TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
JARINGAN 2


__ADS_3

"mungkin kemarin-kemarin rewel karena jauh dari papa nya, terus sekarang deket papanya jadi nggak rewel lagi" ucap mama Cecil


"ih mama" elak Cecil


"nggak papa sayang, waktu mama hamil suami mu itu juga gitu. kalau jauh an sama papa, Aham nya rewel terus di dalam rasanya makan apa aja nggak selera" ucap mama aham


"iya ya ma, rasanya nggak semangat makan" jawab Cecil sembari tertawa


"sebenernya papa juga ingin ngobrol sama kamu, cuma ada pertemuan mendadak tadi sama papa mertua kamu juga" ucap mama Cecil


"mau di sambung sama mereka takutnya nanti ganggu" ucap mama aham


"lain kali aja deh ma, takutnya ada pekerjaan mendesak malah ganggu kalau aku telfon" ucap Cecil


"yasudah kalau gitu ma, mama sehat-sehat ya disana. salam in ke papa juga, nanti kalau ada jaringan lagi aku telfon" sambungnya


"iya sayang, kamu juga jaga kesehatan"


"hati-hati disana"


telfon di matikan oleh Cecil setelah selesai berpamitan, ia tampak melihat teman-temannya yang masih asyik telfon dengan keluarganya...


Cecil hanya menunggu mereka selesai, ia memilih berbalas pesan dengan Aham. meskipun jarak mereka tidak jauh, Aham juga tidak bisa sewaktu-waktu datang mengunjungi Cecil...


setelah selesai telfon, Titi dan Ratih kembali bergabung dengan Cecil yang duduk sendiri terkecuali Aisi yang masih duduk termenung di dekat pintu masuk dengan memandangi handphonenya...


Cecil berjalan menghampiri Aisi yang terduduk di samping pintu rumah...


"Aisi kenapa kamu disini?" tanya Cecil yang melihat Aisi tampak lemas

__ADS_1


"ayo duduk di karpet, udah selesai kan telfonnya?" sambung Cecil bertanya


Cecil menggandeng Aisi untuk duduk di karpet, karena awalnya Aisi hanya duduk di lantai yang dingin..


"kamu kenapa kok murung gitu?" tanya Ratih


"iya Aisi cerita aja nggak papa" ucap Titi


"suami ku nggak bisa di hubungi, handphonenya mati terus aku coba buat telfon rumah juga nggak bisa" jawab Aisi


"mama mertua mu? bisa di hubungi?" tanya Cecil


"nggak bisa juga, entah kenapa perasaanku nggak enak" jawab Aisi


"aku tadi sudah telfon orang tua ku, katanya anak ku ada sama mereka. mama juga seperti menyembunyikan sesuatu di belakangku, saat aku tanya mengenai suami ku mama hanya bilang kalau suami ku sekarang di luar kota. saat aku tanya tentang mertua ku, mama mengalihkan topik pembicaraan kami" sambung Aisi


"mungkin memang suami mu berada di luar kota karena urusan pekerjaan, terus anakmu di titipkan di tempat mama mu" ucap Cecil


"emm kan kamu pernah bilang kalau kamu itu dekat sama sepupunya suami mu, yang tetangga mu juga itu. coba deh kamu telfon dia" saran Ratih


Aisi mencoba menelepon sepupu dari sang suami yang memang sangat akrab dengannya dibandingkan suami nya sendiri


"Assalamualaikum Riana" ucap Aisi kepada sepupu sang suami


"wa'alaikummussalam kakak, apa kabar?" tanya Riana


"Alhamdulillah baik, Riana mas sama mama kemana ya kok aku telfon nggak bisa?" tanya Aisi


Riana hanya diam tidak menjawab apapun pertanyaan Aisi, disisi Riana ia bingung harus menjawab pertanyaan itu bagaimana...

__ADS_1


"Riana? Apa ada masalah di rumah?" tanya Aisi


"kakak, kakak pulang ke Jakarta berapa bulan lagi?" tanya Riana


"kurang dari 6 bulan, kenapa Riana?" tanya Aisi


"kakak harus tau kebenaran ini kak, suami kakak.... " ucap Riana


"mas kenapa ri?" tanya Aisi


"suami kakak menikah lagi dengan mbak bulan" ucapan Riana bagai sambaran petir bagi Aisi


"bulan? sekertaris pribadinya?" tanya Aisi


"iyaa mbak"


"keluarga ku pun sekarang dengan keluarga mereka sudah memutus hubungan karena apa yang dilakukan oleh suami mbak ini sangat tidak baik, bagaimana pun mbak masih istrinya namun suami mbak meminta untuk merahasiakan semua ini dari mbak" jawab Riana


"Riana? apa bulan hamil?" tanya Aisi


"iya mbak"


"Riana, apa aku boleh minta tolong?" tanya Aisi


"minta tolong apa mbak?" tanya Riana


"tolong bawa keluar semua barang-barang ku dari rumah itu, dan juga mobilku. aku ingat menaruh kunci nya di meja riasku, aku minta tolong Riana" ucap Aisi


"tenang saja Aisi, kami akan membantu kamu. bukankah rumah itu juga gak milikmu? karena itu namamu" ucap mama Riana yang tak lain adalah Tante dari sang suami yang tiba-tiba menyahut

__ADS_1


"Tante, tidak Tante rumah itu di beli beliau dengan uang nya sendiri. meskipun atas nama saya, tapi saya akan merasa terbebani nantinya. secepatnya saya akan mengurus berkas-berkas perceraian kami, saya minta tolong kepada Tante untuk sampaikan kepada beliau karena beliau tidak bisa di hubungi"


__ADS_2