TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SAYANG


__ADS_3

melihat raut wajah Aham yang sedang menahan amarah, Cecil segera menarik tangan Aham. dia takut hal yang tidak di inginkan nya terjadi disini..


"ayo sayang" ucap Cecil menarik tangan Aham pergi meninggalkan alvin


Aham yang sudah mengepalkan tangannya karena sikap Alvin yang bisa dibilang kurang ajar terhadapnya mendadak menuruti apa yang dikatakan oleh Cecil karena panggilan sayang yang di tujukan kepadanya...


Mereka berdua meninggalkan alvin yang masih saja berdiri sambil memanggil-manggil nama Cecil di sana...


"cil..."


"aku mau ngomong" teriak Alvin


"bro udah lah, dia udah jadi milik orang" kata teman Alvin


"gue bakal buktiin kalau gue bisa rebut dia" jawab Alvin kemudian masuk ke dalam pos


temannya hanya bisa menggeleng-geleng kan kan kepala karena sikap nekat Alvin...


......................


disisi lain, Aham dan Cecil sedang berjalan menuju barak mereka...


"kak?" panggil Cecil karena Aham dari tadi hanya diam saja, bertemu dengan Alvin membuat mood nya menjadi buruk


"ya" jawab Aham


"kenapa panggilannya berubah lagi?" sambungnya bertanya kepada Cecil


"eh... i.. itu.." Cecil menggaruk-garuk lehernya karena bingung akan menjawab apa


"kenapa? kamu manggil aku sayang biar aku nggak nonjok si alvin?" tanya Aham kepada Cecil sambil melihat ke arahnya


"eng.... enggak" jawab Cecil berbohong, sebenarnya memang betul apa yang dikatakan oleh Aham karena Cecil tidak mau Aham mengambil langkah yang salah saat menyikapi Alvin


"kalau gitu seterusnya panggilan kita ganti seperti itu" jawab Aham


"ha?" Cecil kaget


"ya, kamu manggil aku sayang dan aku manggil kamu sayang. tanpa bantahan" ucap Aham kepada Cecil


"baik" jawab Cecil menghela nafas panjang, niatnya membuat Aham agar tidak emosi malah berakhir seperti ini


"oke kalau ada salah satu dari kita yang melanggar atau nggak panggil sayang, hukumannya lari 1 putaran di lapangan ya" ucap Aham


"Ha? capek dong" jawab Cecil


"biar sehat, kamu nggak pernah olahraga kan kalau pagi?" tanya Aham


"apa ini yang dinamakan pacaran sehat?" batin Cecil


"hehe" Cecil tersenyum canggung, memang benar Aham sering kali berpesan kepadanya agar mengusahakan olah raga ringan setiap paginya namun Cecil tidak pernah melakukannya


"oke setuju ya sayang?" tanya Aham menaikan alisnya sambil tersenyum menggoda Cecil


"iyaa" jawab Cecil


"iyaa apa?" tanya Aham lagi


"iyaa sayang" jawab Cecil sambil cemberut ke arah Aham

__ADS_1


"udah cepetan masuk gih, bersih-bersih terus jamaah" ucap Aham


Cecil tidak sadar jika sedari tadi mereka sudah sampai di depan baraknya


"iya aku masuk dulu" jawab Cecil


"nanti ke masjid nunggu aku dulu ya yang" ucap Aham kembali sengaja menambahkan kata sayang di kalimatnya


"iyaa.... sayang" jawab Cecil kemudian langsung masuk ke dalam baraknya


Sampai di dalam barak, dia langsung menuju kamarnya. Terlihat Titi yang sedang mengerjakan laporan KKN nya, kemudian dia mengambil baju dan langsung pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih


Setelah selesai, dengan santainya Cecil kembali ke dalam kamar


"di apa in tadi lo sama kak Aham?" tanya Titi kepada Cecil karena melihat wajah menakutkan Aham tadi


"nggak di apa-apa in" jawab Cecil santai sembari merebahkan tubuhnya, duduk di restoran berjam-jam membuat badannya pegal-pegal


"serius?" tanya Titi


" ya iya lah, kak Aham nggak se nekat itu kali ti" jawab Cecil sambil tertawa


"syukurlah kalau gitu" ucap Titi kembali fokus ke laporannya


"lo udah mandi ti? " tanya Cecil


"udah dong"


