
"Cecil juga kaget ma, pantesan tadi pagi kekeh mau siapin bekal buat Cecil. Ternyata ada kejutan di dalamnya hehehe" jawab Cecil
"Sudah banyak berubah dia sejak nikah sama kamu, mama seneng jadinya. Oh ya sekarang kamu dimana nak?" tanya sang mama mertua
"Ini di sekolah ma, ada yang bisa Cecil bantu?" tanya Cecil
"Nanti singgah kesini ya nak, mama pengen jalan-jalan sama kamu. Ajakin Titi sekalian ya, mama Titi kangen katanya"
"Baik ma"
~
"Ti, nanti mama minta sepulang dari sekolah kita singgah ke tempat mama. katanya mau ngajak jalan-jalan bareng, mama kamu juga kangen sama kamu" ucap Cecil
"Mama emang gitu, jangankan sehari nggak ketemu. Se jam dua jam nggak ketemu aja udah bingung nyariin anaknya" jawab Titi
"Takut ilang ti, kan bahaya kalau anaknya satu-satunya yang suka bikin heboh lepas sendirian." ucap Cecil sembari tertawa
"ih kebiasaan ngeledek ya" jawab Titi
"ini udah berusaha mengurangi sikap kayak gitu cil, berusaha keras malah. Masak iya nanti aku dampingi kak Tino dengan sikapku yang masih bar-bar" sambung Titi
"nah itu baru Titian" ucap Cecil
"yaudah lanjut dulu makannya, nanti siang kan masih ada satu kelas yang kita selesai nya di jam yang sama. Jadi nanti kita langsung janjian aja ya di parkiran" sambung Cecil
"okay cil" jawab Titi
"oh iya kak Cecil, nanti kakak mengajar di kelas atas ya?" tanya Bu Sri
"iya Bu betul" jawab Cecil
"kak Cecil menempati kelas yang kosong saja di lantai satu supaya tidak naik turun tangga" ucap Bu Sri
"Apakah boleh Bu?" tanya Cecil
"boleh kak, nanti kasihan juga dedek bayi nya kalau di ajak naik turun tangga sama mama nya" ucap Bu Tia yang baru saja masuk ke dalam kantor
"baik Bu terimakasih" Jawab Cecil
"nanti di umumkan saja melalui speaker kalau kelasnya pindah ke bawah" ucap Bu Sri
"baik Bu" jawab Cecil
mereka melanjutkan makan siang kemudian melaksanakan shalat dhuhur, Cecil dan Titi berjalan bersama menuju mushala yang ada di sekolah...
"Nggak capek cil jalan jauh kayak gini?" tanya Titi
"sedikit" jawab Cecil
"kenapa tadi pas di tawarin buat shalat di kantor aja nggak mau?" tanya Titi
__ADS_1
"nggak enak ti, pengen jamaah aja di mushala. Sekalian biar jalan-jalan nggak duduk terus" jawab Cecil
"Okelah, nanti kalau pas balik ke kelas jalan santai aja. Kalau nggak cari kelas yang deket sama kantor ya biar nggak capek" ucap Titi
"Titi, kenapa aku ngerasa dimanja banget ya jadinya" jawab Cecil
"sesuai perintah komandan" ucap Titi sembari tertawa
"ih kan kak Aham juga nggak ada di sini, jadi jangan terlalu kayak gitu sama aku. aku jadinya nggak enak sendiri" jawab Cecil
"kayak sama siapa aja nggak enakan, kita udah sahabatan dari SMP lo cil jadi nggak ada kata nggak enakan" ucap Titi
"hmm iya deh iya" jawab Cecil pasrah
saat memasuki tempat wudhu, Titi juga menuntun Cecil agar tidak terpeleset saat menuruni tangga
"Titi" ucap Cecil pelan
"udah nurut aja, jangan banyak bicara dulu. ini tu licin nanti kalau kamu kepeleset gimana?" tanya Titi
"iya, aku bakalan hati" jawab Cecil
"udah kamu wudhu duluan cil, nanti gantian aku. kamu tunggu aku disini" ucap Titi
Cecil hanya menurut saja karena ancaman Titi adalah dilaporkan kepada Aham jika Cecil tidak menurut...
setelah selesai wudhu dan shalat, mereka berdua kembali mengajar. Karena waktu mengajar pendek akhirnya mereka bisa pulang ke rumah tempat mama mama mereka tinggal...
