
Aham memang sudah menahan hasratnya selama lebih dari 1 Minggu karena Cecil tidak ingin dekat dengannya, dan baru 2 hari ini Cecil tidur memeluk nya kembali sehingga apa yang sudah dia pendam menjadi semakin ingin ia salurkan...
mendengar suara Aham yang seperti itu membuat Cecil tidak tega jika harus menghindar dari Aham lagi, akhirnya Cecil menuruti permintaan Aham ..
alhasil terjadilah pergulatan panas antara Aham dan Cecil berkedok jenguk si baby. hal itu membuat mereka berdua bangun kesiangan sampai lupa jika akan menjemput mama mereka di bandara...
Cecil yang bangun terlebih dahulu langsung membuka handphone yang dia taruh di atas nakas, matanya terbelalak saat melihat angka jam di handphone nya...
"mas... mas..." ucap Cecil membangunkan Aham yang masih tertidur sembari memeluk nya
"apa sayang, mau lagi?" tanya Aham dengan suara khas bangun tidur namun tetap dengan kata-kata me*um yang sedari tadi malam ia ucapkan terus menerus
"ih kamu ini" jawab Cecil memukul lengan Aham
"lihat ini udah jam berapa, kita kan janji mau jemput mama" ucap Cecil
"aku udah bilang ke Bima yang, biar mama barengan sama Bima aja" jawab Aham santai sembari merenggangkan tubuhnya
"haduh ini lo banyak telepon nggak terjawab dari mama" ucap Cecil menunjukkan histori telepon yang ada di handphone nya
"coba telepon mama deh" pinta Cecil kepada Aham
Aham menuruti permintaan Cecil, karena kalau sampai Cecil merajuk bisa repot dua kali karena permintaan nya banyak...
...................
"hallo ma" ucap Aham saat telepon sudah terhubung
"hallo ham, kalian nggak papa kan? dari tadi mama telepon nggak bisa-bisa" tanya mama Aham
"kami baik-baik saja kok ma, maaf ma kami baru bangun jadi nggak bisa jemput mama" jawab Aham
"pantesan aja suaranya kayak orang baru bangun tidur ternyata bener, nggak apa-apa ham ini mama udah sama Bima" jawab mama Aham
"oh iya ma, nanti sekalian berangkat sekolah kami mampir ke sana" ucap Aham
"oh iya Cecil nya dimana?" tanya mama Aham
"oh bentar ma" ucap Aham bangun dari tidurnya
karena saat Aham telfon dengan mama mertuanya, Cecil memilih untuk keluar kamar untuk membersihkan badannya yang lengket
"yang" panggil Aham kepada Cecil tanpa mematikan sambungan telepon dengan mama nya
"masih di kamar mandi mas, ada apa?" tanya Cecil berteriak dari kamar mandi
"ini mama mau ngomong" jawab Aham
"aku masuk ya" sambungnya berbicara pada Cecil
"heh kamu mau masuk ke mana?" tanya mama nya yang mendengar ucapan Aham
__ADS_1
tidak hanya mama Aham yang mendengarnya namun seluruh orang yang ada di mobil juga mendengar percakapan Aham dan Cecil....
"kamar mandi mam, kan Cecil di kamar mandi" jawab Aham polos
"kamu ini kok jadi kayak gini sih?" tanya mama nya
"kayak gini gimana mam?" tanya Aham balik
"masak Cecil di kamar mandi terus kamu mau masuk kesana?" tanya mama Aham
"kan sah-sah aja mam, Cecil juga udah jadi istri Aham kan" jawab Aham
"tapi kan istrimu juga punya privasi ham, masak dia ke kamar mandi kamu ikutin. nggak hanya ikutin pasti kamu lihatin, apalagi kamu kan suka maksa pasti kamu paksa ajak ini itu" cerocos mama Aham membuat semua orang tertawa
"ini itu apa sih ma?" tanya Aham
"lagian kan aku udah lihat semuanya" sambungnya membela diri
"*susah emang bicara sama anak ini, kamu dapat edukasi dari mana sih ham bisa se vu*gar ini" ucap mama Aham
"yaudah nanti aja mama bicara sama Cecil nya, ingat ya jangan masuk ke kamar mandi saat Cecil mandi" ancam mama Aham*
"kenapa nggak boleh ma?" tanya Aham
"kasihan nanti dia mandi nya jadi lama terus telat ke sekolahnya, apalagi kalau hamil nggak baik main di kamar mandi" jelas mama Aham
"iya iya ma iya, udah kan. Aham mau bikin kopi dulu" ucapnya kepada mama nya
"nah bener itu, jangan minta hal neko-neko ke menantu mama ya. kalau kamu bisa buat sendiri, jangan repot i Cecil." titah mama Aham
...............
