya jadi bu cecil di bucinin kapten ganteng”
Begitulah komentar murid-muridnya setelah mereka berdua keluar ruangan…
Aham mengejar cecil sampai di dekat gerbang, cecil bermaksud untuk langsung pulang karena jam mengajarnya sudah habis dan moodnya sedang jelek karena aham. Cecil menghampiri titi yang sudah menunggu nya…
“ayo ti pulang” ajak cecil sembari menarik titi, namun titi tidak bergerak dari tempatnya. Matanya fokus kepada seorang yang berlari ke arah mereka
“Cil… cil.. cil.. bentar deh, itu kak aham” ucap titi yang berusaha memberitahu cecil
“udah tahu, ayo pulang” jawab Cecil ketus
“eh kakak Aham apa kabar?” sapa titi kepada Aham
“baik” jawab aham singkat sembari melihat ke arah cecil, sedangkan cecil memilih memunggungi aham
“udah ayo pulang ti, aku capek” ucap cecil kembali menari tangan titi namun dengan sigap aham menghadang cecil yang akan kembali berjalan
“kamu pulang sama aku” ucap aham sembari menarik tangan cecil
“jangan kayak anak kecil” kata aham yang membuat cecil terdiam
Titi yang menjadi saksi pertengkaran itu hanya dapat terdiam, aneh baginya cecil yang cerewetnya minta ampun bisa diam dengan satu kalimat yang di katakan aham. Memang cinta dapat merubah segalanya , pikir titi…
“emm kak aham, cil, gue duluan ya. Itu mobilnya kak tino udah sampai” ucap titi berpamitan kepada mereka berdua
Titi berjalan menuju mobil tino, sedangkan masih tetap di posisinya dengan satu tangan di pegang oleh aham. Namun baru akan membuka pintu mobil, tiba-tiba cecil memanggil titi…
“ti, aku bareng kalian” ucap cecil berusaha melepaskan genggaman aham
“waduh nih anak nggak ada takut-takutnya, muka kak aham udah serem kayak gitu” batin titi
“udah lo sama kak aham aja ya, kangen-kangenan dulu” jawab titi kemudian masuk ke dalam mobil
“kak tino, aku bareng sama kalian” ucap cecil kepada tino, tino hanya diam saja karena melihat ekspresi wajah aham yang seperti menahan amarah
Tino sangat paham jika aham saat ini sangatlah lelah, karena baru kemarin malam di sampai dan pagi harinya dia harus memberikan materi tentang bela negara. Meskipun dia tidak tahu apa penyebab aham dan cecil bertengkar, tapi dia memilih untuk diam saja…
__ADS_1
“udah lo jalan dulu aja, biar cecil sama gue” ucap aham yang akhirnya di anggukan oleh tino
Setelah ditinggal oleh tino dan titi, cecil berbalik menghadap ke arah aham. Dia merasa jengkel karena sikap aham saat ini namun belum juga cecil berbicara, aham sudah menariknya mendekat ke arah mobil yang dibawa oleh aham…
Cecil menurut saja setelah melihat ekspresi aham karena dia yakin aham sedang menahan amarahnya, dia masuk ke dalam mobil. Entah kemana mereka akan pergi yang pasti jalan ini berlawanan dengan asrama tempat mereka tinggal…
“kita mau kemana?” tanya cecil sembari melihat ke arah aham
Aham tidak menjawab pertanyaannya, dia hanya melihat ke arah cecil sekilas kemudian fokus kembali ke jalan di depannya. Cecil memilih untuk menghadap ke jendela sembari melihat jalan, ingin sekali dia menangis saat ini namun dia tidak ingin memperburuk keadaan…
“turun” kata aham setelah sampai di tempat yang mereka tuju
Cecil turun dari monil kemudian melihat sekeliling yang sangat ramai, Mereka saat ini berada di sebuah taman yang jaraknya sekitar 30 menit dari asrama…
“kak?” panggil cecil kepada aham namun aham terus saja berjalan mendahului cecil
