TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TAKUT


__ADS_3

"kalau kalian jadi menitipkan barang di rumah saya, saya beri waktu 10 menit untuk kalian bersiap menuju rumah saya. 5 menit lagi saya akan sampai di rumah. terimakasih" ucap Aham


"siap Ndan" jawab semuanya


telepon di tutup oleh Aham tanpa berbincang dulu kepada Riko


"lah main tutup aja telfon nya" protes Riko


tanpa pikir panjang ia ikut mempersiapkan barang-barang nya dan ikut berbaris dengan anggota yang lainnya...


Bima yang baru sampai setelah keluar membeli paket data pun heran melihat teman-temannya berbaris di depan barak...


"kalian ngapain baris?" tanya Bima


"izin bang, kami akan menitipkan barang ke rumah Ndan Aham" jawab adik nya


"udah Bim cepetan masuk ambil barang, Aham cuma kasih waktu 10 menit. Ini udah ke potong 5 menit gara-gara nunggu in lo balik" ucap Riko


"iya iya bentar" jawab Bima kemudian masuk ke dalam barak


tak lama ia keluar membawa barangnya yang tak seberapa


"cuma segitu Bim?" tanya Riko


"iya, emang mau seberapa lagi" jawab Bima


"tau gitu gue bawa sekalian" ucap Riko


mereka berjalan menuju rumah Aham dan setelah sampai mereka menunggu Aham di luar rumah karena Aham belum sampai...


disisi lain Aham berjalan menggendong Cecil dari parkiran menuju rumah dinasnya, sesampainya di rumah sudah banyak anggota yang menunggunya...


"se..." ucap semua anggota di potong oleh Aham


"shuut, jangan keras-keras" pinta Aham


"selamat malam Ndan" ucap semuanya pelan sembari memberikan hormat


"selamat malam" jawab Aham pelan


"Bim tolong" ucap Aham kepada Bima


Bima akan mengambil alih Cecil dari gendongan Aham namun di cegah oleh Aham


"mau ngapain?" tanya Aham


"gantiin gendong Cecil" jawab Bima


"saya minta tolong bukain pintunya" ucap Aham


"Oooo kirain" jawab Bima


"kuncinya?" tanya Bima lagi

__ADS_1


"nih di tas paling depan" jawab Aham dengan memberikan tas yang ia bawa kepada Bima


Bima meraih tas Aham kemudian mengambil kunci dan membuka pintunya...


"saya masuk sebentar ya" ucap Aham kepada semuanya


"baik Ndan"


Aham masuk untuk menidurkan Cecil dan menaruh barang yang ia bawa tadi. sementara di luar, Bima dan Riko membicarakan tentang Aham


"Gue jadi pengen cepet nikah" ucap Riko


"kenapa ko?" tanya Bima


"lihat aja si Aham sama Cecil bikin iri orang aja" jawab Riko


"Hmm, lo pikir nikah itu enak terus" ucap Bima


"kayak lo tau aja Bim soal nikah" jawab Riko


"bukan begitu, tapi yang namanya hubungan pasti ada masalah nya juga jadi kalau mau bangun hubungan jangan mikir enaknya aja" ucap Bima


"iya juga sih, tapi kalau lihat hubungan Cecil sama Aham kayak mulus-mulus aja setelah nikah" jawab Riko


"ya karena sebelum menikah lo tahu sendiri mereka ada masalah berapa tahun, masak pas nikah mau berantem-berantem lagi kan nggak baik" ucap Bima


"iya juga sih" jawab Riko


tak lama Aham keluar dari rumah


"baik Ndan"


"saya minta tolong kepada Bima dan Riko untuk membantu menata barangnya di dalam"


"siap Ndan" jawab Bima dan Riko bersamaan


"Bima dan Riko ikut saya, sekalian 5 orang bergantian"


karena banyaknya anggota yang menitip barang, alhasil ruangan kamar kosong tersebut penuh oleh barang-barang para anggota...


setelah selesai mereka semuanya kembali lagi ke barak untuk istirahat, sementara Aham menyusul istrinya tidur...


ia memandang wajah Cecil yang terlihat tenang, berat rasanya akan meninggalkan istrinya sendirian belum lagi Cecil tengah mengandung dua buah hatinya sekaligus. namun ia merasa lega karena mama mereka akan menggantikan Aham untuk menemani Cecil disini ...


