TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
ANCAMAN


__ADS_3

"memang manggil nama kamu?" tanya Aham


"nggak sih, cuma tebak aja karena tadi kan kita berdua nggak pamit pindah" jawab Cecil


"kamu lihat dari lubang kunci aja, aku tadi sempet lihat kalau di lubang kunci itu ada lubang kecil" ucap Aham


"iya mas" jawab Cecil


"ti kata kak Aham disuruh lihat lewat lubang kunci aja, ada lubang kecil di sampingnya" ucap Cecil kepada Titi


"oh iya ada" bisik Titi


"karena kamar tersebut kedap suara jadi orang di luar tidak akan mendengar apa yang dikatakan oleh orang di dalam


Titi melihat ke arah lubang tersebut


"siapa ti?" tanya Cecil


"siapa lagi cil yang bakal ganggu kita di rumah ini" jawab Titi jengah


"yaudah buka in gih" ucap Cecil


"Lo yakin gue buka in pintu ini? nanti kalau ada apa-apa sama kita yang bantuin siapa" tanya Titi


"gimana sayang?" tanya Aham di seberang telepon


"fia mas" jawab Cecil


"ngapain dia malam-malam ketuk pintu kamar orang" ucap Aham


"jangan di buka yang, takutnya malah dia ngapa-ngapain kamu nantinya" tutur Aham


"tapi mas" jawab Cecil


"*udah kamu nurut sama aku ya, aku takut dia ngapa-ngapain kamu" ucap Aham


"sekarang kalian balik tidur aja, pake earphone dengerin musik biar nggak denger suara ketukan lagi. oh iya sama kamu chat mama ya, ceritain soal ini ke mama" ucap Aham*


"tapi mas, jam segini mama kan masih tidur" jawab Cecil


"*iya sayang, itu buat jaga-jaga aja kalau semisal dia tetep ketuk pintu kamu sampai pagi" ucap Aham

__ADS_1


"kalau aku bisa sekarang udah susulin kamu kesana, tapi ini udah larut banget dan aku nggak mungkin keluar se larut ini apalagi aku sekarang di barak" sambungnya*


"iya mas nggak apa-apa kok, insyaallah aku sama Titi bisa mengatasi semuanya. mas jangan khawatir, sekarang mas juga tidur ya kan besok harus kesini pagi-pagi" ucap Cecil


"iyaa sayang, ingat jangan matiin telepon nya ya" pinta Aham


"siap bos"


sebelum tidur Cecil melakukan apa yang dikatakan oleh Aham yakni menghubungi mama nya via chat, agar nanti saat bangun mama nya tahu bahwa Cecil dan Titi mengalami gangguan karena fia yang terus mengetuk pintu kamarnya...


selain itu mereka berdua juga sudah merekam dan memotret apa yang dilakukan oleh fia di luar kamar sebagai bukti yang akan diberikan kepada mama Bima...


akhirnya mereka berdua terlelap, Titi tidur sembari mendengarkan musik sedangkan Cecil tidur karena mendengarkan cerita Aham...


disisi lain, fia yang terus-menerus mengetuk pintu namun tidak kunjung dibukakan merasa kesal. dia berniat untuk melaporkan apa yang dilakukan oleh Cecil dan Titi kepada mama Bima...


tok... tok... tok...


"gue tau kalian di dalam, buka pintunya" ucap fia


"ni anak berdua bikin emosi aja" gumamnya setelah menunggu 30 menit an


tok... tok... tok...


"awas aja kalian nggak buka in gue pintu, gue bakal lapor sama mami" ucap fia


dia terus menerus mengetuk pintu kamar Cecil dan Titi, sampai dia dikagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba berada di belakangnya...