Langkah aham menuju sebuah cafe yang memiliki roof top yang menyuguhkan pemandangan indah sekelilingnya. Cecil kali ini seperti anak kecil yang membuntuti sang mama kemanapun mama nya pergi…
Mereka sudah duduk di salah satu bangku di sana
“maaf” ucap aham tiba-tiba membuat cecil kaget langsung menghadap ke arah aham
Mata cecil mulai berkaca-kaca, dia sadar jika sikapnya tadi sangat kekanakan hanya karena aham tidak mengabarinya kalau sudah sampai dari kemarin. Sebenarnya dia sempat melihat lampu barak aham menyala, namun cecil hanya berfikir bahwa lampu itu sengaja dinyalakan karena orang yang menempatinya sementara waktu…
“maaf aku udah egois” ucap cecil kepada aham
“nggak, kamu nggak salah. Aku yang terlalu terbawa emosi karena kamu nggak dengerin aku tadi” jawab aham sembari berpindah duduk di samping cecil , dia menyeka air mata cecil yang menetes
Aham selalu tidak tega jika melihat cecil menangis, namun kali ini dia harus membuat cecil tersenyum kembali setelah menangis, aham tak ingin membuat kesalahan untuk kedua kalinya…
“aku nggak bermaksud kasar sama kamu. Aku bener-bener capek cil, aku baru sampai kemarin dan paginya harus ngasih materi ke sekolah itu. Bisa saja aku memilih untuk istirahat saja di barak, tapi aku berfikir untuk sekalian kasih suprise ke kamu kalau aku udah dateng. Tapi ternyata itu malah buat kamu kesal karena aku tidak memberi kabar tentang kepulanganku” ucap aham berusaha menjelaskan
“aku hanya ingin kakak memberi kabar bahwa sudah kembali, itu sudah menjadi surprise buatku. Aku sudah lama menunggu hari dimana aku bisa melihat kakak lagi” ucapnya kemudian menghela nafas pelan
“aku beberapa kali bermimpi hal yang tidak mengenakan tentang kakak dan keesokan harinya kakak sama sekali tidak menghubungi aku” sambungnya
“maafkan aku sudah membuat kamu cemas” jawab aham sembari menyenderkan kepala cecil ke bahunya
__ADS_1
“kamu harus belajar mulai sekarang karena menjadi pasangan seorang abdi negara banyak konsekuensi nya, seperti hal nya ldr. Ldr yang baru kita jalani itu belum seberapa bahkan tidak sebanding dengan ldr yang dijalani pasangan prajurit lainnya. Jadi kamu harus bersyukur calon suami mu ini sudah sering sekali pergi dinas ke luar daerah sampai luar negeri, bisa jadi saat kita sudah bersama nanti aku tidak terlalu sering pergi keluar” sambung aham mencubit hidung cecil sembari tersenyum ke arah cecil
Cecil hanya mengangguk tanda mengerti
“sekarang kita udah ketemu lagi kan?” tanya aham kepada cecil
“iya” jawab cecil sembari menyeka sisa air matanya
“udah ya jangan sedih-sedih lagi, jangan gampang cemberut, jangan murung apalagi di depan murid-mudid kamu. Aku miris denger cerita dari murid kamu kalau kamu sering nangis di kelas sambil lihat handphone” ucap aham sambil tertawa
“iih nggak gitu ya” elak cecil
“iya iya, mana ada calon istri kapten yang cengeng ya kan?” ejek aham kembali
“hmm” jawab cecil karena kesal dengan aham
“udah.. udah.. seminggu lagi kita flight ke jakarta ya” ucap aham sambil mengelus puncak kepala cecil
.
.
.
.
.
.
Halloo readers gimana nih episode TNI Dingin Suamiku ngena nggak sih??
untuk readers setiaku yang ingin mengajukan pertanyaan ataupun memberi saran bisa DM ke igku.....
@fitrianlst_
aku akan sangat welcome kepada kalian semua, namun tetap dengan bahasa yang baik yaa karena kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula...
__ADS_1
jangan lupa di follow juga ya....