
"udah sampai kitaaa" ucap Titi dengan semangat
"semangat bener sih ti" keluh Cecil
"kita itu harus semangat kalau mau kerja soalnya kalau nggak semangat nanti nilai kita yang jadi taruhan " ucap Titi
"Tumben bener lo, oh iya kalau masalah nilai mah lo selalu memperhitungkan "
Titi dan Cecil bergegas turun dari mobil dan masuk ke kelas masing-masing mengingat mereka sudah izin telat 1 jam pelajaran...
"Ti aku duluan ya" ucap Cecil yang sudah dekat dengan kelas nya sedangkan Titi masih harus naik ke lantai atas
"iya cil, nanti kalau udah selesai tunggu di kantor ya. aku udah siapin banyak bekal buat kita dan baby" jawab Titi
"siap aunty" ucap Cecil sembari tertawa
sebelum masuk ke kelas nya tak lupa ia mengetuk pintu terlebih dahulu kemudian mengucap salam
"Assalamualaikum" ucap Cecil
"wa'alaikummussalam Bu" jawab murid-murid nya
ia masuk kemudian duduk di kursi nya
"bagaimana? tugas yang ibu berikan apakah sudah dikerjakan?" tanya Cecil
"sudah bu" jawab semuanya serentak
"baiklah kalau begitu kalian tukar dengan meja samping kalian ya, kita mulai mengkoreksi" ucap Cecil
tahap mengoreksi jawaban tersebut selama kurang lebih 1 jam pelajaran karena membahas hal-hal yang ditanyakan oleh muridnya...
setelah selesai karena bahan ajar pada semester tersebut sudah habis dan memang sebentar lagi Cecil akan berpindah ke tempat lain, para murid meminta untuk melakukan game bersama dengan Cecil...
"Karena materi yang ada sudah disampaikan semua, maka kelas saya akhiri sampai sekian ya. oh iyaa hampir saja ibu lua, jangan lupa belajar dengan giat ya karena Minggu depan kalian akan menghadapi UAS untuk kenaikan kelas. Semoga nilai nya bagus-bagus, pada kesempatan kali ini juga ibu mohon pamit karena hari ini adalah pertemuan akhir di kelas kalian. Setelah ini ibu akan pindah ke desa sebelah. mohon maaf jika selama mengajar di sini ada salah kata atau perbuatan ibu yang membuat kalian sakit hati" ucap Cecil dengan mata berkaca-kaca, sebenarnya ia sudah terlalu nyaman berada di sini namun harus bagaimana lagi jika itu sudah tugasnya
"Yah kok cepet banget sih Bu"
"Iya Bu, kenapa nggak ngajar disini aja terus. kami terlanjur nyaman di ajar oleh ibu"
__ADS_1
"Iya Bu, benar kami sudah suka di ajar sama ibu"
"Ibu disini hanya beberapa bulan saja, untuk memenuhi tugas ibu saat kuliah. Nantinya pasti akan ada yang sama seperti ibu mengajar kalian lagi, kalau kalian pengen ketemu ibu kan kalian bisa chat di grup nanti kita kumpul-kumpul kalau kalian sama ibu liburnya barengan yaa" jawab Cecil
"Bu, apa kami boleh main di tempat tinggal ibu" tanya salah seorang murid di sana
"kalian kabari saja nanti ya" jawab Cecil
"Bu kan masih ada satu jam pelajaran lagi, bagaimana kalau kita beri pertanyaan kepada ibu saja?" tanya salah satu murid yang sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan
"Boleh-boleh, tapi jangan susah-susah ya pertanyaan nya" ucap Cecil sembari tersenyum
"biar adil masing-masing anak 1 pertanyaan mulai dari depan" ucap Cecil
"baik Bu"
Pertanyaan pertama sampai baris ke 3 dari depan masih pertanyaan mengenai kuliah yang di ambil Cecil dan pelajaran. Namun 1 baris paling belakang menanyakan masalah kehidupan pribadi Cecil, sehingga ia menjawab dengan tawa ringan karena saking konyolnya pertanyaan murid nya tersebut...
