
“Nggak usah Pa, nanti aku sama titi bisa bawa mobil sendiri kok” jawab Cecil
“Tapi kamu nggak boleh nyetir ya, Harus titi yang nyetir” ucap papa Cecil
“Iya pa aman kok” Jawab Cecil
“Yaudah pa, ma, ini aku Mau packing dulu ya buat balik” ucap Cecil
Setelah selesai packing barang mereka berdua Kembali ke asrama, meskipun berat untuk melepas anak-anaknya namun para orangtua itu membiarkan anak-anaknya untuk Kembali sendiri. Sesampainya di asrama mereka mengabari para orang tua kemudian bergegas menyiapkan barang-barang yang mereka butuhkan…
“ti, nginep di rumah aja ya. Sekalian temenin aku, dan biar gampang juga nanti kita” pinta cecil
“tapi aku belum packing cil” ucap titi
“yaudah packing dulu gih, nanti kamu nyusul ke rumah aja sekalian bawa semua barangnya” ucap cecil
“oke, nanti aku susulin” jawab titi
“yaudah aku masuk dulu ya cil” ucap titi saat sudah sampai di depan tempat tanggal sementara nya
“oke ti’ jawab cecil kemudian melanjutkan jalannya menuju rumah tempat ia tanggal
Titi memasuki rumah tersebut dengan perasaan campur aduk, bukan hanya itu. Saat sampai di asrama pun perasaannya terasa sangat berbeda, jika sebelumnya ia akan merasakan senang karena dengan berada di asrama dia akan bertemu dengan kekasihnya namun kali ini ia merasa sangat sedih…
__ADS_1
“focus ti focus, lo udah lupain semmuanya” batin titi memasuki rumah tersebut
“kamu harus bisa lupain semuanya sebelum kamu bertemu lagi sama dia ti” ucap titi berusaha menguatkan dirinya sendiri
Ia membereskan semua barang kenangan tino yang masih tersimpan di rumah singgahnya, kemudian ia masukkan ke dalam sebuah kardus kosong. Ia tidak berniat untuk membuangnya karena barang-barang itu dibeli oleh tino dengan harga yang mahal pastinya dan juga kain bahan baju persit yang tino berikan kepada titi yang belum sempat titi jahitkan kini juga ia kembalikan karena tino pasti akan membutuhkannya Kembali…
Setelah selesai dengan semua itu, ia Kembali focus kepada apa yang akan ia bawa untuk pengabdian selanjutnya…
“akhirnya selesai juga’ ucap titi setelah barang-barang yang akan ia bawa selesai di pack, ia membawa kurang lebih 2 koper yang satu berisi baju dan satunya berisi barang-barang yang biasa ia gunakan sehari-harinya
Ia membawa semua barang tersebut ke rumah singgah cecil, termasuk kardus yang akan ia kembalikan kepada tino karena ia tahu bahwa Sebagian barang tino juga di titipkan di kediaman cecil
“assalamu’alaikum cil” ucap titi yang datang dengan barang_barang di tangannya
“ya ampun titi, kamu mau pindahan kemana? Bawa kardus segala itu, ayo masuk” ucap cecil
“kalau kardusnya bukan punya ku cil, ini mau aku balikin tapi titip sini dulu kan barangnya juga ada yang disini” jawab titi yang telah masuk dengan barang-barangnya
“oh barangnya kak tino ya, mana sini tak masukin ke kamar” pinta cecil
Titi menyerahkan barang tersebut kepada cecil, kemudian cecil berlalu masuk membuka pintu kamar yang menyimpan banyak barang-barang dari anggota suaminya
“nanti kamu tidurnya se kamar sama aku ti, soalnya kamar tamu dipakai buat simpan barang-barang om-om bujang” ucap cecil
__ADS_1
“iya nggak papa cil, kayak sama siapa aja” jawab titi
“gimana packingmu udah selesai?” tanya titi
“udah selesai dari kemarin-kemarin sih sebenernya Cuma tanggal packing keperluan buat baby” jawab cecil
“kurang apa? Aku bantu” ucap titi
“itu tanggal masukin koper kok” jawab cecil sembari menunjuk beberapa kotak susu, dan banyak makanan yang sudah dibelikan oleh mama dan mertuanya
“ini kayak mau buka took ibu hamil cil disana” ucap titi yang melihat begitu banyaknya susu dan makanan ibu hamil
“aku takutnya nanti kehabisan terus baby nya rewel nggak mau di ajak makan lagi, makanya mama sama mama mertua belikan banyak banget susu sama makanan” jawab cecil
“kamu beruntung banget ya cil, dapat pasangan yang pengertian dan mertua yang pengertian banget” ucap titi
“ti, aka nada saatnya kamu juga merasakan hal yang aku rasain seperti saat ini. Aku yakin kamu pasti bakal menemukan orang yang benar-benar sayang sama kamu dan orangtua nya juga baik sama kamu, percaya deh” jawab cecil
“makasih ya cil atas supportnya selama ini, aku nggak tau kalau nggak ada kamu akan seperti apa aku” ucap titi
“santai aja ti, aku akan selalu ada buat kamu selagi aku bisa bantu kamu” jawab cecil
“yaudah sekarang ayo makan yuk, ini tadi sama mama di bawain banyak lauk dan aku juga udah masak nasinya” ajak cecil
__ADS_1
“ayo, aku juga udah lapar banget” jawab titi sembari tertawa