"udah, yuk jalan" jawab Cecil
Titi melakukan mobil menuju tempat tinggal sang mama
"eh ti, udah dapat kabar belum dari kak Tino?" tanya Cecil
"udah tadi waktu singgah di tempat makan" jawab Titi
"ini kak Aham kasih kabar kalau mereka kemungkinan 2 jam lagi sampai, katanya sinyal nya udah mulai hilang jadi nanti kalau semisal kak Tino atau kak Aham salah satu dapat sinyal. kita diminta saling kasih kabar" ucap Cecil
"oke cil" jawab Titi
"ini kak Tino udah susah sinyalnya, katanya kirim pesan ke kamu nggak terkirim" ucap Cecil
"iya cil nggak papa, bilangin aja kalau aku lagi nyetir mau ke tempat mama" jawab Titi
Cecil mengambil selfi dirinya bersama dengan Titi kemudian dikirimkan kepada Aham
"okey udah ke kirim" jawab Cecil
"ih kok dikirimin foto sih cil" keluh Titi
"nggak papa, kak Tino pengen lihat kamu nyetir mobil katanya" jawab Cecil
__ADS_1
"ini kayaknya sinyal mereka udah hilang deh ti" sambung Cecil
"yaudah cil, nanti mereka kalau dapat sinyal pasti ngabarin kan" ucap Titi
"hmm iyaa, tapi aku takut nanti malam nggak bisa tidur kalau nggak ada kak Aham" jawab Cecil
"yaudah kita tidur tempat mama aja kalau gitu supaya kamu nggak kepikiran" ucap Titi
"nggak deh ti, aku udah janji sama diriku sendiri meskipun di rumah nggak ada kak Aham aku tetep akan tidur di rumah" jawab Cecil
"yaudah kalau gitu jangan mikirin hal yang aneh-aneh, kita doa in mereka dari pergi sampai pulang lagi selamat semuanya" ucap Titi
"aamiin" jawab Titi dan Cecil bersamaan
mereka sampai di rumah sang mama pada pukul 15.00
tok...
tok...
tok...
Cecil mengetuk pintu rumah
"Iyaa sebentar" terdengar sahutan dari dalam rumah
tak lama pintu rumah terbuka, membuat Cecil tersenyum sumringah
"Anakku akhirnya kita ketemu yaa"
"papa kesini kenapa nggak kasih kabar ke Cecil sih, kan Cecil kangen sama papa" ucap Cecil kepada sang papa kemudian memeluknya
"jangan erat-erat kalau peluk AA" ucap papa Cecil protes
"papa nggak mau ya Cecil peluk" ucap Cecil sembari cemberut
"bukan begitu anak papa yang cantik, kasihan anak kamu nanti kegencet perut buncit papa" jawab sang papa membuat cecil dan semua yang ada disana tertawa
Tak hanya Cecil yang dikagetkan dengan kehadiran sang papa, Titi pun demikian. Di luar dugaan mereka, mertua mereka pun turut hadir disana...
"Papa, Titi kangen banget" ucap Titi memeluk sang papa
"Papa juga kangen banget sama Titi, Hmmm anak papa udah mau nikah ya" jawab papa Titi
"ih papa kok ngejekin terus sih" ucap Titi malu
"udah yuk masuk, jangan di luar terus. Itu di dalam ada papa mertua mu juga" ucap papa Cecil
"papi juga dateng kesini?" tanya Cecil antusias
"iya dong, papi juga mau jengukin menantu sama cucu lalu" jawab sang papa mertua
__ADS_1