TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KUTUB


__ADS_3

Akhirnya Cecil menuruti apa yang dikatakan oleh Aham, dia mulai memejamkan matanya dan tertidur di pelukan Aham . sebelumnya mereka sudah menyeting alarm agar terbangun di jam 10 nanti. karena jarak bandara dengan apartemen mereka hanya beberapa menit, maka akan memudahkan mereka...


namun saat tengah mengarungi samudra mimpinya tiba-tiba handphone Aham terus menerus berdering, yang membuat kedua orang itu terbangun...


Dengan terpaksa Aham meraih handphone yang di taruh nya di nakas dekat tempat tidur...


"siapa yang?" tanya Cecil yang masih memejamkan mata


"Bima" jawab Aham


aham mengangkat telepon Bima tanpa berpindah dari sisi Cecil yang masih memeluknya...


"Ada apa Bim?" tanya Aham


"lo kapan balik?"


"lo cuma mau tanya itu? ganggu orang tidur aja" jawab Aham


"Lah lo tidur ham? enak banget ya kalau dapet libur" kata Bima yang mendengar suara Aham khas orang bangun tidur


"ya kenapa?" tanya Aham


"eh kita disini kedatangan pasukan dikirim dari Surabaya, siapa yang lo tunjuk buat tanggung jawab ini?" tanya Bima


"bukanya mereka juga punya komandan pasukan sendiri?" tanya Aham


"masalahnya komandan minta kita buat tanggung jawab atas pasukan itu" jawab Bima


"ada-ada aja sih" ucap Aham kesal


"nggak mungkin juga gue yang tanggung jawab atas pasukan itu, gue udah ngurus dua pasukan sekaligus dan jadwal latihannya udah penuh. kalau di gabung juga nggak mungkin soalnya gue denger mereka prajurit yang baru gabung tahun ini" sambung Aham


"maka dari itu, gue nggak bisa kasih keputusan ke komandan" jawab Bima


"sampai nya kapan?" tanya Aham


"besok baru sampai" jawab Bima


"baru besok juga, gue ntar malem sampe sana" ucap Aham


"seriusan lo ham?" tanya Bima


"mana pernah gue bohong" ucap Aham


"lah adek gue gimana?" tanya Bima


"Adek ikut dong kak, gimana sih " ucap Cecil yang tiba-tiba menjawab pertanyaan Bima


"loh lo disitu dek?" tanya Bima


"ya iya lah, mau dimana lagi" jawab Aham ketus


"kirain kalian masih pisah tempat tidur haha" ejek Bima


"lo negatif thinking mulu Bim" ucap Aham


"ya kan kalian kayak kutub Utara sama kutub Selatan jadi waktu kalian nikah itu gue kayak ragu aja, mana bisa meleleh" ejek Bima


"gila lo Bim" umpat Aham


Aham tiba-tiba mengalihkan telepon tersebut ke video call


"video call aja Bim kalo lo mau bukti" ucap Aham


"mau buktiin apa lo? lawong kamera aja ngadep tembok" ucap Bima

__ADS_1


"udah kan" ucap Aham setelah video call tersebut menapakkan Cecil dan dirinya yang tengah berbaring sambil berpelukan


"Mata ku ternodai" ucap Bima


"cuma pelukan aja bisa buat mata lo ternodai? jangan-jangan lo nggak pernah pelukan sama calon istri lo ya" ejek Aham sambil tertawa


"awas aja lo ham kalau udah balik" ucap Bima


"dek, lo cepetan balik sini. kasihan si titi sendirian, di ajak keluar bareng juga jarang mau dia" ucap Bima


"iya iya kakak bawel, ntar malem sampai kok" jawab Cecil


"udah dulu ya, gue mau latihan lagi" ucap Bima


"oke, thanks ya bro udah gantiin gue" jawab Aham


"ingat, ini tidak gratis" kata Bima kemudian mematikan teleponnya


setelah selesai dengan telepon dari Bima, Cecil berniat untuk bangun karena sudah jam 10 dan mereka bahkan belum mempersiapkan diri...


namun belum sempat bangun dari tidurnya, Aham malah mempererat pelukannya..


