TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PERTEMUAN SETELAH SEKIAN LAMA


__ADS_3

"eh apa, kak aham? kakak kelas kita dahulu?" tanya titi


"ya" jawabku


"kok bisa? lah katanya dia tidak mau lagi bertemu sama lo. la ini mengapa tiba-tiba ngajak bertemu?" kata titi


"gue takut kalau dia nolak perjodohan ini, kalau dia nolak ya wajar aja sih dia tidak suka sama gue. tetapi gue takut bikin orang tua gue kecewa" jawabku sambil menunduk


mereka pun sampai di kampus. seperti biasa Cecil dan titi duduk bersebelahan saat menghadiri sosialisasi. mereka berdua terkesan acuh dengan acara tersebut lantaran menurut mereka acaranya tidak menarik, sampai ada sebuah games yang diberikan oleh MC kepada peserta sosialisasi. games itu seperti bergilir penghapus, saat lagu yang dinyanyikan habis maka si pemegang terkahir diminta untuk maju kedepan dan saat itulah Cecil harus maju karena dia pemegang terakhir.


Dengan langkah gontai Cecil maju kedepan, para peserta lain bersorak meriah karena memang Cecil salah satu primadona di kampus itu.


"oke, karena sudah ada perwakilan cewek dari kampus ini. maka saatnya kita mainkan lagi games nya untuk mendapatkan perwakilan cowok dari abang-abang TNI ... musik mulai" ucap MC


saat musik habis, tanpa Cecil ketahui yang harus berdiri di depan bersamanya adalah orang yang sudah dia hindari selama ini. karena Cecil terus menunduk, dia tidak tahu bahwa aham lah yang maju ke depan.


"oke karena sudah ada 1 pasang di depan sini, maka kita mulai permainannya" ucap MC disambut tepuk tangan oleh semuanya


"untuk abangnya, bisa memperkenalkan diri"


"Perkenalkan saya Abraham Bagas Gautama, biasa dipanggil Aham. Pangkat Letnan Dua" ucap aham tegas


Cecil yang mendengar nama itu pun langsung melihat ke arah aham, yang pandangannya masih lurus ke depan. Kemudian Cecil melihat ke arah depan yang ternyata ada Bima yang sedang senyum-senyum menatap ke arahnya dan Aham


"aduh kenapa bisa sih" gumamnya


"untuk kakaknya yang cantik jelita bisa mulai perkenalan" ucap MC


"baik, perkenalkan nama saya Cecillia Denada Pradana, biasa dipanggil Cecil. Saya mahasiswa TE semester 4" ucapku mantap


"terimakasih kakak-kakak"


"oh iya saya dapat bisikan dari panitia, katanya kakak cantik ini adalah salah satu primadona di kampus kita lohh"


ucap MC yang mendapat sambutan tepuk tangan


"sebelum masuk ke permainan selanjutnya, ada pertanyaan untuk Abang TNI dan kakak cantik yaa. "


"untuk kakak cantik, apa kakak punya pacar?" sambung MC


"tidak" jawabku singkat


"untuk Abang TNI, apa Abang punya pacar?" tanya MC


"siap tidak" ucap kak aham membuyarkan lamunanku


"masak sih dia tidak punya pacar?" batinku namun berusaha tetap santai


permainan pun di teruskan, di sini karena kami sama-sama tidak punya pasangan maka kami seperti dijebak untuk saling mengungkapkan perasaan. seperti memberitahukan first impression kami saat bertemu..


hmm andaikan mereka semua tahu kalau aku mengenal sosok tinggi tegap yang ada di sampingku ini

__ADS_1


tanpa aku sadari, dibarisan para audiens ada seseorang yang tengah merasa kesal terhadapku karena berdiri di samping kak aham. siapa lagi kalau bukan rindi, dia memang tidak mengikuti jejak kak aham namun memilih untuk kuliah dan mengambil jurusan informatika di kampus yang sama denganku


"awas aja lo cil, gue bakal bikin perhitungan" gumam rindi


setelah acara perjodohan tidak jelas itu selesai, kami diminta untuk kembali ke tempat duduk karena akan ada materi yang di sampaikan dari abang-abang TNI itu.


acara berjalan sangat lambat menurutku karena di sana aku harus melihat orang yang tidak seharusnya aku lihat


