TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
UNGKAPAN YANG LAMA TERPENDAM


__ADS_3

"lo tanya dong ke calon istri lo" ucap Aham kepada Riko


"gue sama dia tu bukan tipikal yang kayak lo sama Cecil, kalau nggak ketemu terus chat an, telfon atau video call. gue sama dia malah lebih ke kalau penting-penting aja baru deh chat, telfon juga kalau nge dadak ada yang urgent terus dia atau gue nggak bisa dihubungi" jawab Riko


"kok bisa ya, udah LDR nggak komunikasi?" tanya Bima


"bukannya kok bisa, emang perasaan kalau chat terus menerus atau telfonan itu malah bikin bosen karena tiap hari lihat dia lagi dia lagi. apalagi semakin sering kita komunikasi malah ada yang buat hubungan itu semakin ada aja masalahnya, tergantung individu nya juga sih. kalau salah satu di antara kita curiga an terus yang satu cuek nah itu yang jadi masalah, atau curiga an sama curiga an, tapi kalau cuek ketemu cuek itu aman-aman aja" jawab Riko


"kalau lo mah bukan cuek ko, cuma lo nggak betah pegang handphone lama-lama. apalagi kalau ada PS udah kayak handphone itu nggak ada harganya, sampai dulu gue pernah mikir kalau kasihan calon istri lo karena lo lebih mementingkan game daripada dia tapi setelah ketemu ternyata dia juga cuek aja" ucap Aham


"ya begitulah, dari dulu orangnya emang cuek begitu makanya gue pacar sekaligus tunangan pertama dia" jawab Riko


"hebat juga Abang" ucap juniornya


"ya iya lah gue gitu loh" ucap Riko membanggakan dirinya


obrolan tersebut berakhir karena satu persatu dari mereka terlelap dalam tidur nya, karena aktifitas yang tiada henti membuat tubuh mereka berasa di jatuhi beban beras dia karung...


hari demi hari berjalan normal seperti biasanya, Aham dan Cecil baru bisa bertemu hari ini karena mereka tidak sengaja bertemu di warung begitupun dengan Bima dan Titi...


"Bim, ngomong gih" desak Aham


"sialan ini anak, gue udah berusaha diem ngatur nafas malah dia ngomong duluan. kalau ini bukan di tempat tugas udah gue tendang tu pabrik kesayangan adek gue" batin Bima


"mau ngomong apa kak?" tanya Cecil


"itu si Bima...... aduhhh, kira-kira dong Bim " ucap Aham terpotong karena Bima menendang tepat di target pertama nya


"salah siapa nggak bisa diem" ucap Bima


"kenapa mas?sakit nggak? mana yang sakit?" tanya Cecil

__ADS_1


"nggak sayang, nggak papa kok cuma sakit sedikit. takutnya bentuknya yang berubah nanti" ucap Aham lirih


"bentuk apa mas?" tanya Cecil yang tak paham apa yang di tendang oleh Bima


"nanti aku kasih lihat yaa yang, udah lanjutin makannya" pinta Aham


"oke" jawab Cecil sembari mengangguk


"jadi kak Bima mau ngomong sama siapa?" tanya Cecil lagi


"eh anu" jawab Bima gugup


"boleh nggak aku pinjam Titi bentar, mau ada yang aku omongin sama Titi" ucap Bima


"ya elah kak, kalau mau ngomong ya ngomong aja kali. nggak usah pamit buat pinjam, udah bawa pulang aja nggak papa" ucap Ratih


Titi mencubit tangan Ratih yang ada di sampingnya


"yaudah kakak ngomong aja" ucap Titi


"boleh nggak kalau ke sana sebentar?" tanya Bima sembari menunjuk pojok warung yang terdapat dua kursi dan satu meja


"iya" jawab Titi sembari menganggukkan kepala


Titi dan Bima berjalan menjauhi teman-temannya, di dahului oleh Bima yang berada di depan...


sedangkan Cecil dan temannya yang lain hanya melihat dari kejauhan, mereka semua bertanya-tanya apa yang bisa bicarakan dengan Titi sampai harus memisahkan diri dari mereka...


"mas, kak Bima ngomong apa sih ke Titi?" tanya Cecil kepada sang suami


"alah biasa masalah hati" jawab Aham

__ADS_1


"kok tumben banget, biasanya aja kak Bima langsung ngomong ada kita juga kok" ucap Cecil


"kali ini beda sayang" jawab Aham


"mas nggak mau kasih clue nih?" tanya Cecil


"nggak ah, nanti pasti Titi ngomong sendiri ke kamu kan" jawab Aham


Cecil hanya pasrah karena memang Aham seseorang yang berpegang teguh kepada janji untuk tidak membocorkan rencana Bima...


disisi lain, Bima dan Titi sudah duduk di sudut warung, mereka tampak terdiam satu sama lain tanpa kata karena sama sama canggung...


"ada apa kak?" tanya Titi


"emm ada hal penting yang ingin aku sampaikan ke kamu ti" jawab Bima


"hal penting apa itu?" tanya Titi


"ti, aku ingin serius sama kamu" ucap Bima


"maksud kak Bima serius gimana?" tanya Titi


"aku ingin melamar kamu dan menjadikan kamu istriku, sebelumnya aku ingin langsung bilang ke Tante tapi akan lebih baik kalau aku bilang ke kamu dulu supaya kamu nggak kaget dengan datangnya lamaranku ini" ucap Bima


"kak, kakak tahu kalau aku baru saja gagal kan. aku nggak ingin hal seperti itu ter ulang kembali apalagi dengan status kita yang masih sama-sama di perantauan seperti ini, aku sudah trauma dengan alasan tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh. aku tidak ingin bertunangan lagi, kalau memang niatnya serius langsung saja minta ke orang tua ku dan menikahi ku saat itu juga" jawab Titi


"aku tahu ti, mungkin lamaranku ini tergesa-gesa"


"kalau kakak memang serius, pulang satgas kakak datang ke rumahku langsung nikahi aku di hari itu juga. memang kalau meminta di nikahi secara langsung itu terkesan tergesa-gesa namun aku takut gagal lagi kak, aku sudah tidak ingin bertunangan dan menunggu lama lagi. lebih baik tanpa ikatan namun nantinya pasti, daripada sudah tunangan namun dibatalkan kembali bukan?" tanya Titi


"iya ti aku paham, tunggu aku pulang satgas nanti ya. aku akan langsung datang ke rumahmu, tapi kalau di tengah penantianmu ada seseorang yang lebih bisa membuatmu nyaman maka pilihan ada di tanganmu" jawab Bima

__ADS_1


"insyaallah aku akan menunggu kak, terimakasih atas pengertiannya" ucap Titi


__ADS_2