TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
BERTEMU CALON MERTUA


__ADS_3

"tapi lo nggak pernah chat sama calon istri lo" ucap Bima


"profesi kita sama dia sama" jawab Riko


"kowad?" tanya Bima


"iya, dia adek kita selisih tahun" jawab Riko


"besok fia kesini ko, lo coba minta maaf ke dia aja. siapa tau dia bisa maaf in lo" ucap Bima kepada Riko


"ya besok gue coba Bim, ingat kata gue ya kalau lo emang berjodoh sama fia tolong jangan lakukan hal bodoh kayak yang gue lakuin ke dia" kata Riko sembari menepuk pundak Bima


"insyaallah ko" jawab Bima


"terus Bim, alasan lo nggak respon perasaan Titi apa Bim?" tanya Riko


"ko, gue udah anggap Titi kayak adek gue sendiri nggak lebih. gue juga nggak bisa maksain perasaan gue ke dia apalagi dia sama gue deket pas kita sama-sama terpuruk karena pasangan kita meninggalkan kita, terus gue udah tau kalau Tino suka sama Titi dari dulu" jawab Bima


"tapi Bim, yang lo lakuin ke Titi nggak seharusnya kayak gitu. gue kasihan sama dia pas lo bentak dia di kantin" ucap Riko


"gue bahkan belum berani meminta maaf langsung ke Titi tentang hal itu, gue juga nggak berani ucapin selamat ke Tino ataupun Titi perihal hubungan mereka" jawab Bima


"gue denger mereka berdua baru akan tunangan setelah kita balik ke Jakarta lagi" kata Riko


"iya ko gue denger itu, tapi setahu gue mama Titi sama mama Bima nanti datang. tentu mereka akan membahas masalah pertunangan mereka nantinya" ucap Bima


"kita doakan yang terbaik buat dia, semoga Titi pelabuhan hati terakhir nya" sambung Bima


"Aamiin" ucap mereka berdua bersamaan


......................


disisi lain Tino yang sudah sampai di halaman sekolah tempat Titi KKN langsung menghubungi Titi lewat sambungan telepon...


Titi Calling....


"hallo sayang" ucap Tino


"hallo kak, sudah sampai?" tanya Titi


"iya sayang, ini aku di depan" jawabnya


"oh iya aku keluar sekarang" ucap Titi


"jangan matikan telepon nya ya" jawab Tino


"okay" jawab Titi sembari berjalan menuju halaman sekolah yang di maksud oleh Tino


terlihat Tino yang sedang menunggu Titi di depan mobilnya, Titi langsung memutus sambungan telepon membuat Tino menoleh ke kanan dan ke kiri. setelah mengetahui bahwa Titi berjalan ke arahnya, dia tersenyum


"lama ya kak?" tanya Titi


"nggak kok, tadi aku baru sampai langsung telepon kamu" jawab Tino

__ADS_1


"yaudah yuk berangkat"sambung Tino


di dalam perjalanan Titi banyak diam karena terpikirkan bagaimana nantinya dia akan bertemu dengan mama Tino, Tino yang melirik Titi pun merasa aneh karena tidak biasanya Titi diam saja...


"mikirin apa sayang?" tanya Tino namun tidak ada sahutan dari Titi


"sayang?" ucap Tito memegang kepala Titi membuat Titi kaget


"iya ada apa?" tanya Titi


"kamu mikirin apa sampai melamun gitu?" tanya Tino


"nggak kok" jawab Titi


"kamu takut ketemu mama?" tanya Tino membuat Titi kaget


"bukan takut, tapi ...." ucap Titi terpotong oleh Tino


"tapi apa?" tanya Tino


"tapi ini kali pertama aku ketemu sama mama kakak, dan aku belum mengenal beliau kak jadi aku takut kalau nanti ada salah kata sama beliau" jawab Titi


"kamu memang nggak kenal mama, tapi mama kenal kamu sayang" ucap Tino yang membuat Titi heran


"kok bisa?" tanya Titi


"mama dari dulu udah banyak mengenal calon menantu nya tapi calon menantu nya ini tidak mengenal kalau itu calon mertua nya" jawab Tino


"ih kakak ini" ucap Titi


tak terasa mereka sudah sampai di bandara, karena mama nya baru akan sampai sekitar pukul tujuh malam. mereka berdua memilih untuk makan terlebih dahulu karena sedari tadi cacing di perut Titi sudah protes minta diberi makan...


