
sedangkan Titi dan Cecil tetap asyik menikmati makanan nya dengan santai, mereka berdua merasa beruntung karena mendapatkan mama dan mama mertua yang sangat baik dan pengertian...
"apa maksudnya ini dek?" tanya mama Bima kepada mama Cecil
"mbak bisa lihat sendiri kan? apa yang dilakukan menantu mbak kemarin malam. kemarin Cecil dan Titi memang tidur bersama kami namun karena Tino dan Aham menelepon mereka memilih untuk pindah kamar, saat tidur mereka malah diganggu oleh fia dengan cara mengetuk pintu dengan keras" ucap mama Cecil
"fia?" tanya mama Bima kepada fia
"bukan begitu mi, aku hanya ingin tidur bersama dengan mereka" jawab fia
"kalau kamu mau tidur dengan mereka bukan begitu caranya, kamu bisa meminta kepada mereka saat kita berkumpul bersama kemarin. kamu menganggu mereka di tengah malam" ucap mama Tino yang ikut bicara karena geram akan sikap fia
"maafkan sikap fia jeng, dia mungkin kesepian karena tidak ada teman mengobrol jadi dia ingin bergabung dengan Cecil dan Titi" ucap mama Bima membela fia
"mungkin hal itu dapat di maklumi jika masih sore hari, namun itu tengah malam mbak. Dengan keadaan Cecil yang mengandung dan butuh banyak istirahat, dalam hal itu fia tidak dibenarkan melakukan hal seperti itu apalagi mengetuk pintu berkali-kali meskipun tidak ada sahutan" jawab mama Cecil
"tapi waktu aku mengetuk pintu, bahkan Cecil dan Titi belum tidur kok. tapi mereka tidak mau membukakan pintu untukku" jawab fia yang semakin berani
"bagaimana bisa menantu saya membukakan pintu untuk orang yang secara sadar saja berani mengusik hidup anak saya, apalagi secara tidak sadar" ucap mama Aham
"sudahlah mbak kalau kita terus-menerus membahas ini tidak akan ada ujungnya karena tidak ada yang mau mengakui kesalahannya, dimana-mana namanya orang salah pasti tidak akan mengakui. oleh karena itu agar masalah ini selesai sampai disini, kami akan pindah ke penginapan yang baru" ucap mama Cecil
"tentunya kami mengambil keputusan ini demi kenyamanan bersama, maafkan kami jika bersikap demikian" ucap mama Titi
"baiklah jika kalian akan pindah, saya mempersilahkan. maaf bila saya tidak bisa membantu disini" ucap mama Bima
"nggak papa jeng" jawab mama Tino
"Tante maafin fia ya kalau ada salah, tapi Tante jangan pergi dari sini" ucap fia seraya meraih tangan mama Aham namun ditepis dengan pelan oleh mama mertua Cecil tersebut
"maaf saya ingin makan dengan tenang" ucap mama Aham
baru pertama kali ini Cecil mengetahui sisi lain dari sang mama mertua, mama mertuanya yang selalu bersikap ramah kepada semua orang itu ternyata memiliki sisi dingin melebihi anaknya...
"pantesan kak aham bisa sedingin itu dulu, ternyata turun temurun dari Tante" batin Cecil
"sayang kamu jangan contoh sifat dingin papa sama nenek kamu ya, nanti kalau kamu begitu kan yang pusing mama" batinnya sembari mengelus perut nya yang semakin membuncit
tak lama handphone Cecil berbunyi tanda pesan masuk
Ting...
"sayang, aku sama Tino udah di depan" kata Aham dalam pesan tersebut
__ADS_1
"iya mas, aku sama Titi keluar" jawab Cecil
....
"ti udah di luar mereka" ucap Cecil kepada Titi berbisik
Titi hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti
"ma kami berangkat dulu ya" pamit Cecil kepada mama mama nya
"udah di jemput?" tanya mama Aham
"sudah ma" jawab Cecil
"kenapa Aham nggak masuk?" tanya mama Bima
"akan lebih baik jika Aham hanya menjemput Cecil sampai di luar saja agar hal-hal yang membuat Aham tak nyaman tidak terjadi" jawab mama Aham
"yasudah sayang mama antar sampai depan ya" ucap mama Aham di iya kan oleh Cecil
mama Cecil, mama Tino dan mama Titi juga ikut mengantar. Hanya menyisakan mama Bima, mama Riko dan fia di meja makan...
fia yang akan bangkit dari duduknya untuk ikut keluar ditahan oleh mama Bima...
"mau keluar mi" jawab fia
"fi, tolong jaga sikap kamu disini. jangan sampai para mama itu semakin membencimu karena kamu mengganggu anak-anaknya" ucap mama Bima
"tapi mi, aku hanya ingin mengantar Cecil dan Titi" jawab fia
"se akrab itukah kamu dengan mereka? sampai-sampai kamu mau mengantarkan mereka berangkat kerja" tanya mama Bima
"apa kamu ada maksud lain untuk mendekati di antara Aham dan Tino?" tanya mama Bima lagi
"enggak mi, aku hanya ingin berteman dengan mereka" jawab fia
"lebih baik buang jauh-jauh keinginan mu untuk berteman dengan mereka, dan satu lagi tentang kejadian hari ini papi Bima belum mengetahui nyam saya masih memberikan kamu kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanmu hari ini" ucap mama Bima
"iyaa mi" jawab fia
......................
disisi lain Cecil dan Titi yang dijemput oleh Aham dan Tino di depan rumah karena tidak ingin fia membuat kedua laki-laki itu tidak nyaman, Aham dan Tino malah langsung memberikan pelukan kepada Cecil dan Titi...
__ADS_1
"kenapa mas?" tanya Cecil
"kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Aham balik
"enggak, aku baik-baik saja kok" jawab Cecil
Aham menghujani ciuman kepada Cecil tanpa melihat situasi karena di sana ada mama mama juga Titi dan Tino...
"ekhemm" dehem Tino
Cecil mencubit perut six pack Aham karena Aham tidak mau melepaskan dirinya...
"baru juga pisah sehari udah kayak gini, coba nanti kalau kita di perbatasan balik-balik beberapa bulan setelahnya. Apa nggak di borgol tu Cecil sama Aham" ucap Tino menyindir Aham
"terus aja sindir" ucap Aham
"kalau di depan orang nya langsung itu bukan nyindir ham namanya, tapi menasehati" jawab Tino
"serah lo deh no" kata Aham
"tunggu aja nanti lo nikah pasti bakalan gini juga" sambung Aham
"hmm ya ya ya" kata Tino
"udah ayo berangkat" ajak Cecil kepada mereka semua karena kali ini Aham membawa mobil bersama dengan Tino
"ma aku berangkat dulu ya" pamit Cecil dan Titi kepada mama mama nya
"iyaa hati-hati ya, ham jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" pesan mama Aham
"aman ma" jawab Aham
"oh iya nanti aku nggak bisa bantuin mama pindahan jadi aku minta tolong adek aku buat jemput mama disini" sambungnya
"kenapa sih repot-repot ham" ucap mama Cecil
"enggak ma, kan aku dari kemarin nggak bantuin kalian pindahan sama sekali. ini juga ada acara jadi aku sama Tino langsung berangkat ke lokasi sekarang" jawab Aham
"yaudah kalian hati-hati ya, nanti sore atau malam kalau ada waktu mampir ke penginapan ya" ucap mama Tino
"siap ma" jawab semuanya
mereka semua masuk ke dalam mobil kemudian berangkat menuju sekolah
__ADS_1