TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
BAIKAN


__ADS_3

"dia jawab, kalau dia nggak mau ganggu aktifitas gue saat kerja" jawab Aham


"terus kalau kita chat dia pas dia kegiatan kan kita salah lagi" ucap Tino


"Cecil beda no, dia kasih gue daftar-daftar aktifitas yang bakal dia lakuin selama seminggu. Jadi gue nggak pernah telepon dia yang jam nya bentrokan sama jam dia ngajar" jawab Aham


"gue kan baru ham sama Titi, jadi gue nggak terlalu memusingkan urusan dia atau ngatur-ngatur hal yang dia lakuin" ucap Tino


"iya sih no, tapi lo coba deh sesekali tanya kegiatan dia apa aja hari ini? terus ada masalah nggak, ada cerita nggak hari ini? itu semua bisa bikin mood cewek naik lo" tutur Aham


"ham, lo tau sendiri kan gue dari dulu pacaran cuma main-main aja. Gue serius baru sama Titi, dan gue juga masih belajar maka dari itu bimbing gue ham" ucap Tino memohon


"haduh autodidak no, lo belajar dari gue juga nggak akan perfect hasilnya kan Cecil sama Titi beda orang masak gue harus memahami Titi dulu. tenang aja gue akan bantu lo sebisa mungkin, tapi jangan yang spesifik apalagi nyusahin gue" jawab Aham


"lebih baik lo sering-sering main ke rumah tanya-tanya sama Cecil, kan Cecil udah sahabatan sama Titi dari lama pasti paham lah gimana Titi. tapi ingat, lo ke rumah pas ada gue" sambung Aham


"iya iya ham, takut amat Cecil gue ambil" jawab Tino sembari tertawa


"gue sih nggak yakin kalau Cecil mau sama lo haha" ucap Aham


"ya iya lah lagian kalau gue sampai deketin Cecil yang ada gue di amuk sama fans nya Cecil Aham, gue dapet Titi aja kayak mimpi rasanya" jawab Tino


"mana ada fans-fans an kayak gitu, nah makanya syukuri apa yang kita punya sekarang" ucap Aham


"Alhamdulillah" tutur Tino


"udah sekarang lo chat si Titi buat minta maaf gih kalau lo nunggu Titi chat duluan, sampai lebaran baru dia chat" ucap Aham


"kok bisa gitu ham?" tanya Tino


"kan cewek minta maaf kalau lebaran doang, kalau hari biasa mah semua kesalahan cewek yang minta maaf tetep cowok" jawab Aham


"hmm bener banget, kalau cewek salah ya cowok yang lebih salah" ucap Tino


"udah buruan chat, mumpung ini masih ada waktu buat lo chat. nanti kalau udah sampai lokasi malah nggak bisa main hp lo" kata Aham

__ADS_1


"siap Ndan" jawab Tino


"Lo manggil gue gitu, gue jadi inget. Kan gue komandan nya kenapa gue yang nyetir in lo" ucap Aham


"nanti kita tuker tempat sebelum sampai" jawab Tino yang tengah fokus dengan handphone nya


......................


disisi lain Titi yang tengah mengajar tidak fokus karena kepikiran sikapnya yang tidak sopan terhadap Tino, terlebih tadi ada Aham dan Cecil yang pasti akan membuat Tino semakin malu karena kelakuan Titi yang kekanakan...


"gue tadi ngapain sih pake ngambek-ngambek segala ke kak Tino, padahal apa yang dibilang kak Tino itu wajar-wajar aja karena memang kita nggak se jalur" batin Titi


"masak gue mau chat duluan buat minta maaf, masak gue minta maaf duluan" batinnya sembari melihat ke arah handphone yang sengaja ia nyalakan sedari tadi


ia menunggu chat dari Tino namun tak kunjung ada, untuk menghilangkan rasa jenuh nya Titi memilih untuk membaca buku-buku materi sedangkan murid-murid nya kini sedang mengerjakan tugas...


baru satu halaman ia baca, tiba-tiba muncul notifikasi dari handphone nya


"maaf ya sayang, kalau tadi aku salah ngomong ke kamu. aku nggak bermaksud kayak gitu" ucap sang pengirim pesan yang tak lain adalah Tino


"tapi kak Tino kan ada kegiatan hari ini, kalau aku bales agak lamaan nanti keburu kak Tino kegiatan malah nggak di balas sampai sore"


"*iyaa kak nggak papa kok, aku juga minta maaf karena tiba-tiba pergi gitu aja" balas Titi


"no sayang, kamu nggak salah kok. itu wajar aja kalau aku ngomong salah ke kamu" ucap Tino


"oh ya kalau kamu ada free, kita telfonan ya. nanti kabarin aja kamu free jam berapa" sambungnya


"iyaa kak" jawab Titi


"ya udah ini udah aku udah mau sampai tempatnya, jadi kita sambung nanti lagi" ucap Tino


"okay kak" jawab Titi


.....

__ADS_1


"hmm kan kayaknya kalau mau kak Tino peka harus diajak kontak batin dulu deh, baru aja di omongin dalam hati udah chat aja. tau gitu dari tadi gue batin" gumam Titi


setelah selesai mengajar, ia memilih untuk kembali ke ruangan tempat dia dan anak KKN lainnya berkumpul termasuk Cecil...


"udah balik aja ti?" tanya Cecil


"iya cil, cuma dua jam pelajaran hari ini" jawab Titi


"kenapa itu muka ditekuk? belum baikan?" tanya Cecil


"udah cil" jawab Titi


"terus apalagi yang lo pikirin?" tanya Cecil karena sahabatnya itu masih cemberut


"sikap gue kekanakan banget ya cil" ucap Titi


"gue ninggalin kalian gitu aja kayak anak kecil ngambek sama orang tuanya, kalau disitu cuma ada gue sama kak Tino mungkin kak Tino nya nggak akan malu. Tapi disitu ada kak Aham meskipun suami lo itu temennya saat di lingkungan militer kan kak Aham atasannya, sama aja gue udah jatuhin harga diri kak Tino didepan atasannya" tutur Titi


"mending lo minta maaf ke kak Tino sama kak Aham deh ti kalau lo ngerasa nggak enak sama mereka berdua, tapi sejauh yang gue tau ya suami gue nggak pernah memusingkan masalah orang lain meskipun hal itu terjadi di depannya sekalipun. jadi lo minta maaf ke kak Aham hanya sebagai formalitas aja biar kak Tino nggak ngerasa nggak enak sama kak Aham karena lihat lo marah ke dia" jawab Cecil


"makasih ya cil sarannya, gue ngerasa beruntung banget punya temen kayak lo" ucap Titi sembari memeluk Cecil


drett....


drett....


"handphone lo bunyi tu" ucap Cecil kepada Titi


"eh iyaa" jawab Titi


ia lalu mengambil handphone yang ditaruhnya di saku..


"kak Tino" ucap Titi lirih


"yaudah angkat gih" ucap Cecil

__ADS_1


Titi kembali ke meja nya kemudian mengangkat telepon dari Tino, disana Titi merasa aneh karena belum mengabari Tino bahwa sekarang ia sudah free namun kenapa Tino tiba-tiba meneleponnya. ia melihat ke arah Cecil yang sedang video call dengan suaminya, Titi merasa Cecil lah yang memberitahu kak Tino...


__ADS_2