
"oh begitu, yaudah nanti sore mampir sini lagi ya sayang" ucap mama Aham
"iya ma siap" jawab Cecil
"yaudah kita makan dulu yuk, kita nunggu dua anak itu bisa sampai dua kali lebaran. biasanya anak yang kasmaran gitu naik motonya kayak keong" ucap mama Tino membuat semua orang tertawa
mereka memulai makan terlebih dahulu karena Titi dan Tino tak kunjung datang. namun baru beberapa sendok nasi masuk ke mulut mereka, yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga...
"selamat pagi semuanya" ucap Tino sedangkan Titi diam saja membuntuti Tino dari belakang
"eh ini yang ditunggu-tunggu" ucap mama Tino
"ayo makan dulu" ajak mama Aham
"kenapa kok kalian se siang ini?" tanya mama Tino
"kak Tino ma, dia bangun kesiangan" jawab Titi
"yang" ucap Tino meng isyaratkan agar Titi tidak memberitahu mamanya
"kamu ini udah besar kok tetep aja kesiangan no, apa nggak di hukum sama komandan mu?" tanya mama Tino
"tenang ma, komandan Tino hari ini juga kesiangan, asyik main sama istrinya sampai lupa jemput mama nya hahaha" jawab Tino sembari meledek Aham yang tengah makan
"uhuk uhuk" Aham terbatuk-batuk karena ucapan Tino
"ngada-ngada aja kak Tino ini" elak Cecil
"mana ada ngada-ngada sih cil" jawab Tino
"jadi kemarin malam aku patroli di asrama, eh pas lewat rumah komandan tampan kita ini aku denger suara-suara gaib. aku hiraukan aja pikirku nggak bakal lama, aku tinggal ke pos depan. dua jam kemudian aku balik lagi mau ke barak, eh masih ada dong suaranya" sambungnya yang sontak mendapatkan pelototan dari Aham
"Hamm" ucap mama Aham sembari menjewer telinga Aham
"kenapa sih ma? sakit ini" tanya Aham yang kesakitan
"kamu ini, istri kamu lagi hamil juga jangan main terus. kasihan dia kalau kecapekan gimana?" tanya mama Aham
"mana ada kecapekan ya sayang" ucap Aham kepada Cecil
"Yang ada malah ke enak an" sambungnya berbisik ke telinga Cecil namun masih bisa di dengar oleh mama Aham dan mama Cecil
"ham, mama dengar loh" ucap mama Cecil
"hehe iyaa ma"
__ADS_1
"coba tanya aja ke Cecil deh, capek apa nggak. pasti jawabannya enggak" ucap Aham percaya diri
"kamu nggak papa kan sayang?" tanya mama Aham kepada Cecil
"enggak ma, aku baik-baik aja kok" jawab Cecil
"ham Cecil lagi hamil, jadi main nya pelan aja. jangan sampai buat janin nya terganggu" titah mama Aham
"ma, kalau mama tahu. menantu mama ini nggak bisa di ajak main pelan ma, pasti dia bilang 'cepetan mas' gitu terus kalau aku main pelan" jawab Aham
Cecil langsung menginjak kaki Aham karena Aham bercerita itu kepada sang mama dan lainnya..
