
"apa sih ma? mama ngomong kayak gitu emang ada bukti?" tanya Tino
"sekarang mama tanya siapa Nenci? dia sampai telfon ke Titi tanya Titi itu siapa dan menjelaskan hubungan kalian ke Titi" jawab mama Tino
"Tino, selesai kamu satgas. kamu langsung papa nikahkan" ucap papa Tino
"apa sih pa, kenapa jadi papa sama mama maksa in gini sih" ucap Tino
"Om Tante boleh saya bicara sama kak Tino?" tanya Titi
"iyaa ini nak" ucap mama Tino
"saya permisi sebentar ya semuanya" pamit Titi mencari tempat yang lebih sepi sehingga dia bisa berbincang dengan Tino
ia berjalan menuju parkiran yang memang lumayan sepi disana
"Hallo kak" ucap Titi kepada Tino
"iya" jawab Tino
"sekarang aku mau denger penjelasan dari kakak" ucap Titi
"penjelasan apa? kamu percaya omongan mereka?" tanya Tino
"supaya aku tau mana yang harus aku percaya, tolong kakak juga jelasin ke aku" jawab Titi
"siapa Nenci itu kak?" tanya Titi
"kamu tau darimana soal Nenci?" tanya Tino kepada Titi
"emangnya Nenci siapa?" titi membalikkan pertanyaan Tino
__ADS_1
"bukan siapa-siapa" jawab Tino
"dia udah cerita semuanya ke aku kak" ucap Titi
"cerita apa dia ke kamu?" tanya Tino
"dia deket kan sama kakak, kalian udah lama kenal. setelah kalian ketemu disana, kalian jadi deket lagi seperti awal" jawab Titi
"terus kamu percaya itu? bahkan kamu belum dengar sendiri penjelasan dari pasanganmu" ucap Tino
"bagaimana aku bisa menimang-nimang kalau kakak aja nggak menjelaskan apapun ke aku" jawab Titi
"ya memang benar aku deket lagi sama dia selama di sini" ucap Tino
"kakak"
"kakak pernah janji kan sama aku buat nggak kayak gitu lagi, apa kakak lupa sama semua yang kakak omongin? apa waktu itu kakak cuma bercanda?" Titi menghujani Tino dengan berbagai pertanyaan
"aku nggak ada maksud buat bikin kamu sakit hati, disana kamu sibuk sama kerajaanmu dan disini pun aku juga sibuk dengan kegiatanku. aku bukan orang yang bisa LDR dan tanpa kabar dari pasangan, aku juga butuh seseorang yang nyata adanya di depanku" sambungnya
"hahaha, kita baru saja berpisah kak. baru dua Minggu kakak berangkat dan seakan kita sudah tidak bertemu berbulan-bulan, memang benar yang selalu ada itu lebih unggul daripada yang jauh. baik-baik ya kak, bahagia disana sama dia" jawab Titi
"maaf kak, sepertinya aku tidak bisa meneruskan niat baik dalam hubungan kita seperti sebelumnya. hari ini aku akan kembalikan semua pemberian kakak, aku titipkan om dan tante ya. Aku pamit" sambungnya
"ti"
"apa nggak bisa kita bicara in semua ini baik-baik?" tanya Tino
"nggak ada yang bisa dibicarakan secara baik-baik kak, kalau dari awal Kakak sudah mempunyai prinsip tidak bisa dengan hubungan jarak jauh" jawab Titi
"cari lah wanita yang bisa menuruti semua keinginanmu dan selalu ada di sampingmu. semoga kamu selalu bahagia" sambungnya
__ADS_1
"oke kalau itu memang mau mu" jawab Tino
Titi kembali masuk ke dalam rumah makan, dan menyerahkan handphone kepada mama Tino
"sudah Tante, makasih" ucap Titi
"loh sudah di matikan ya" ucap mama Tino
"Om, Tante disini Titi minta maaf nggak bisa jaga kak Tino, nggak bisa jaga hubungan kami berdua sampai-sampai Titi kecolongan. Tante maaf Titi nggak bisa lanjutin semua ini, Titi nggak bisa bersama kak Tino lagi" ucap Titi kepada kedua orang tua Tino yang ada di depannya
"Nak, maafkan Tino ya. mama tidak bisa menasehati Tino dengan baik sehingga dia seperti itu ke kamu" ucap mama Tino
"maaf kan papa ti, papa akan bikin pelajaran kepada Tino" ucap papa Tino
"jangan menyalahkan diri kalian Om Tante, kak Tino melakukan hal itu pasti ada alasannya" jawab Titi
dengan meneteskan air mata, Titi melepas cincin tunangannya dengan Tino. sang mama yang melihat hal itu berusaha menenangkan anak kesayangannya
"Tante, maaf aku kembalikan apa yang sudah kalian beri. maafkan aku kalau aku tidak bisa menjaga nya dengan baik" ucap Titi sembari menyerahkan cincin
"kalau begitu kita lebih baik kembali saja ke tanah merah" ucap papa Titi dan di setujui oleh mereka
karena awalnya mereka menggunakan dua mobil dengan Titi yang berada satu mobil yang sama dengan mertua dan orang tua nya, kini Titi memilih satu mobil dengan keluarga Cecil...
"ma, aku satu mobil sama Cecil ya" ucap Titi kepada sang mama
"iya sayang"
"jeng, saya titip Titi ya" ucap mama Titi kepada mama Cecil dan mama Aham
"iyaa nggak papa, sini Titi"
__ADS_1