"Bu izin bertanya, apakah ibu sudah punya suami?" tanya salah seorang murid laki-laki
hal tersebut memang mengagetkan karena banyak yang sudah tau jika Cecil sudah menikah, jadi murid tersebut termasuk tidak mengikuti berita yang ada...
"hehe saya pikir perut Bu Cecil seperti perut pak Jono yang hamil tapi nggak kunjung melahirkan" ucap geri yang bertanya tadi
"itu beda Geri, pak Jono itu buncit kebanyakan makan hahah" sahut yang lainnya
"udah-udah jangan ngomongin orang lain yaa nggak baik" tutur Cecil
"oke sekarang giliran selanjutnya ya"
"baik Bu izin bertanya, saya ingin tahu bagaimana kisah cinta ibu" ucap murid tersebut
"iya Bu cerita Bu"
"cerita... cerita..."
"cerita... cerita..."
"cerita... cerita..."
__ADS_1
"baik-baik"
"ibu itu nggak cuma punya satu mantan pacar yang sekarang menjadi suami ibu, kamu pacaran saat SMP. Pasti ada yang bertanya-tanya kok SMP udah pacaran sih gitu kan, jadi kami berdua itu kenal karena kakak sepupu saya temannya suami sekaligus mantan pacar saya itu. tapi dulu saat SMP kami sempat putus karena suatu hal dan kami bertemu lagi setelah saya kuliah tepatnya sebelum berangkat kesini" jawab Cecil
"kenapa ibu nggak pacaran sama orang lain, kan ibu cantik" ucap salah seorang murid perempuan
"bukannya nggak mau tapi memang tidak ada yang pas waktu itu, dan memang suami ibu tidak tergantikan hehe" jawab Cecil
"saat itu juga ibu sedang mempersiapkan diri agar saat nanti bertemu dengan jodoh ibu tidak melakukan kesalahan yang membuat kami berpisah, tapi Allah mempertemukan ibu dengan beliau lagi. Semua itu sudah di atur oleh Allah jadi kalian jangan khawatir yang sekarang masih jomblo-jomblo siapa tahu nanti nikahnya sama mantannya sendiri" sambung Cecil
"nggak ah Bu"
"kenapa? kan pasti mereka juga introspeksi diri pastinya setelah berpisah dengan kalian jadi nanti pasti saat bertemu akan berbeda atau bahkan dia akan lebih baik dari sebelumnya" ucap Cecil
"tapi kalau kalian putus karena cowok kalian selingkuh, jangan terima dia kembali meskipun banyak orang yang bilang kalau dia sudah tidak seperti itu lagi. karena yang namanya selingkuh itu tidak ada obatnya ya anak-anak" sambung Cecil
"baik Bu"
"cowok-cowok dengerin ya, akan lebih baik kalian itu setia sama satu wanita saja. Kalian percaya nggak kalau kalian nanti punya anak perempuan kasihan kalau nanti karma nya turun ke anak kalian gimana?" tanya Cecil
"Amit-amit Bu"
"ih jangan sampai ah"
"makanya nggak boleh gitu yaa" tutur Cecil
"baik Bu"
"Bu izin bertanya, bagaimana cara mendaftar tentara?" tanya murid tersebut
"Haa?" tanya Cecil kembali
"Aduh saya nggak tahu, nanti kalau kalian main ke rumah ketemu sama suami saya kalian tanya-tanya sendiri yaa. ibu nggak tahu soalnya, kan dulu pas masuk belum sama saya lagi" jawab Cecil
"baik Bu"
"izin bertanya Bu, bagaimana cara dekat dengan tentara?" tanya murid perempuan yang duduk di bangku paling pojok
Cecil memijat pelipisnya karena pusing dengan pertanyaan aneh-aneh tersebut
__ADS_1
"kalau dekat dengan siapa dan profesinya apa itu kan sudah di takdir kan Allah ya, dulu juga saya dekat sebelum suami saya jadi tentara" jawab Cecil