"Mau kemana?" tanya Aham yang masih saja memeluknya


"prepare lah, ini udah jam 10 loh" jawab Cecil


"aku mau mandi dulu" sambungnya


"bareng aja ya" ajak Aham


"no" ucap Cecil kemudian berlalu ke kamar mandi


aham hanya terkekeh melihat reaksi cecil. untuk menghemat waktu, dia memilih untuk mandi di kamar mandi yang ada di kamar pribadinya...


disisi lain Cecil yang sudah selesai mandi kebingungan mencari keberadaan Aham yang entah kemana perginya...


namun saat melihat sekeliling ternyata Aham tidak berada di sana


"yang?" teriak Cecil


akhirnya Cecil keluar kamar namun tetap tidak ada sahutan, setiap kamar di apartemen Aham memiliki fasilitas kedap suara sehingga apapun yang terjadi di dalam kamar tidak terdengar dari luar alhasil Cecil tidak bisa mendengar suara gemercik air di kamar sebelah...


"kebiasaan deh kalau pergi nggak ngomong dulu" gumam Cecil


"handphone nya ditinggal lagi" sambungnya saat melihat handphone aham yang ada di atas nakas


akhirnya Cecil memilih untuk melanjutkan acara make up nya terlebih dahulu sebelum mencari Aham kembali, setelah selesai dia melangkahkan kaki keluar kamar namun saat itu juga Aham muncul di hadapannya...


"dari mana aja?" tanya Cecil


"dari kamar sebelah" jawab Aham santai


"bilang dong, aku bingung nyariin" ucap Cecil jengkel


"baru ditinggal sebentar aja udah kangen, tadi di ajak mandi bareng nggak mau" goda Aham


"apaan sih, maksudku kalau mau kemana-mana itu bilang tadi aku udah muter ke semua ruangan tapi nggak ada siapa-siapa" jawab Cecil


"kamu nggak masuk ke kamarku kan?" tanya Aham


Cecil hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena memang dia tidak masuk kesana


"nah jadi kamu nggak muter ke semua ruangan" ucap Aham


"udahlah, kita udah hampir telat ini" ucap Cecil

__ADS_1


"iyaa iyaa bawel" ucap Aham sambil tersenyum


"kamu bilang apa?" tanya Cecil sambil pura-pura memanyunkan bibirnya


"kamu itu lo cantik banget hari ini sayang" jawab Aham sambil mengelus puncak kepala Cecil


"Halah" jawab Cecil kemudian berjalan menuju pintu


"kalau marah serem juga" gumam Aham yang ternyata masih didengar oleh Cecil


"aku dengar lo ya" ucap Cecil


Cecil memilih untuk menunggu Aham di ruang tamu karena jika menunggunya di kamar, Aham tidak akan selesai-selesai karena terus saja berbicara...


disaat bersamaan kedua mamanya sudah pulang dari berbelanja...


"Eh udah siap sayang?" tanya mama Isma


"udah ma" jawab Cecil


"Aham nya mana?" tanya nya kembali


"masih siap-siap" jawab Cecil


"kebiasaan itu anak, kalau kemana-mana pasti mepet jam terbangnya" ucap mama isma sedikit jengkel


"biarin lah jeng, mungkin Aham kecapekan. iya nggak cil?" tanya mama nada menggoda Cecil


"Ha?" Cecil bingung merespon apa yang dikatakan mamanya


"jangan dibahas jeng, mereka masih malu-malu" ucap mama isma sembari tersenyum


"ini orang dua bahas apa sih" batin Cecil


"bego banget gue bisa-bisanya nggak paham, mana ada kecapekan lawong semalem aja belum ngapa-ngapain juga" batinnya


tak lama Aham keluar dari kamar menyeret koper mereka...


"Udah siap ham?" tanya mama Isma


"udah ma" jawab Aham


"kamu kok masih ngantuk sih ham? mainnya kelamaan ya semalem?" tanya mama Isma menggoda


"main apasih ma?" tanya Aham kebingungan


.


.


.


.


.


.


.


.


.


mohon maaf atas keterlambatan update nya yaa, author beberapa hari nggak tidur karena tugas guyss 😴 jadi novelnya terpaksa di nomer dua kan dulu

__ADS_1


jangan lupa vote yaa 🥰🥰🥰


__ADS_2