
"nah itu, awalnya kita kira suara itu dari kamar lo. entah lo main apa sama Cecil gitu pikir gue, eh pas Bima lihat ke kamar kalian ternyata kalian malah tidur pules. kita nggak bangunin karena pasti lo kaget nanti" jawab Tino
"selama kita tinggal disini nggak ada hal aneh apa-apa kok, pas Cecil sendirian pun nggak ada yang ganggu in" ucap Aham
"tapi beneran ham, gue nggak bohong. Masak kita ber empat mau nakut-nakutin lo sih" jawab Bima
"bener Cil, lo tau sendiri kan kalau gue itu peka sama yang kayak gitu-gitu" ucap Titi kepada Cecil, karena memang dari dulu Titi sangat peka terhadap hal yang kasat mata
"tapi pas lo nginep disini sebelumnya emang gitu juga ti?" tanya Cecil ke Titi
"enggak Cil , baru kali ini gue denger suara ketukan jendela gitu" jawab Titi
"udah lah mungkin orang iseng aja itu" ucap Aham
"ham, kalau orang iseng pasti nggak bisa masuk ke dalam asrama. kan di luar ada yang jaga" kata Riko
"siapa tau aja temen-temen kita yang iseng kan juga bisa ko, pas di barak aja banyak yang iseng kan" jawab Aham yang tetap berfikir positif
"nanti aja deh kita cari tahu bareng-bareng, sekarang siap-siap dulu aja kan mau ke dokter. Apa kalian nggak jadi ikut?" sambung Aham bertanya
"enak aja ikut lah, masak udah nginep disini diganggu hantu pula terus endingnya nggak ikut" jawab Riko
"yaudah buruan siap-siap, gue udah buat janji sama dokter jam 8 pagi" ucap Aham
"kenapa nggak agak siangan aja ham? kan kita nggak ada kegiatan hari ini" tanya Bima
"bener tu kata Bima" ucap Riko
"iya ham, gue masih ngantuk ini" kata Tino
"kata siapa hari ini nggak ada kegiatan? nanti jam 1 kita latihan gabungan sama Kompi B dan nanti kalian yang contohkan, kan mereka masih baru masuk" ucap Aham kemudian berlalu menuju kamar mandi
Bima, Riko dan Tino bergegas mengecek handphone mereka masing-masing, ternyata memang benar ada latihan jam 1 siang yang di jadwalkan oleh Aham...
"emang ada yang dateng lagi? kok gue nggak tau ya" tanya Bima
"yang dari Surabaya itu Bim, mereka kan baru jadi Komandan minta kita buat latih" jawab Riko
__ADS_1
"kapan Aham ngirim ini?" tanya Tino sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"05.45 itu tulisannya" jawab Riko
"sekarang jam 05.50, jadi dia ngirim pas ngomong tadi. gue kira setelah dia nikah bisa agak santai-santai kita" ucap Bima sambil mengoles selai ke roti yang sedari tadi dia pegang
"dah makan dulu Bim, nanti si Aham udah selesai mandi malah di suruh cepet-cepet kita" kata Tino
"maaf ya kalian jadi makan roti gara-gara aku bangun kesiangan" ucap Cecil meminta maaf
"santai aja cil, ini juga mengenyangkan kok" jawab Tino
"ya jelas no, lo udah habis satu bungkus gimana nggak kenyang" ledek Bima sambil tertawa
"ya gimana , gue kalau takut bawaannya laper mulu" jawab Tino sembari memakan rotinya
"udah kalian makan sepuasnya, lagian kak Bima beliin makanan banyak banget sampai nggak muat itu lemari sama kulkasnya" ucap Cecil
"nah mantap tuh cil" jawab Tino
"gue cuma melaksanakan perintah suami lo dek, kan uangnya udah diganti sama si Aham jadi itu yang beliin Aham" ucap Bima membenarkan