"oh ya gue hampir aja lupa. waktu gue pulang dari sekolah sama kak Tino tadi, pas jalan ke dalem di berhenti in sama si bang Alvin. Dia nanyain lo dimana terus, sampai hampir di tonjok sama si bang Alvin gara-gara dia ngikutin terus" ucap Titi dengan serius


"berasa jadi buronan gue kalau gini caranya" jawab Cecil sambil memainkan ponsel


"gue denger ada yang mau nikah bulan depan" goda Titi


"kak Bima and the geng" jawab Titi


"gue aja baru di kasih tau tadi kok" ucap Cecil


"haha, kasihan deh. gue udah tahu sebelum kak Aham pulang sih, kak Bima pernah cerita-cerita" jawab Titi


"ini tokoh utamanya malah nggak tahu gitu ya ceritanya" ucap Cecil sebal


.


Ting....


Tiba-tiba ponsel Cecil berbunyi, membuatnya fokus kembali ke ponselnya


"Lagi apa sayang ??" tanya Aham


"ini harus pake sayang-sayang?" batin Cecil


"Lagi nyantai *sayang" jawabnya singkat.


"Nanti saat mau shalat sama makan bareng sama aku" ucapnya


"iyaa siap kapten" jawab Cecil


"baiklah, sudah dulu ya. Aku mau ke kantor yang" ucap Aham

__ADS_1


"siap kapten" jawab Cecil


"besok lari 1 putaran, tanpa bantahan " kata Aham disertai emoji senyum


"baik sayang" jawab cecil*


chat tersebut berakhir dengan Aham menghukum Cecil karena lupa akan perjanjian awal mereka...


"gila, bisa kotak-kotak badan gue kalau tiap salah di suruh olah raga" gumam Cecil yang masih terdengar oleh Titi


"kenapa lo cil?" tanya Titi


"nggak.... nggak papa" jawab Cecil


kalau sampai Titi mengetahui panggilan Aham dan dirinya yang sudah berganti, pasti dia akan menertawakannya. Karena se tahu Titi, Cecil bukanlah anak yang suka dipanggil sayang dan sebagainya...


Tokkk....


Tokkk....


suara orang mengetuk pintu barak mereka


"biar gue aja, takutnya si Alvin yang dateng" ucap Titi yang bangkit dari duduknya


"uhh, makasih Titi cantik" ucap Cecil memuji Titi


"b aja" jawab Titi kemudian berlalu ke depan


Titi membuka pintu dan terlihat seorang pengantar barang dan pengantar makanan yang datang bersamaan...


"apakah benar ini tempat tinggal kak Cecillia Abraham?" tanya sang pengantar makanan


"gila udah ganti nama aja" batin Titi


"iya benar" jawab Titi


"oh ya, ini pesanan kak Abraham untuk kak Cecillia" ucap sang pengirim


"baik terimakasih"


"saya permisi" ucap orang itu kemudian pergi


Berganti dengan sang pengantar barang yang dia yakin ini dari salah satu butik di daerah sini...


"ini pesanan tuan Abraham untuk nyonya Cecil" ucap sang pengantar


"baik terimakasih"


"gila sebanyak ini isinya apa aja " gumam Titi sembari masuk ke dalam kamar, tak lupa dia menutup pintu barak


Titi tampak membawa tas berisi makanan di sebelah kiri, dan beberapa paper bag di sebelah kanan


"siapa ti?" tanya Cecil melihat Titi membawa banyak sekali barang


"nih dari tuan Abraham untuk Nyonya Abraham" ucap Titi sambil tertawa


Cecil membuka tas berisi makanan terlebih dahulu, dan benar saja isinya ada pizza, minuman dan beberapa snack yang sangat dia sukai...


sedangkan di paper bag lain berisi baju-baju batik, kemeja, tas dan sepatu. saat bersamanya di restoran tadi Aham sempat meng kritik pakaian Cecil karena menurut Aham terlalu terbuka...

__ADS_1


"bisa gercep gini" ucap Cecil


"mungkin dia eneg liat lo pake pakaian sedikit terbuka" ucap Titi sambil terkekeh


__ADS_2