"kamu ngapain disini?" tanya orang tersebut


"eh anu ini saya mau ikut tidur bareng sama Cecil sama Titi" jawab fia gugup


"kamu tahu ini jam berapa?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah mama Aham


"jam 12 malam Tante" jawab fia


"apakah sopan mengganggu orang di jam segini? menantu saya sudah istirahat. mereka sudah tidur berdua dengan Titi lantas kalau kamu mau tidur bersama mereka, kamu mau tidur dimana?" tanya mama Aham


"saya bisa kok tidur bertiga Tante" jawab fia


"kamu bisa namun menantu saya belum tentu bisa. selama disini gerak-gerik kamu akan saya awasi, saya tidak ingin kamu mengacau kepada anak saya maupun menantu saya" ucap mama Aham

__ADS_1


"lebih baik kamu sekarang kembali ke kamar mu, besok pagi kita akan selesaikan masalah ini" sambung mama Aham


fia melipir kembali ke kamar yang semula ia tempati bersama dengan mama Bima, sedangkan mama Aham masih mengawasi fia sampai masuk ke dalam kamar...


Saat terbangun akan ke kamar mandi, mama Aham sudah tidak menemukan keberadaan menantunya dan juga Titi di dalam kamar. oleh karena itu dia langsung mengecek handphone miliknya berharap Cecil dan Titi memberitahu keberadaannya, namun yang dikirim Cecil ialah sebuah video yang membuat dirinya sangat marah. oleh karena itu dia langsung keluar dari kamar, dan benar saja orang tersebut masih berusaha menganggu Cecil...


mama Aham memutuskan kembali ke kamar dan akan menyelesaikan masalah itu keesokan harinya, mungkin dia juga akan menerima tawaran Aham untuk pindah ke penginapan yang terpisah dengan fia agar Cecil tidak merasa terganggu saat berkunjung...


Keesokan harinya keadaan rumah masih tenang karena mama Aham belum turun untuk sarapan, fia merasa lega karena orang yang mengancamnya tadi malam belum juga muncul...


namun saat dia minum tiba-tiba sebuah tepukan di bahu nya mengangetkan nya sampai dia tersedak air...


"eh maaf ya" ucap mama Aham


"ini fi kamu minum" pinta mama Bima yang duduk di samping fia


"iya mi makasih" jawab fia


"oh iya ada yang ingin saya sampaikan disini" ucap mama Aham


"apa itu jeng?" tanya mama Bima


"siang ini saya, besan saya, mama Tino dan mama Titi akan pindah dari penginapan ini karena kami ingin lebih dekat dengan anak-anak" ucap mama Aham


"kenapa begitu jeng? kan disini juga dekat dengan asrama anak-anak cuma beberapa menit" tanya mama Riko


"memang, namun ada yang menganggu pikiran saya disini" jawab mama Cecil


"ada apa?" tanya mama Bima


"saya tentunya akan merasa nyaman tinggal dimana pun jika anak-anak saya juga merasa aman dan nyaman tanpa adanya pengganggu" ucap mama Aham menekankan kata pengganggu


"maksud jeng?" tanya mama Bima


"ada baiknya mbak buka pesan dari saya" ucap mama Cecil


fia yang berada di sana merasa sangat terancam karena di sudut kan oleh banyak orang, namun dia tidak bisa apa-apa apalagi mama Cecil sampai mengirimkan bukti berupa video kepada mama Bima...


sedangkan Titi dan Cecil tetap asyik menikmati makanan nya dengan santai, mereka berdua merasa beruntung karena mendapatkan mama dan mama mertua yang sangat baik dan pengertian...


"apa maksudnya ini dek?" tanya mama Bima kepada mama Cecil

__ADS_1


"mbak bisa lihat sendiri kan? apa yang dilakukan menantu mbak kemarin malam. kemarin Cecil dan Titi memang tidur bersama kami namun karena Tino dan Aham menelepon mereka memilih untuk pindah kamar, saat tidur mereka malah diganggu oleh fia dengan cara mengetuk pintu dengan keras" ucap mama Cecil


__ADS_2