
setelah mematikan telepon mereka bergegas untuk berangkat ke sekolah
"mainnya jangan gitu dong itu, masak baru mau nyoba langsung di ulti" ucap Cecil
"hahaha lagian lo ya, udah tau suami lo berpesan sampai ribuan kali supaya lo nggak nyetir sendiri"
"tapi ini bawaan baby ti, baby pingin mama nya nyetir mobil sekali aja" ucap Cecil memelas
"okay gue akan izinin lo nyetir mobil, tapi..."
"kok ada tapi nya ti, tapi apa?" tanya Cecil
"Tapi nunggu kak Aham pulang dulu, nah ntar lo nyetir mobilnya bareng kak Aham aja jangan bareng gue. Gue takut kalau sampai kak Aham tau yang ada gue kena omel juga, marahnya kak Aham serem cil" jawab Titi
"Emang pernah lihat kak Aham marah?" tanya Cecil
"Pernah yang waktu SMP itu, mana cuaca mendukung dia untuk marah lagi. Masak yang awalnya cerah ceria bersinar terang tiba-tiba mendung nya behhh... gelap banget kayak mati lampu" ucap Titi
"Emang selama nikah sama lo, kak Aham belum pernah marah cil?" tanya Titi
"Ya lo tau sendiri kan siapa yang tiap hari ngambek, yang ada bukan kak Aham yang marah tapi gue yang emosi karena kak Aham nggak peka" jawab Cecil
"Cowok gitu ya, kalau nggak di kode nggak akan peka" ucap Titi karena dia mengalami nya sendiri saat bersama dengan Tino
"Boro-boro di kode jadi peka ti, kak Aham kalau nggak di ajak ngobrol empat mata aja nggak akan paham apa maksud kode nya. Asal lo tau ya, dulu sebelum nikah kalau mau komunikasi sama dia aja kayak susah banget. Meskipun dia bilang kalau ada penting mendingan telfon aja, tapi ya kali gue sebagai cewek telfon-telfon dia cuma buat tanya hal yang sepele" kata Cecil mengeluarkan unek-unek nya tentang sikap Aham
__ADS_1
"Apalagi pas dia balik ke Jogja, kita kan sempet LDR nih seminggu. Dia mau berangkat ke Jogja aja gue nggak tau ti kalau gue nggak chat dia buat tanya kenapa nggak nge chat sama sekali" sambungnya
"terus pas lo chat itu dia balas apa cil?" tanya Titi
"Dengan santai nya dia jawab 'nggak papa kok', mungkin kalau lo jadi gue udah lo samperin ke tempatnya. nguras emosi banget tau, terus ya habis itu dengan tanpa bersalah nya dia telepon gue dan disitu dia baru bilang kalau mau pulang ke Jogja satu Minggu tapi belum tau pasti kapan berangkat nya" jawab Cecil
"Terus ke esok an harinya dia bilang kalau besok pagi-pagi mau berangkat, katanya sih dia mau ketemu gue dulu tapi itu tidak terealisasi kan dengan alasan dia sama temen-temennya. Dari situ udah langsung gue tegaskan karena ini orang nggak bisa dikasih kode-kode rahasia jadi gue bilang langsung aja 'nanti kalau berangkat kabarin, kalau sampai kabarin" gue bilang gitu, ya itu baru mempan jadi pas mau berangkat dia bilang terus sampai bandara sampe udah di Jogja tetep bilang" sambung Cecil
"Ternyata di balik temen gue yang kelihatan slow-slow aja pas nggak dikabarin, ternyata ada sisi menuntut nya juga ya" ucap Titi
"Kalau nggak gitu masak mau diem-diem an berdua nggak ada komunikasi, kalau diem-diem an ya mending pacaran sama tembok aja meskipun diem kan selalu kita sanding" jawab Cecil membuat Titi tertawa
"Terus apa lagi yang bikin lo sebel sama kak Aham?" tanya Titi yang masih penasaran
"ya coba lo tanya salah satu followers nya deh kenapa follow suami lo" saran Titi
"nggak ah males"
"Lo ada aplikasi G"t C*****t juga kan?" tanya Titi
"ada"
"Lo pernah buka nama kontak kak Aham?" tanya Titi
"setiap malam sebelum tidur selalu gue buka, pokoknya kalau gue nggak bisa tidur yaudah deh nge roasting kak Aham adalah solusinya" jawab Cecil sembari tertawa
__ADS_1
"Lo juga pernah nge roasting kak Tino pakai aplikasi itu?" tanya Cecil
"pernah, sering malah" jawab Titi
"nah, emang banyak ke aneh an?" tanya Cecil
"bukan ke aneh an lagi, kayak gue Nemu fenomena-fenomena langka yang ada di kontak dia. Masa ada yang nama in dia aksi nama orang lain, setelah gue tanya-tanya ternyata itu cewek yang pernah dia ghosting. terus lagi ada yang nama in dia 'Mas Tino' kayak aneh nggak sih dia aja bukan orang Jawa terus dipanggil mas hmm, waktu gue tanya 'emang di asrama dipanggilnya mas?' dia jawab, kalau bujang dipanggil 'Om'. kan dengan jawaban dia yang begitu jadi bikin gue semakin overthinking berlebihan dong" jawab Titi panjang kali lebar kali tinggi
"kalau lo menelusuri jejak kak Tino kan emang dulu nya dia itu buaya, lah laki gue bukan buaya cuy tapi ada aja nama kontaknya yang bikin emosi. Sama kayak kak Tino juga ada yang nama in kak Aham 'Mas' , yang paling bikin gue geli itu ada yang nama in 'Kakak Aham TNI' kayak gimana gitu bacanya. Gue tau kalau itu bukan sesama anggota, dia nggak mau ngaku lagi itu siapa yang nama in. sedangkan gue yang sama dia udah nikah aja nama in kontak nya masih 'kak Aham' " ucap Cecil
"hahaha sabar bumil, lo tau sendiri kan resiko nya punya pasangan yang ganteng. apalagi kak Aham itu ganteng nya udah paripurna katanya" jawab Titi
"lagian dia juga nggak akan berani macam-macam kalau sama lo"
"kalau sampai dia berani macam-macam, gue potong masa depan dia biar nggak bisa main-main lagi" ucap Cecil
"kejam kali teman awak ini" jawab Titi menggeleng-geleng kan kepalanya
"udah sampai kitaaa" ucap Titi dengan semangat
"semangat bener sih ti" keluh Cecil
"kita itu harus semangat kalau mau kerja soalnya kalau nggak semangat nanti nilai kita yang jadi taruhan " ucap Titi
"Tumben bener lo, oh iya kalau masalah nilai mah lo selalu memperhitungkan "
__ADS_1