
"ma, aku satu mobil sama Cecil ya" ucap Titi kepada sang mama
"iya sayang"
"jeng, saya titip Titi ya" ucap mama Titi kepada mama Cecil dan mama Aham
"iyaa nggak papa, sini Titi"
"ayo ti masuk sini" ajak Cecil
"kamu sama Cecil duduk di depan aja ya, biar Tante di belakang" ucap mama Aham
"makasih banyak Tante" jawab Titi
Titi akhirnya masuk ke dalam mobil Cecil, ia duduk di tengah bersama dengan Cecil sedangkan mama Cecil dan mama Aham duduk di bangku belakang...
ia yang sedari keluar restoran hanya diam saja, kini mulai berbicara kepada Cecil yang duduk di sebelahnya
"Cil, aku harus gimana?" ucap Titi lirih kepada Cecil sembari meneteskan air mata
"hubungan kami baik-baik saja cil, nggak ada masalah apapun sebelumnya. tapi kenapa kak Tino bersikap seperti itu kepadaku, bahkan aku tidak pernah dekat dengan siapapun selama bersama nya" ucap Titi sesenggukan
"aku tahu pasti ini berat buat kamu ti, tapi keputusan yang kamu pilih adalah keputusan yang tepat untuk diri kamu sendiri untuk kebaikanmu. Kamu yang tahu bagaimana rasanya dan sakitnya, aku mendukung penuh semua keputusan kamu dan aku, kak Aham sama yang lain pasti akan ada di belakangmu untuk mendukung kamu" jawab Cecil
__ADS_1
"apapun yang akan terjadi kedepannya, kita akan ada di belakang kamu. aku juga tidak membenarkan adanya perselingkuhan dalan sebuah hubungan. jadi kamu nggak usah takut untuk bercerita lagi tentang masalahmu" sambungnya
"tenang ti, Tante sama Om disini juga akan mendukung kamu. jangan sia-siakan air mata mu untuk laki-laki yang bahkan tidak memikirkan bagaimana perasaan wanita yang disakitinya" ucap mama Aham
"kalau ada apa-apa jangan sungkan-sungkan cerita sama Tante ya, Tante tau kamu nggak pernah cerita masalahmu ke mama papa mu" ucap mama Cecil
"Cecil, Tante, Om, maaf ya kalau Titi merepotkan kalian. maaf kalau Titi membuat liburan kalian menjadi tidak tenang" ucap Titi
"terimakasih Tante dan Om sudah ada buat Titi" jawab Titi
"sama-sama sayang, kamu sudah Tante anggap seperti anak Tante sendiri"
mereka melanjutkan perjalanan untuk kembali ke penginapan
"tumben kalian jalan berduaan dari mana?" tanya Aham yang melihat Bima dan Riko yang jalan bersamaan
"iya, tadi kita habis dari selingkuhannya Tino" jawab Riko santai
"hah, maksud lo?" tanya Aham
"gue tadi sama Riko habis ngobrol sama Nenci, temennya Tino" ucap Bima
"temen apaan, selingkuhan itu baru bener" ucap Riko
__ADS_1
"ya ya ko, selingkuhannya kenapa?" tanya Aham yang sudah kepo
"dia ternyata nggak tau kalau Tino udah punya calon istri, tadi gue juga sambung in telepon ke Titi" jawab Riko
"ke Titi? Titi, Cecil sama yang lain kan masih liburan. pasti disana juga ada orang tua nya Tino kan?" tanya Aham
"harusnya sih gitu ham, cuma tadi kami cuma ngomong sama Titi aja. kayaknya sekelilingnya kosong deh nggak ada orang" jawab Bima
"kalau memang kebenarannya cewek itu nggak tau kalau Tino udah punya Titi, jadi yang salah emang Tino nya" ucap Aham
"tau gitu dulu gue nggak percaya sama omongan dia, harusnya gue tetep dukung Bima saat itu" sesal Riko
"udahlah ko, yang udah terjadi mau gimana lagi. Gue yakin pasti Tino juga nggak pengen hubungannya gagal kayak gini" ucap Bima
"gue masih nggak habis pikir sama lo Bim, Lo bisa rela in orang yang lo suka buat cowok lain tapi cowok itu malah nggak bersyukur udah berhasil dapat in hati nya" kata Riko yang kesal
"yaudah yok ke tempat si cowok nggak tau diri itu" ajak Riko
"kalau lo emosi kayak gini mending lo tinggal disini aja ko, jangan sampai nanti terjadi kerusuhan karena kita. gue yakin saat ini pasti pikiran Tino lagi kacau dan bahkan dia nggak mau di ganggu mungkin" ucap Aham
"bukan gitu ham, gue dari dulu nggak nge dukung Tino buat deket sama Titi. dukungan gue tetep ke Bima tapi Bima malah rela in orang yang dia sayang untuk cowok yang nggak tau diri" ucap Riko
"gue nggak mau tau Bim, Lo harus bikin dia bahagia seperti sebelumnya. entah gimana pandangan orang lain di luar sana yang penting dia sama Lo bisa bahagia lagi", sambungnya
__ADS_1