
"kami bertiga juga udah berusaha ngomong ke Tino tapi Tino nggak mau dengerin, yaudah sekarang dia malah milih buat sendiri nggak sama kamu lagi" ucap Aham
"biarin lah mas, itu kemauan dia. kalau dia nyesel ya sukurin, udah bikin sahabatku nangis-nangis sih" jawab Cecil
"udah-udah, sayang mau makan yang mana dulu? biar aku suapi" tanya Aham
"aku mau ini" jawab Cecil menunjuk mie goreng dalan cup yang ia beli tadi
Aham dengan senang hati menyuapi Cecil perlahan, akan jarang ada kesempatan seperti ini walaupun Cecil juga hidup berdampingan dengan dirinya
"mas juga makan dong" pinta Cecil
"kalau mas ikut makan, nanti kamu kurang sayang. udah makan aja ya" ucap Aham
"aku beli double kok tadi, cuma dijadikan satu aja biar bisa makan bareng" jawab Cecil
"baiklah sesuai kemauan mama ya" ucap Aham
"ih mas jangan gitu" protes Cecil
"gitu gimana?" tanya Aham
"jangan panggil mama, kan baby belum keluar" ucap Cecil malu-malu
"hehe iya sayang" jawab Aham
Aham melanjutkan menyuapi Cecil dan juga makan untuk dirinya sembari melihat pertunjukan disana
"om Aham" sapa seorang yang baru saja datang
"oh ya" jawab Aham cuek
"apa saya boleh bergabung?" tanya wanita tersebut yang tak lain adalah teman nenci
"maaf saya sedang ingin berdua dengan istri saya" jawab Aham
"oh iya kenalkan ini istri saya, Cecillia Abraham" ucap Aham mengenalkan Cecil kepada sela
sela mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Cecil, di terima oleh Cecil dengan sedikit tersenyum sinis sembari mengelus perut buncitnya
"Sela" ucapnya kepada Cecil
__ADS_1
"Cecillia" jawab Cecil
ia memang sedari sampai memegangi perutnya karena senang berada di dekat Aham, mungkin sang baby juga merasakan hal yang sama...
Aham kembali menyuapi Cecil tanpa menggubris Sela yang masih berdiri di sampingnya
"sayang" ucap Aham meminta Cecil membuka mulutnya
Cecil menurut saja apa yang dikatakan oleh Aham
karena merasa di cuek kan akhirnya Sela berpamitan untuk mencari duduk di depan
"saya permisi dulu, maaf sudah mengganggu" ucapnya hanya di jawab anggukan oleh Aham dan Cecil
"Sela itu temennya Nenci, emang rada-rada nggak jelas gitu anaknya" ucap Aham
"udah kelihatan" jawab Cecil tersenyum
"suka sama kamu itu mas" goda Cecil
"biarin sayang, aku udah punya sayangku yang gemesin ini kok. dari awal disini pas perkenalan juga aku udah bilang kalau punya istri, jadi dia nggak tau malu orangnya" jawab Aham
Cecil tertawa melihat ekspresi kesal Aham, karena sang suami memang tidak suka jika ada yang pura-pura manis atau dekat-dekat dengannya apalagi jika itu seorang wanita..
"udah habis yang, mau lagi?" tanya Aham
"enggak udah kenyang" jawab Cecil
"yaudah ini minum" ucap Aham memegangkan minum Cecil
"makasih mas" ucap Cecil
"sama-sama sayang" jawab Aham
Cecil menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, karena sudah menjadi kebiasaan bagi Cecil saat ia merasa kenyang akan menjadi ngantuk seperti saat ini
"ngantuk sayang?" tanya Aham
Cecil hanya mengangguk kecil
"pulang aja yuk" ajak Aham
__ADS_1
Cecil menurut saja saat di ajak pulang, karena memang rasa kantuknya sudah sangat parah
Aham merangkul Cecil dan juga memegangi tangannya
"jangan tidur dulu ya, bentar lagi sampai Lo" ucap Aham
"iya mas, masih melek ini" jawab Cecil
setelah sampai di depan rumah, rumah masih terlihat sepi karena teman-temannya juga belum kembali
"anak-anak belum balik ya" ucap Cecil
"belum, mereka masih asyik nonton tadi" jawab Aham sembari membuka pintu dan membawa Cecil masuk ke dalam rumah
"mas" panggil Cecil
"apa sayang?" tanya Aham
"temenin aku disini dulu ya" punya Cecil
"iya, tapi nanti kalau yang lain kembali aku juga harus belik ke mess ya" ucap Aham
"iya, sampai mereka balik" jawab Cecil
karena Cecil membawa kasur tipis portabel yang di tempatkan di ruang tamu, mereka memilih untuk berbaring di sana
"udah kamu tidur o" pinta Aham
"mas juga sini" ucap Cecil meminta Aham untuk berbaring di sampingnya
"baiklah" jawab Aham
ia berbaring di samping Cecil dengan satu bantal yang sama. Aham mengelus kepala Cecil agar Cecil tertidur dengan lelap, dan Cecil memeluk Aham seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya...
"mas peluk" pinta Cecil
"iya sayang" jawab Aham membalas pelukan Cecil kepadanya
sepertinya rasa kantuk Cecil menular ke Aham sehingga Aham juga ikut memejamkan matanya, kurang lebih 2 jam Aham tertidur baru lah teman-temannya kembali dari balai...
"ham" ucap Bima membangunkan Aham
__ADS_1
"hmm apa" tanya Aham
"ayo balik" ajak Bima