"baru juga bangun tidur udah di marahin" gumam Aham sembari memanaskan air
"kenapa sih cemberut gitu?" tanya Cecil kepada Aham yang ngomel-ngomel sendiri
"mama mertua kamu tu, sayang banget sama menantunya. sama anaknya aja di cuekin" jawab Aham
"ya berarti aku nggak salah pilih mertua dong" jawab Cecil sambil tertawa
"hmm ya ya ya, tapi ingat. kamu juga nggak salah kan pilih suami?" tanya Aham
"kalau itu sih lihat kedepannya ya, siapa tau kamu nanti berubah pas aku mulai mengembang" jawab Cecil
"nggak ada yang berubah sayang, aku janji" jawab Aham sembari mencium kening Cecil
"jangan dekat-dekat" ucap Cecil sedikit mendorong Aham
"kenapa?" tanya Aham
"mas bau tau, mandi sana" perintah Cecil
__ADS_1
"bentar ini mau bikin kopi dulu" jawab Aham
"udah aku bikinin aja, mas mandi sana" pinta Cecil
"jangan sayang, nanti aku di marahin mama karena aku nggak bikin kopi sendiri malah repot i kamu" jawab Aham
"hahaha, udah sana ini kan nggak ada mama. kalau mas masih bikin kopi sendiri yang ada aku telat ke sekolahnya, mending mama marah apa aku yang marah?" tanya Cecil
"iya iya aku mandi, kalau mama marah masih bisa di atasi kalau kamu marah yang ada aku bisa masuk angin karena tidur di luar" jawab Aham
Cecil mengambil alih membuatkan Aham kopi, sedangkan Aham masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya...
setelah selesai dengan persiapan mereka, Aham dan Cecil bergegas menuju ke penginapan tempat mama mama nya tinggal...
"udah siap yang?" tanya Aham
"udah" jawab Cecil yang sudah selesai memakai sepatu dan duduk di teras
"ayo" ajak Aham sembari membawakan tas milik Cecil yang berisi laptop dan lainnya
"kemana?" tanya Cecil
"ke parkiran lah" jawab Aham
"naik motor aja" pinta Cecil
"no sayang, kamu nggak boleh naik motor" jawab Aham
"boleh kok asalkan nggak nyetir sendiri" ucap Cecil
"tapi ber resiko yang"
"bisa ber resiko kalau mas naik motornya kayak mau balapan. kalau pelan-pelan kan nggak" jawab Cecil
"lagian dari dulu mas nggak pernah bonceng aku naik motor, selalu pakai mobil. sedangkan sama adek letting mas aja mas bonceng motor an" sambung Cecil
"mana ada aku gitu yang" ucap Aham mengelak
"aku tau dari kak Riko" jawab Cecil
"bagi orang-orang kalau cewek cowok boncengan naik motor itu kelihatan mesra, enak dilihatnya. kayak Titi sama kak Tino juga kemarin boncengan naik motor, kalau mas nggak mau bonceng naik motor. aku minta anterin adek mas aja" ucap Cecil kemudian mengambil handphone di saku nya
"eh eh yang mau ngapain?" tanya Aham merebut handphone Cecil
"mau telepon adek mas" jawab Cecil merebut handphone nya kembali
"mana bisa kayak gitu yang, masak mereka mau bonceng istri seniornya" ucap Aham
"bisa lah " jawab Cecil
"ayo ayo naik motor" bujuk Aham
__ADS_1
"nggak, mas nggak ikhlas" jawab Cecil
"mana ada mas nggak ikhlas sama istri sendiri, udah ayo naik" ucap Aham yang sudah menaiki motornya