
"bukannya urusan kalian sudah selesai ya kak? bahkan sudah selesai saat kakak lebih memilih meninggalkan Titi saat itu" ucap Cecil dari arah belakang Aham
ia menyusul Aham karena Aham tampak serius berbicara dan tak sengaja mendengar percakapan mereka...
"aku mau ngomong sama Titi" ucap Tino kekeh
"Titi nya nggak ada, dia lagi keluar. kalau nggak percaya cek aja ke dalam" jawab Cecil
"aku minta tolong banget ke kak Tino, tolong jangan ganggu Titi lagi kalau kak Tino di awal sudah memilih meninggalkan Titi dan memilih perawat itu. Titi udah berusaha mati-matian buat lupain kakak sampai dia berada di fase ini jadi tolong jangan ganggu Titi lagi" sambung Cecil
"bener apa yang dikatakan Cecil, lo udah memutuskan sendiri apa yang lo mau saat itu. kalau memang keputusan itu karena lo emosi harusnya lo bisa meredakan emosi lo dulu baru ngomong sama Titi, kalaupun udah terlanjur ngomong harusnya ada permintaan maaf yang terlontar dari mulut lo. tapi nyatanya apa, lo malah makin nyakitin anak orang" imbuh Aham
"yang udah lo pilih, harus lo jalani bagaimana pun keadaannya. karena lo udah ambil resiko ninggalin Titi demi kesenangan sesaat lo. jadi lo harus terima konsekuensinya, lo harus bahagia dan lo juga harus biarin Titi bahagia" sambung Aham
"ya gue tau gue salah, maaf udah ganggu kalian" ucap Tino kemudian berlalu pergi
Cecil dan Aham saling memandang satu sama lain
"kenapa penyesalan selalu ada di akhir ya?" tanya Cecil
"kalau ada di awal namanya permulaan sayang" jawab Aham sembari mencubit hidung Cecil
"ih sakit tau mas" keluh Cecil
"yaudah yuk lanjut" Aham mengajak untuk masuk kembali ke dalam rumah
"mau ngapain?" tanya Cecil
"lanjutin kegiatan kita to" jawab Aham
"nggak mau ah, kan mas udah janji mau ajak ke balai" jawab Cecil sembari cemberut
__ADS_1
"iya iya sayang, ayo kita ke balai" jawab Aham menggandeng tangan Cecil untuk keluar rumah
mereka mengunci rumah kemudian bergegas berangkat
"tau nggak, anak kita pasti ngambek" ucap Cecil
"lo kok bisa sayang? kenapa emangnya?" tanya Aham
"dia nggak di sapa sama sekali sama papa nya" jawab Cecil sembari mengelus perutnya
"aduduhhh, maaf ya baby. bukannya papa nggak mau nyapa kalian, tapi mama kalian nggak mengizinkan papa tengokin kalian" jawab Aham sembari mengelus perut Cecil
"ih mas, bukan itu maksudnya" protes Cecil
"kan aku udah lama nggak tengokin mereka sayang" jawab Aham santai
"maksudnya itu ajak ngobrol mereka gitu lo, kamu mah pikirannya kemana-mana" ucap Cecil kesal
"hehehe, udah lama nggak berpikiran kemana-mana. mumpung ada kamu ini jadi bisalah berfikiran 24+ sedikit" jawab Aham sembari tertawa
"maafin papa ya sayang, papa khilaf" ucap Aham sembari tertawa ke arah Cecil
mereka berjalan semakin jauh meninggalkan mess
"masih jauh mas?" tanya Cecil
"itu tuh di depan" jawab Aham
mulai terlihat keramaian di depan sana
"ternyata ada yang jualan juga ya kalau begini" ucap Cecil
__ADS_1
"ya ada sayang, tapi jangan kaget kalau harganya beberapa kali lipat dari di luaran sana" ucap Aham
"meskipun beberapa kali lipat nggak papa, kan ada suami ku tersayang yang selalu ada di saat aku jajan" jawab Cecil sembari tersenyum
"iya iya, kamu mau jajan apapun silahkan tapi aku cobain dulu baru kamu makan" ucap Aham
"siap komandan"
Cecil meminta untuk membeli jajan terlebih dahulu sebelum melihat pertunjukan yang diberikan oleh anak-anak disekitar sana..
setelah selesai membeli semua yang Cecil inginkan, mereka kemudian mencari tempat duduk untuk melihat pertunjukan
"sayang duduk sini" ucap Aham menatakan tempat duduk untuk Cecil dan dirinya
Cecil dan Aham memang sama-sama tidak suka jika duduk berdempetan dengan banyak orang, maka dari itu mereka memilih untuk duduk di bagian belakang namun tetap dapat melihat pertunjukan tersebut
"itu Titi, Ratih, Aisi gabung sama kak Riko kak Bima" ucap Cecil
"oh iya itu, sayang belum ketemu Bima?" tanya Aham
"belum sama sekali, dia lupa sama adeknya kayaknya" ucap Cecil
"nggak gitu sayang, nanti kita tunggu mereka ya biar sayang bisa ngobrol sama Bima" bujuk Aham
Cecil hanya mengangguk. ia kembali mengedarkan pandangannya ke arah orang-orang yang menonton
"kak Tino juga ada disini" ucap Cecil berbisik ke Aham
"iya pasti itu" jawab Aham
"cewek yang ada di sampingnya?" tanya Cecil
__ADS_1
"itu cewek yang dia pilih" jawab Aham
"huu habis minta ketemu Titi endingnya malah nonton sama cewek lain, dasar cowok" ucap Cecil kesal