saat tengah asik menikmati rotinya, mata Tino dan Bima saling tatap karena melihat Riko yang sedari tadi hanya bengong
"he lo ngapain bengong aja ko?" tanya Tino kepada Riko
"nggak, gue kepikiran si Aham" jawab Riko
"emang Aham kenapa?" tanya Bima
"gue pikir setelah nikah sama Cecil dia bakal baik ke kita-kita, ngurangin jadwal latihan. Eh ternyata malah latihannya semakin sering" ucap Riko
"nggak ada hubungannya kali kak" jawab Cecil
"ada dong Cil, lo itu berpengaruh banget bagi kita karena setelah nikah sikap dinginnya si Aham rada berkurang. Terus dia juga udah jarang marah-marah lagi sih, biasanya kalau anggotanya ada yang buat salah se kecil lubang semut pun pasti dia tau dan semua kena hukumannya. Tapi ya itu sekarang malah lebih sering di suruh latihan terus, gue ngiranya habis nikah dia bakalan banyak quality time sama lo di rumah ternyata dugaan gue salah" ucap Riko yang asik meng ghibah i Aham sampai-sampai dia tidak sadar bahwa Aham sudah berdiri di belakangnya
"tiba-tiba kok gue jadi merinding lagi ya sekarang" sambung Riko
__ADS_1
"ada setan kali ko" jawab Bima sambil tertawa sedangkan yang lain hanya tersenyum
"masak iya siang-siang gini setannya muncul lagi" ucap Riko yang sudah ketakutan
"enak banget ghibah nya, kok gue nggak di ajak" ucap Aham kemudian duduk di dekat Cecil
"la kan ghibah in lo ham, masak gue ajak" jawab Riko spontan, namun setelah melihat Aham di depannya dia cepat-cepat mengumpat kesalahannya
"ni mulut jujur banget" gumamnya lirih
"apa ko?" tanya Aham lagi
"nggak, tadi si Bima bilang kalau dia mau makan nasi kuning yang biasa lo makan yang deket taman kota" ucap Riko berbohong
"ih lo apaan ko, gue diem aja dari tadi" elak Bima sambil tertawa
"santai aja ko, gue dari tadi di belakang lo" jawab Aham
"Bukannya gue nambah in jadwal latihan kalian, tapi kalian tau sendiri kan kalau keadaan sekarang itu rawan banget. Kita harus sering-sering latihan dan mempelajari tak tik yang belum kita mengerti, supaya pas kita pulang nanti yang tinggal disini memang benar-benar siap buat hadapin semua itu. Kalau disuruh milih ya gue milih di rumah aja sama istri gue, enak nggak panas-panas an di luar" jelas Aham sembari tersenyum
"ini makan dulu mas" ucap Cecil memberikan roti kepada Aham
"makasih sayang" jawab Aham
"iya ham kita-kita ngerti kok, cuma tu si Riko katanya capek latihan terus" jawab Bima
"wajar sih capek tapi siapa tau semakin giat kita latihan, semakin bagus persiapan pasukan yang disini nantinya kita semakin cepat kembali ke Jakarta" ucap Aham
"nah ini yang gue mau" kata Tino
"Maka dari itu, yang semangat latihannya. Jangan ngeluh-ngeluh terus kalau mau cepet pulang" jawab Aham
"siap kapten" ucap Bima , Riko dan Tino bersamaan
"lagian lo ko, kalau lo nggak latihan emang ngapain? Lo kan jomblo jadi nggak harus ngabarin pacar kan" ucap Aham sembari tertawa
"benar-benar ya lo, gue ngabarin orang tua gue lah ham" jawab Riko
__ADS_1
"alah lo ngabarin orang tua lo aja kadang 2 Minggu sekali, bisa sebulan sekali juga" ucap Tino
"dia tu sekalinya pegang handphone, buka game udah lupa waktu sampai nggak tidur juga tu anak" kata Bima