
"oke oke, aku duduk manis disini. makanan hari ini aku serahkan kepada chef Titian " ucap Cecil sembari tertawa
"ada-ada aja" jawab Titi
"oh ya ti, tadi kak Aham udah kabarin aku. kak Tino udah kabarin kamu belum?" tanya Cecil
"udah kok"
"terus gimana, kamu udah tenang kan?" tanya Cecil
"hehe iya cil" jawab Titi
"oh iya ini nanti kita langsung makan disini atau dibuat bekal aja?" tanya Titi
"langsung aja deh, tapi nanti bekal in buat mama papa juga kayaknya mama pagi ini nggak masak deh" jawab Cecil karena memang dia sudah sangat lapar dari pagi
setelah selesai makan kemudian mereka bersiap untuk bergegas pergi menuju rumah orang tua mereka, meskipun para orang tua meminta Titi dan Cecil untuk menunggu saja namun mereka berdua tidak mau
"udah siap semua cil?" tanya Titi
"udah ti, ini perlengkapan ku cuma segini aja kok" jawab Cecil
"yaudah kalau begitu ayo berangkat" ucap Titi kemudian membawakan barang-barang Cecil agar ia tidak keberatan
"ya ampun ti aku bawa sendiri aja" ucap Cecil meminta barangnya
"kalau kita semua bawa barang, terus siapa yang mau kunci rumahnya?" tanya Titi
"udah, aku tunggu di parkiran ya" ucap Titi berjalan meninggalkan Cecil sebelum Cecil bisa menjawab
kali ini mereka berangkat pagi-pagi sekali sehingga mereka tidak berpapasan dengan ibu-ibu lainnya
sesampainya di mobil Cecil langsung masuk ke dalam karena udara di luar lumayan terasa dingin untuknya
__ADS_1
"langsung ke rumah mama papa aja ya" ucap Cecil
"oke Bu sesuai permintaan" ucap Titi
"dih aneh-aneh segala" jawab Cecil
ternyata saat sampai di penginapan orang tua nya, orang tua mereka juga sedang bersiap untuk menuju asrama untuk menjemput mereka. setelah melihat mobil Cecil masuk ke halaman, mama Cecil segera menuju mobil anaknya
"udah dibilangin juga kalian itu nunggu aja disana, nanti papa sama Mama jemput. kalau gini kan kalian jadi harus bangun pagi-pagi, udah sarapan belum?" tanya mama nada di sela omelan nya
"udah ma, jangan khawatir. kami berdua ini udah prepare semuanya, udah sarapan juga jadi tenang aja" jawab Cecil
"mama sama papa dan om Tante sendiri udah makan?" tanya Cecil
"udah, kami semua udah makan dari tadi. ini cuma tinggal masukin barang aja terus berangkat ke tempat kalian, eh keduluan sama anak-anak bandel ini" jawab mama nada
"hehe maaf ma" ucap Cecil
Cecil sibuk berbincang dengan mama papa nya sedangkan Titi masuk ke dalam untuk menemui kedua orang tua beserta calon mertuanya
......................
Di tempat yang berbeda, Aham, Bima, dan Riko sedang duduk santai karena sekarang adalah jadwal mereka untuk ber istirahat setelah semalaman berjaga sedangkan Tino yang harusnya juga bersama mereka entah kemana hilangnya
"Lo kenapa senyum-senyum sendiri ham?" tanya Bima
"ini gue lagi lihatin hasil pemeriksaan baby" jawab Aham kemudian menunjukkan foto tersebut kepada teman-teman nya
"udah gede juga ya ponakan gue" ucap Bima
"iya, berat nya udah lebih besar dari janin seusia nya" jawab Aham
"Cecil suka makan ice sih" ucap Bima
__ADS_1
"nah itu dia, soalnya kan dulu di anjurkan buat minum sama makan ice biar berat janinnya bisa nambah" jawab Aham
"nih dia juga makin gemuk an sekarang" ucap Aham kemudian memperlihatkan foto Cecil
Cecil memang sering mengirimkan potret dirinya kepada sang suami sesuai permintaan suami nya
"mending gini aja deh proporsinya pas jadi nggak kurus kering kayak sebelum nikah" ucap Bima
"baru kali ini nih kakaknya suka kalau adek nya gendut an" ucap Riko
"ya gimana ya ko hahah, lebih baik kayak gini aja deh kelihatan banget kalau dia seneng" jawab Bima
"oh ya si Tino kemana?" tanya Bima
"tadi pagi pas kita mau balik ke camp, dia mampir dulu ke warung yang deketnya pos kesehatan. katanya ada yang mau di beli, tapi sampe sekarang juga nggak balik-balik itu anak" ucap Aham
"nggak lo ikutin ham?" tanya Riko
"udah gue paksa eh dianya kekeh nggak mau di temenin" jawab Aham
"Lo udah denger belum sih rumor kedekatan si Tino sama perawat di pos kesehatan kita?" tanya Bima
"gue udah denger dari awal, tapi pas si Tino gue interogasi katanya dia nggak kayak gitu bahkan berani sumpah dia" jawab Aham
"kita harus tetep hati-hati, bagaimana pun juga si Tino udah punya pasangan dan terlebih lagi pasangan Tino itu udah nitipin Tino ke kita" ucap Riko
tak lama terlihat Tino yang berjalan dari arah luar masuk ke dalam camp mereka
"dari mana aja lo no?" tanya Riko
"ada urusan" jawab Tino
"oh gitu, kenapa Aham nggak boleh ikut sama Lo?" tanya Bima
__ADS_1
"ya kali setiap gue pergi harus di awasi sama Aham, gue juga punya kebebasan sendiri" jawab Tino
karena merasa mood Tino sedang tidak baik, mereka semua hanya diam melihat gerak gerik Tino yang semakin hari semakin mencurigakan. Tino yang menyadari hal itu pun memilih acuh dan langsung ber istirahat