"mau makan apa sayang?" tanya Tino


"apa aja deh kak, yang penting nasi" jawab Titi


"oke kita ke sana aja ya, disana makanannya enak" ucap Tino menggandeng tangan Titi kemudian berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh Tino


setelah sampai disana Tino meminta Titi untuk duduk menunggu sedangkan Tino mengantri makanan...


sembari menunggu Tino, Titi memilih untuk bermain ponselnya bertukar pesan dengan Cecil. Cecil akhir-akhir ini suka sekali menggoda Titi karena Titi takut akan bertemu sang calon mertua...


setelah menunggu beberapa lama, Titi sudah bosan dengan gadget nya memilih untuk menyimpan handphone nya di tas...


Titi mendengar beberapa cewek yang berbisik-bisik di belakangnya, cewek-cewek itu membahas tentang seorang pria yang mereka temui saat antri makanan...


"eh lo tau nggak cowok yang tadi antri di belakang kita?" tanya cewek itu kepada temannya


"iya ganteng banget" jawabnya


"yang mana sih?" tanya teman lainnya


"itu tuh masih di depan, yang pakai kaos biru Dongker polos" ucap temannya

__ADS_1


Titi yang merasa mengenal orang yang dibicarakan oleh cewek-cewek itu melihat ke arah Tino yang masih memesan makanan, karena telinga nya sudah mulai panas mendengar pujian-pujian yang dilontarkan mereka kepada Tino. Titi memilih untuk menyusul Tino dan ikut mengantri bersama Tino...


tanpa basa-basi Titi langsung menggandeng tangan Tino saat sudah berada di samping Tino, membuat Tino kaget karena ulahnya...


"eh kenapa sayang?" tanya Tino


"enggak, nggak papa" jawab Titi


"mau pesan apa lagi? apa mau ganti?" tanya Tino yang heran


"enggak kok" jawab Titi namun pandangan nya bukan pada Tino melainkan pada cewek-cewek yang tadi memuji Tino


sadar akan pandangan Titi, Tino tersenyum melihat hal itu ..


"ekhemm" dehem Tino


"kenapa?" tanya Titi yang heran


"ada yang cemburu nih" ucap Tino


"siapa yang cemburu? " tanya Titi


"sayang ku ini" jawab Tino sembari mengelus kepala Titi


"ih" keluh Titi


"ayo duduk" ajak Tino


mereka berdua berbincang-bincang mengenai rencana yang akan mereka lakukan nantinya saat orang tua nya ada disini, mengingat Tino akan sangat sibuk jadi Titi lah yang akan menemani sang mama dan sang calon mertua untuk berjalan-jalan nantinya...


setelah menunggu beberapa lama akhirnya makanan yang dipesankan oleh Tino datang juga, Titi kaget melihat banyaknya makanan yang di antar oleh pelayan...


"kenapa banyak banget kak?" tanya Titi kepada Tino setelah melihat semua makanan di depannya


"oh ini mama sama calon mama mertua ku udah sampai, mereka jalan kesini sekarang" jawab Tino


"yang bener?" tanya Titi tiba-tiba merasa gugup


"udah santai aja sayang, kan aku udah bilang kalau mama nggak gigit" ucap Tino


"mama gigit apa?" tanya mama Tino yang ternyata sudah berada di belakang Tino


"eh mama" ucap Tino menyalami mama nya kemudian mama Titi, Titi juga bergantian menyalami keduanya


"anak nakal, kamu kira mama ini singa apa yang mau gigit-gigit" ucap mama Tino sembari menjewer telinga Tino


"ma sakit ma, malu juga dilihat banyak orang" ucap Tino


"maaf ma maaf, lagian Titi takut sama mama" sambung Tino


"kamu ini harusnya jaga image mama di depan calon menantu mama" ucap mama Tino yang sudah duduk berhadapan dengan Titi


"dan satu lagi, kamu itu suka banget sih jadi pusat perhatian" keluh mama Tino

__ADS_1


"pusat perhatian gimana sih ma?" tanya Tino


__ADS_2