Aham mencium kening Cecil dan menyusul nya ke alam mimpi, mengingat besok ia harus bangun pagi-pagi...


......................


sementara tadi saat sudah sampai di parkiran, Tino menahan tangan Titi agar menunggunya...


"aku mau bicara sebentar yang" ucap Tino kepada Titi


"iyaa kak ada apa?" tanya Titi

__ADS_1


"maaf ya kalau aku tadi nggak ngajak kamu ngomong sama sekali pas ada mama" ucap Tino


"aku berusaha menahan untuk nggak nangis di depan mama" sambungnya


"nggak papa kak, maaf aku udah berfikiran yang enggak-enggak sama kakak" jawab Titi


"aku minta maaf kalau selama ini ada salah sama kamu, doa in aku supaya bisa kembali dan saat aku kembali nanti aku akan langsung melamar kamu secara resmi. tunggu aku ya" ucap Tino


"iya kak, aku sudah maafkan semuanya. aku pasti akan berdoa untuk keselamatan kakak dan aku akan menunggu kakak kembali untuk menepati janji kakak" jawab Titi


"makasih sayang" ucap Tino


"sama sama kak, yaudah ayo balik. sudah malam soalnya takutnya kakak kurang tidur nantinya" jawab Titi


"iya ayo" ucap Tino


"besok kami akan berangkat jam 6, Cecil besok akan menjemput kamu" sambungnya


"tapi kak, kan aku...."


"nggak papa, kamu tidak akan ikut acara formalnya. kamu akan di jemput Cecil saat kamu pamitan, pakai baju seperti saat kamu mengajar saja" ucap Tino memotong jawaban Cecil


"baik kak" jawab Titi


setelah sampai di depan rumah, Titi berpamitan untuk masuk terlebih dahulu


"yaudah kak, aku masuk dulu ya. kakak langsung istirahat kalau udah sampai barak" pesan Cecil


"siap sayang" jawab Tino


Tino tak sadar bahwa banyak pasang mata yang melihat mereka berdua bersama karena saat Tino dan Titi sampai, para anggota lainnya masih berkumpul di depan rumah Aham dan akan kembali ke barak...


"wih roman-roman nya ada yang baru pamitan nih" goda Riko


"apaan" ucap Tino cuek


"hahaha pakai nggak mood segala" jawab Riko


"lagian lo sih ko, ada yang lagi galau karena ninggalin ayang satgas malah lo godain kayak gitu" ucap Bima


"ya maaf, kan gue nggak pernah lihat si buaya ini galau sebelumnya" jawab Riko tanpa rasa bersalah


"izin bang, kami kembali ke barak terlebih dahulu" ucap salah satu adik letting mereka karena merasa tidak enak mendengarkan percakapan seniornya


"oh iya, tidak usah berbaris lagi dan jangan berisik karena semua orang sudah tidur" pesan Bima


"siap bang"


sementara Bima, Riko dan Tino memilih untuk berjalan jauh di belakang mereka...


"Lo kenapa sih no?" tanya Bima yang melihat Tino murung


"nggak papa Bim, gue cuma kepikiran aja gimana kalau gue nggak bisa tepati janji sama Titi" jawab Tino

__ADS_1


"Lo ngomong apaan sih curut, emang lo mau mengorbankan diri apa?" tanya Riko


"bukan gitu, siapa juga yang mau mengorbankan diri. gue cuma takut aja kalau nggak bisa tepati janji ke Titi" jawab Tino


__ADS_2