"haduh yang, harusnya ini tadi kita telat aja. kalau kayak gini jadi dengerin konten dewasa deh" ucap Tino kepada Titi
Titi dan lainnya hanya tertawa karena ucapan Tino
"he , lo habis ini nikah no. jadi lo harus berguru sama gue biar cepet punya momongan" ucap Aham
"loh kalau itu mah gampang, kalau mau langsung punya kan bisa nyicil dari sekarang" jawab Tino
"nyicil apa no?" tanya mama Tino
"eng... enggak ma, kalau mama mau cucu cepet kan aku sama Titi bisa nyicil dari sekarang. jadi nanti pas nikah nggak nunggu lama" jawab Tino
"kamu berani kayak gitu awas aja ya, awas kalau sampai berani" ancam mama Tino
"alah alasan lo aja itu, kalau mama lo dukung pasti lo gas in aja" ucap Aham
"ya kalau di dukung malah seneng gue, ini kepala udah pusing nggak pulang-pulang. nggak nikah-nikah gue jadinya" ucap Tino
"lagian baru juga disini beberapa bulan udah mau nikah aja lo" jawab Aham
"ya gue juga pengen kayak lo sebenernya, masak tiap malam dengerin suara gaib terus jadi cuma bisa bayangin" ucap Tino
"bayangin apa lo no?" tanya Aham
"bayangin rasanya kalau udah nikah, udah lo jangan mancing pertengkaran antara ibu dan anak yang tidak pernah akur ini" jawab Tino karena sedari mama nya datang, sang mama selalu memarahinya
tak terasa sarapan selesai dengan cepat karena perdebatan Tino dan Aham yang membuat semua orang tertawa...
karena sudah jam 7, Cecil dan Aham serta Tino dan Titi pamit untuk berangkat ke sekolah kemudian kembali ke asrama...
"ma kami berangkat dulu ya" pamit Cecil
"kami juga berangkat dulu" ucap Titi kemudian
__ADS_1
para mama ikut mengantarkan mereka ke halaman depan
"loh ham, mana mobilmu?" tanya mama Aham setelah melihat halaman depan hanya ada 2 motor
"nggak bawa mobil ma" jawab Aham
"kamu ini istri lagi hamil juga malah di ajak naik motor, mana motormu itu tinggi begitu" ucap mama Aham memarahi anaknya
"istriku tercinta ma yang minta naik motor" jawab Aham
"iya ma, aku yang minta naik motor"jawab Cecil
"oh ya sudah kalau begitu"
"kalau naik motor hati-hati ham, awas aja kalau sampai Cecil nggak nyaman" titah mama Aham
"iya mama ku sayang" jawab Aham
"kami berangkat dulu" ucap Titi
"iya hati-hati kalian" jawab semuanya
dua pasangan itu telah meninggalkan halaman penginapan, menyisakan para mama yang memilih untuk kembali masuk ke dalam dan bercengkrama di ruang tengah...
"Aham semenjak sama Cecil banyak berubahnya ya jeng" ucap mama Riko
"iya jeng, jadi lebih santai pembawaannya" jawab mama Tino
"ya begitulah jeng, dulu aja kami yang serumah berasa ngomong sama es batu kalau dia pulang. dia cuti di rumah nggak ada ngajak papa mama nya main atau apalah, pasti cuma di kamarnya kalau nggak main ke rumah Bima" jawab mama Aham
"iya ke inget banget kalau cuti pasti Aham lebih banyak main sama Bima, apalagi dulu saya kan sering keluar kota. jadi Bima sama Aham sudah bagaikan penjaga rumah" ucap mama Bima
"sampai saya tanda in kalau spot favorit nya Aham pas di rumah itu di ruang tv atas, yang sejajar sama kamar Cecil itu lo dek" sambung mama Bima kepada mama Cecil
"oh iya?" tanya mama Aham
"iya jeng, dia pasti di sana terus mau siang sore malam" jawab mama Bima
"mungkin saat itu dia udah ada rasa sama Cecil jeng, tapi nggak berani mengungkapkan" ucap mama Riko
"kalau mereka berdua dulu memang pernah berpacaran jeng, tapi karena suatu hal mereka pisah" jawab mama Cecil
"apa mungkin Aham nya belum move on ya" celetuk mama Riko
"mungkin juga sih, soalnya Aham nggak pernah pacaran sama siapa-siapa setelah itu" jawab mama Aham
__ADS_1
"bahkan Cecil juga demikian jeng, sampai ada beberapa temannya datang ke rumah aja nggak dia terima" ucap mama Cecil