TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
GORESAN LUKA


__ADS_3

"enak aja lo, kalau musim nikahan aja bisa habis banyak gue gara-gara mereka ngundang dangdutan" ucap Riko


"itu mah salah lo ko, kan nggak ada yang nyuruh lo ngasih tips ke biduan itu. lagian lo mau berangkat sangkur pora aja bawa duit banyak banget" kata Bima


"kan kita sangkur pora ke luar kota Bim, bisa aja nanti berhenti di rest area apa di tempat oleh-oleh kan bisa bawa in oleh-oleh buat anak-anak" ucap Riko


"alah itu cuma alasan lo aja, bawa uang banyak berkedok beli oleh-oleh padahal nyawer biduan" jawab Bima


setelah sampai di bandara, mereka berdua menunggu kurang lebih 10 menit barulah para mama itu datang. dan pastinya seseorang yang tidak ingin ditemui oleh Riko juga ada di sana...


"ko itu mama sama Tante" ucap Bima yang antusias setelah melihat orang tuanya


"ha? oh iya Bim" jawab Riko gugup karena orang pertama yang dia pandang tak lain adalah fia yang berjalan bersama dengan mama Bima


"udah ko santai aja, harusnya lo malah bersikap baik ke fia dan minta maaf ke dia atas semua kesalahan lo di masalalu. meskipun mungkin kedepannya gue yang akan jadi pendamping dia, tapi gue nggak mau dia berdampingan dengan gue tapi dia belum bisa maaf in masalalu nya. toh nantinya kita tetep akan berteman, dan besar kemungkinan pasangan kita juga sama-sama nantinya" tutur Bima


"Bim harusnya sebelum lo bilang ini ke gue, lo juga harus minta maaf dulu ke Titi soal ke salah pahaman kalian meskipun Titi udah sama Tino setidaknya lo nggak ngerasa bersalah lagi sama Tino dan Titi" ucap Riko


memang benar apa yang dikatakan Riko, karena masalah mereka berdua hampir sama jadi sebaiknya mereka sama-sama melakukan hal itu untuk kebaikan hubungan mereka ke depan...


"hei kalian berdua ini, mama datang bukannya di sambut malah asyik ngobrol sendiri" ucap mama Bima kepada Riko dan Bima


"maaf ma, aku lagi bahas masalah kerjaan sama Riko" ucap Bima sembari menyalami mama nya masing-masing kemudian berlanjut ke orang tua teman-temannya


"Tante apa kabar?" sapa Riko kepada mama Bima


"Alhamdulillah baik ko" jawab mama Bima

__ADS_1


"oh iya Bim, sesuai yang mama katakan hari ini mama ajak fia dateng ke sini buat jenguk in kanu" ucap mama Bima kepada Bima


"oh iya ma" jawab Bima


"hi fi" sambungnya menyapa fia


"iya kak" jawab fia


disisi lain mama Riko yang menyaksikan itu merasa kasihan kepada anaknya karena harus bertemu dengan seseorang yang pernah dia sakiti, mama Riko tau kalau rasa bersalah yang Riko rasakan belum sembuh karena fia belum memaafkannya...


"yaudah ma, ayo langsung ke penginapan. aku sama Riko ada jadwal pagi ini" ucap Bima kepada mama nya dan Tante-tante nya


mereka semua berjalan menuju mobil diparkirkan. mama Bima, Bima dan fia berjalan paling depan, mereka bertiga asyik berbincang. sedangkan mama Riko dan Riko berjalan di belakang mama Aham dan mama Cecil...


"ko, kamu udah minta maaf sama fia?" tanya mama Riko karena selama ini mama Riko selalu berpesan agar cepat meminta maaf kepada fia karena sudah lewat beberapa tahun


"belum ma" jawab Riko


terlalu sakit luka yang diberikan oleh Riko sehingga fia tidak bisa menerima permintaan maaf yang dikatakan oleh Riko...


"fia sekarang calon istrinya Bima, tadi mama Bima kenalin fia ke mama, bahkan fia masih mengingat dan menghormati mama sama seperti sebelum kejadian itu terjadi. kamu tau, awalnya mama kaget saat mama Bima bilang kalau fia calon menantunya" ucap mama Riko


"ma, udah takdir mereka dipersatukan oleh allah. dulu fia memang dekat sama keluarga kita, dulu aku sangat mencintai fia namun berbeda dengan sekarang. sekarang Bima lah yang ditakdirkan oleh Allah untuk bertemu dengan fia, aku juga sudah melupakan semuanya ma, cintaku ke fia, sayang ku ke fia, semua itu sudah terganti karena kehadiran gita" jawab Riko


"syukurlah kalau kamu sudah bisa menerima gitu nak, jangan ulangi kesalahanmu untuk kedua kalinya. kali ini mama akan selalu mengawasi kamu, mama tidak ingin kehilangan calon menantu yang baik seperti mereka untuk kedua kalinya" ucap mama Riko


"iya ma"

__ADS_1


sedangkan disisi lain, mama Bima, Bima dan fia tengah membahas tentang rencana yang sudah disusun oleh keluarga Bima dan keluarga fia kedepannya...


"fia akan disini selama seminggu Bim, begitu pula mama akan menyelesaikan pekerjaan disini. oleh karena itu, jika ada waktu senggang temani fia walaupun hanya sekedar jalan atau kamu hanya sekedar main ke penginapan kami" ucap mama Bima


"siap ma" jawab Bima sembari melirik ke arah fia yang sepertinya merasa tidak nyaman


"fia ada apa?" tanya Bima kepada fia


"eh nggak papa kok kak" jawab fia


"beneran fi? kamu seperti nya sedikit pucat" tanya mama Bima


"mungkin fia nya ke capek an mbak, kan dia baru sampai dari Jogja tadi malam" jawab mama Cecil yang berada di belakang mereka


"yasudah fi, nanti kalau sampai penginapan langsung istirahat aja" ucap mama Bima


"iya ma" jawab fia, panggilan mama yang di lontarkan fia bukan tanpa sebab karena mama Bima beberapa kali protes jika dia memanggil nya dengan sebutan Tante


setelah sampai di mobil, para mama naik terlebih dahulu baru lah fia, Bima dan Tino yang paling akhir. sebelum naik ke mobil, Bima sempat berbisik kepada fia...


"fia, aku tahu kisah kalian. jika kamu tidak nyaman jangan sungkan-sungkan untuk bilang kepadaku" bisik Bima kepada fia, hal itu tentunya tak lepas dari pandangan Riko


"iya kak terima kasih" jawab fia sembari tersenyum


"sudah lama tidak melihat senyuman itu fi" batin Riko yang mulai berjalan mendekat ke arah mobil


melihat Riko yang semakin dekat, fia dengan cepat masuk ke dalam mobil. meskipun kisah mereka sudah terkubur lama, namun setiap fia melihat apapun yang berhubungan dengan Riko maka rasa sakit yang sudah terobati itu bagaikan tergores kembali...

__ADS_1


ingatan akan jahatnya Riko kepadanya saat itu membuatnya sangat membenci Riko, awalnya dia menolak ajakan mama Bima untuk pergi mengunjungi Bima karena fia tahu jika Riko ada bersama Bima. namun karena dia juga harus mulai mengenal Bima, maka dia memberanikan diri untuk pergi...


tidak disangka Bima tahu semua hal tentang hubungan mereka, fia merasa lega karena tidak harus menceritakan kepahitan kisah cintanya kepada Bima yang notabene adalah orang baru di hidupnya...


__ADS_2