"gimana ini, tetapi bukan salahku juga kalau aku bertemu sama dia" batin Cecil


"lo mengapa lagi cil? udahlah itu bukan kesalahan lo kok" ucap titi yang berjalan di sampingku


"iya sih ti, tetapi gue takut. lo lihat reaksi dia waktu di depan tadi? kayak gue itu tidak ada tau nggak" ucapku kesal namun titi tetap memberi nasihat yang positif untukku


sampai kami sudah berada di parkiran, tanpa kami sadari ada seseorang yang berdiri di belakangku


dia dengan sengaja menarik rambutku, hingga aku terjatuh


"aww" pekik ku


"gimana rasanya? enak tidak" kata rindi


"kakak ngapain sih? apa salahnya si cecil" tanya titi


"lo tidak usah ikut-ikutan deh, urusan gue cuma sama ini anak" ucap rindi


"bangun lo" ucap rindi menarik tanganku, kemudian menamparku


"lo masih berani-beraninya ya deketin aham, gue udah bilang jangan muncul lagi di deket aham. atau gue bakalan bikin dia makin benci sama lo, lo sengaja kan minta ke panitia supaya bisa maju ke depan sama Aham " ucap rindi


Cecil yang mendapat kalimat itu hanya diam saja sambil menunduk, tanpa mereka sadari ada bima yang dari tadi mendengar semua kalimat yang di ucapkan rindi dan juga melihat bagaimana rindi bersikap kasar kepada sepupunya itu


sepeninggal rindi, Cecil pun tak kuasa menahan tangisnya


"apa sih salah gue ti? gue udah menjauh in kak aham dari dahulu. walaupun gue udah menjauh tetapi tetep aja kak aham makin benci sama gue. terus sekarang gue tidak sengaja bertemu kak aham, dan dia mau fitnah gue di depan kak aham lagi" ucapku mencurahkan semuanya di depan titi


"udah udah, lo harus kuat. masa seorang cecillia Denada Pradana tidak berani sama cewe kayak kak rindi sih, bahkan kalau lo mau ya. lo bisa beli asetnya si rindi pake uang orang tua lo " ucap titi menguatkan ku


Titi memanglah sahabat yang sangat pengertian, dia sudah berteman dengan cecil' sejak bangku SMP jadi dia tau semua kisah tentang Cecil dan aham kakak kelasnya. bahkan dia juga berusaha membujuk aham untuk percaya, namun semua usahanya sia-sia


selain titi, ada juga bima yang selalu mendukung cecil. saat mendengar cecil dan aham yang akan di jodohkan, bima sempat protes dengan alasan jika aham bukanlah tipe cecil namun karena janji kedua orang tua cecil juga aham, mereka harus tetap melaksanakan perjodohan itu


kini titi juga bima hanya bisa berdoa untuk kebaikan adik dan juga sahabatnya itu


................


karena cecil dan titi tidak ada jam kuliah lagi, maka mereka memutuskan untuk langsung pulang saja. sesampainya di rumah cecil, titi langsung berpamitan pulang karena dia ingin memberikan waktu cecil untuk sendiri dahulu


namun saat masuk ke dalam rumah, di dalam ada beberapa orang yang tidak ada asing bagi Cecil


mereka adalah Tante Isma dan Om Tama yang tak lain adalah papa dan mama dari aham

__ADS_1


"eh udah pulang sayang" sambut mama nada


"emm udah ma" jawabku


"apa kabar Cecil?" tanya om Tama


"eh baik, om, Tante" jawabku sambil menyalami mereka berdua


"buruan ganti baju sama bersih-bersih dahulu gih, kami tunggu di sini ya" ucap papa dan aku hanya menuruti saja


aku pun memutuskan untuk langsung naik ke atas untuk membersihkan diri


"kenapa ya kok mereka ada di sini? mending aku buru-buru aja deh. aku udah kepo duluan" gumam ku


aku turun mengenakan baju santaiku



"maaf kalau nunggu lama" ucapku sambil berjalan ke arah mereka berempat


"oh nggak papa sayang" ucap tante Isma


"sini sayang, duduk deket mama" ucap mama ku


akhirnya aku menurut saja


"jadi kita disini buat bahas acara pertunangan kamu sama aham cil" kata tante Isma


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


jangan lupa vote yaaa


__ADS_2